Site icon Wong Kam Fung

Serial Komunitas Serabi Jenggot

Kelar sudah serial Komunitas Serabi Jenggot Episode Ngopi Kere. Ternyata butuh waktu 12 tahun untuk menyelesaikan rangkaian cerita yang terdiri dari 12 kisah saling terkait dan berurutan hingga tulisan terakhir.

PEMICU MUNCULNYA CERITA TENTANG KOMUNITAS SERABI JENGGOT

Yang melatari dibuatnya serial ini adalah sebuah acara kumpul-kumpul bersama para teman dan sahabat di lereng Bukit Menoreh. Acara itu dikasih nama #NgopiKere. Saya sendiri pernah membuat tulisan perihal acara tersebut sekaligus ajakan untuk menghadirinya. Silakan dibaca tulisan berjudul Keluarga #NgopiKere untuk lebih jelasnya.

Hari ini, 7 Mei 2025, adalah tanggal dan bulan yang sama saat tulisan pertama dari senarai kisah Komunitas Serabi Jenggot diunggah pada 12 tahun silam. Tulisan pertama berjudul Nikmatnya #NgopiKere saya unggah pada 7 Mei 2013.

12 TULISAN KISAH KOMUNITAS SERABI JENGGOT EPISODE NGOPI KERE

Sekilas akan saya babarkan satu per satu dari 12 tulisan yang kelar pada waktunya. Waktu saya, maksudnya.

Tulisan Pertama

Nikmatnya #NgopiKere yang merupakan tulisan pertama diterbitkan pada 7 Mei 2013. Di tulisan pertama ini diceritakan tentang antusiasme Wekape perihal sebuah acara di lereng Bukit Menoreh. Acara yang bertajuk #NgopiKere itu dia sampaikan kepada sahabatnya, Duloh, seorang penjual ketoprak yang juga ketua Komunitas Serabi Jenggot.

Tulisan Kedua

Tulisan Bermasalah di #NgopiKere diterbitkan pada 8 Mei 2013. Muncul tokoh baru bernama Hohah di tulisan kedua ini. Kepada Wekape dan Duloh, Hohah mencurahkan kegelisahannya perihal cercaan yang dia terima setelah menerbitkan tulisan di blog pribadinya.

Tulisan Ketiga

Founder Komunitas Serabi Jenggot di #NgopiKere adalah tulisan ketiga yang diterbitkan pada 9 Mei 2013. Tulisan ini berkisah tentang keinginan Duloh memperkenalkan diri sebagai founder di acara #NgopiKere. Selain itu, dia juga bermaksud mempraktikkan strategi yang oleh orang cerdik pandai katanya disebut personal branding.

Tulisan Keempat

Tulisan keempat berjudul Menuju #NgopiKere diterbitkan pada 20 Mei 2013. Di dalam tulisan ini, Duloh, Wekape, dan Hohah harus rela menderita selama dalam perjalanan menuju lokasi acara.

Tulisan Kelima

Di dalam tulisan kelima yang berjudul Kaliber Komunitas di #NgopiKere, dikisahkan tiga sekawan Duloh, Wekape, dan Hohah ngobrol serius tentang kaliber sebuah komunitas setelah menonton berita di televisi saat bus berhenti untuk istirahat. Tulisan kelima ini diterbitkan pada 16 Juni 2013.

Tulisan Keenam

Tulisan keenam berjudul Gua Seplawan di #NgopiKere. Diterbitkan pada 15 Juli 2013. Di tulisan keenam ini dikisahkan antusiasme peserta acara #NgopiKere mengikuti wisata alam ke Gua Seplawan dengan tokoh utamanya Daeng yang asli Wonosari, Gunung Kidul.

Tulisan Ketujuh

Hampir dua tahun kemudian, persisnya 3 April 2015, tulisan ketujuh diterbitkan. Judulnya Daeng Pattimura. Di dalam tulisan ini diceritakan mengapa Daeng yang orang Wonosari, Gunung Kidul mendapat panggilan seperti orang Sulawesi.

Tulisan Kedelapan

Sepuluh tahun kemudian, tulisan kedelapan baru muncul. Tulisan ini berjudul Tragedi Gua Seplawan, terbit pada 15 April 2025. Di dalamnya dikisahkan keapesan Daeng di dalam Gua Seplawan hingga dia akhirnya mendapat julukan baru.

Tulisan Kesembilan

Karena trauma naik bus, Duloh, Wekape, dan Hohah memilih naik kereta api untuk kembali ke Bogor. Keseruan dalam perjalanan pulang mereka diceritakan di dalam tulisan kesembilan berjudul Pulang ke Bogor yang diterbitkan pada 22 April 2025.

Tulisan Kesepuluh

Tokoh baru bernama Pras muncul di tulisan kesepuluh yang berjudul Preman Pasar Anyar. Tulisan ini terbit pada 23 April 2025. Pras adalah salah satu dari lima pendiri Komunitas Serabi Jenggot.

Tulisan Kesebelas

Di tulisan kesebelas kembali muncul pendiri Komunitas Serabi Jenggot lainnya yaitu Bahah dan Ganov. Bahah dan Ganov juga menjadi judul tulisan yang diterbitkan pada 29 April 2025. Bagaimana isengnya Bahah dan Ganov bisa dibaca di tulisan kesebelas ini.

Tulisan Kedua Belas

Tulisan kedua belas atau tulisan terakhir dalam serial Komunitas Serabi Jenggot Episode Ngopi Kere berjudul Persatuan yang Tidak Direncanakan. Tulisan yang menceritakan terbentuknya komunitas ini diterbitkan pada 30 April 2025.

ANJURAN CARA MEMBACA

Untuk lebih bisa menikmati petualangan para pendiri Komunitas Serabi Jenggot beserta sahabat-sahabatnya secara utuh, saya sarankan membaca secara berurutan mulai dari tulisan pertama hingga tulisan kedua belas yang merupakan tulisan terakhir. Coba deh, saya jamin pasti lebih nikmat. Tapi ya balik lagi ke preferensi Anda masing-masing. Kalau Anda lebih suka membaca secara acak, ya tidak apa-apa. Tetap saya dukung jika Anda maunya seperti itu. Toh hasil akhirnya sama: Anda mau membaca.

ANJURAN LAINNYA

Selain membaca kumpulan cerita ini, lebih bagus lagi Anda membaca tulisan lain di dalam blog ini. Saya bisa pastikan Anda akan makin terperosok ke dalam pikiran saya. Yang terjadi selanjutnya, Anda bisa makin mengerti karakter saya atau malah sebaliknya, Anda makin bingung. Jika Anda makin bingung, tidak apa-apa. Hidup ini memang kadang membingungkan.

HUTANG YANG TELAH LUNAS

Serial ini hanya salah satu hutang yang saya miliki. Ada tulisan lain di blog ini yang nasibnya sama seperti kisahnya Duloh dan kawan-kawan di Komunitas Serabi Jenggot. Bedanya, nasib Duloh dan kawan-kawannya lebih baik karena saya telah melunasi alias merampungkan kisahnya. Sedangkan yang lain nasibnya masih tergantung. Saya sendiri bahkan sampai lupa ada berapa hutang yang saya miliki. Selain itu, karena saking lamanya, saya harus mengorek-ngorek dulu untuk menemukan tulisan yang menjadi hutang saya itu.

Menyenangkan sekaligus melegakan, bayi KSJ (Komunitas Serabi Jenggot) yang saya lahirkan dua belas tahun silam akhirnya menjadi purnakarya. Setidaknya untuk Komunitas Serabi Jenggot Episode Ngopi Kere. Tidak tertutup kemungkinan, KSJ akan muncul kembali dengan episode lain. Doakanlah.

Exit mobile version