Korban OD Bergelimpangan Setiap Lebaran

0
295

Bisa dipastikan setiap lebaran pasti banyak korban OD bermunculan. Di mana-mana. Di desa, di kota, bisa di luar negeri, paling banyak di negeri ini. Anda yang sedang baca tulisan ini, mungkin saja salah satunya.

PESTA KEMENANGAN OPOR

Opor bisa berbahan apa saja, bukan hanya ayam. Namun yang biasa digunakan adalah ayam. Tentu saja bukan hanya opor ayam yang akan dijadikan santapan wajib setiap lebaran. Masakan lain misalnya rendang dan jenis lainnya bisa menjadi menu utama hidangan lebaran tergantung daerah masing-masing.

Kebetulan di daerah saya, di keluarga besar saya, opor yang jadi pilihan pertama untuk dibikin di setiap lebaran. Jadi kalau dikompetisikan antar jenis sajian, oporlah juaranya. Bisa dikatakan opor dan lebaran selalu beriringan. Ibarat pepatah di mana ada gula di situ ada semut, di setiap lebaran pasti hadir opor ayam. Sudah jadi satu paket antara lebaran dan opor ayam.

KORBAN OPOR

Saking banyaknya, kalau tidak dibilang semua, yang membuat opor ayam, akhirnya banyak korban berjatuhan. Bagaimana tidak banyak korban? Mengonsumsi opor bukan hanya sekali dan bukan hanya sehari. Bisa berhari-hari. 

Makan opor ayam, biasanya dengan lontong atau ketupat, bisa lebih dari sekali dalam sehari karena mungkin saja pagi-siang-malam selalu menyantap opor. Belum lagi kalau bertandang untuk halalbihalal di rumah tetangga atau saudara, biasanya tuan rumah juga menyajikan ketupat atau lontong atau keduanya plus opor ayam. Mau nggak mau menyantapnya meskipun porsinya tidak banyak. Apalagi kalau kita termasuk tipe orang yang tidak enakan. Tidak bisa atau tidak berani menolak, takut tuan rumah tersinggung atau sakit hati.

Makan opor ayam juga bisa berhari-hari karena biasanya opor ayam yang dibuat tidak habis dikonsumsi dalam sehari. Belum lagi kalau bersilaturahmi ke tetangga dan saudara di hari-hari lain setelah lebaran hari pertama. Opor di rumah masih ada, di tempat lain kita makan opor juga.

MENANGANI KORBAN OPOR

Apa yang perlu dilakukan jika kita menghadapi korban opor atau korbannya kita sendiri? Ada satu cara yang dapat dilakukan untuk menolong korban, yaitu melakukan deoporisasi.

DEOPORISASI

Istilah apa ini? Kalau kita lihat di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), awalan “de” bermakna menghilangkan atau mengurangi. Jadi kata deoporisasi bisa dimaknai menghilangkan atau mengurangi dampak mengonsumsi opor yang terlalu banyak, biasanya rasa enek. Sebelumnya saya perlu ingatkan, Anda jangan terlalu serius menyimak penjelasan saya ini karena kata deoporisasi tidak akan Anda temukan di KBBI. Juga, deoporisasi ini tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kalaupun saya menjelaskan makna kata tersebut yang terlihat serius dan ilmiah, itu hanya keisengan saya mereka-reka sebuah kata. Meskipun demikin, saya pernah menulis panjang lebar perihal deoporisasi ini pada musim libur lebaran 13 tahun yang lalu tepatnya pada 20 Agustus 2012. 

Jika Anda ingin tahu lebih jauh perihal deoporisasi yang tidak serius dan tidak ilmiah ini, silakan baca tulisan berjudul Deoporisasi. Meskipun terlihat main-main, deoporisasi bisa menjadi solusi ketika kita terlalu banyak makan opor yang biasanya terjadi saat lebaran. Saya jamin rasa enek makan opor akan hilang meskipun tidak seketika. Bila ternyata tidak hilang-hilang, lupakan saja jaminan saya ini.

RESEP MENGUBAH OPOR

Opor yang masih ada, apalagi masih tersisa banyak, mungkin membuat kita gamang untuk menghabiskannya. Agar kegamangan hilang dan masakan tersebut tetap bisa dimakan tanpa khawatir akan enek, kita bisa menyiasati dengan mengubahnya menjadi masakan lain.

Banyak resep yang bisa kita jadikan acuan mengubah opor menjadi masakan berbeda. Atau Anda bisa berkreasi dan bereksperimen sendiri, misalnya mengubah opor menjadi es krim. Siapa tahu berhasil.

TERPAPAR OPOR DAN TERKAPAR

Ini pengalaman pribadi dan akan saya ceritakan khusus untuk Anda. Kejadiannya beberapa hari yang lalu menjelang, di saat, dan setelah lebaran tahun 2025 ini.

Ketika hari terakhir puasa Ramadan, saya sangat antusias membuat opor ayam apalagi ayam yang dipakai ayam kampung. Hasil menyembelih sendiri. Sudah bisa dipastikan rasanya lebih sedap dibandingkan ayam negeri atau ayam pejantan. Saya bisa bilang begitu karena saya sudah mencobanya semua. Opor ikan paus saja yang belum pernah saya bikin karena susah menangkap ikan pausnya atau bingung mencari kios yang menjualnya.

Menjelang petang opor ayam sudah jadi. Begitu datang waktu berbuka, sudah pasti bukanya menggunakan opor ayam. Pelantang masjid mengumandangkan takbir karena sudah masuk malam lebaran, saya dengan semangat menikmati opor ayam. 

Pagi sebelum salat idulfitri, bersama keluarga, kembali saya menikmati ketupat berlauk opor ayam. Saya masih antusias menyantapnya. 

Selanjutnya, karena kuah opor masih cukup banyak tapi potongan ayamnya tinggal sedikit, dan sayang kalau dibuang, direbuslah beberapa telur ayam. Opor daging ayam berubah menjadi opor telur ayam yang tetap berasa opor ayam tentu saja.

Opor Ayam + Telur

Waktunya makan siang tiba, masih tetap makan ketupat dengan guyuran opor… telur ayam. Tetap masih bisa menikmati lezatnya opor… telur ayam.

Karena dapat kiriman ayam kampung yang sudah dipotong-potong dan siap dimasak, ayam ini pun saya masak menjadi opor untuk makan malam nanti. Ayam kampung kedua ini lebih besar dari ayam pertama yang disembelih sendiri. Jadi sudah pasti jumlah dagingnya lebih banyak. Sudah pasti juga porsi opor yang saya buat lebih besar dari sebelumnya.

Makan malam tiba. Sepanci besar OPOR AYAM sudah terhidang. Saya masih aaaaannntttutututusiasss… menikmatinya. Karena opornya sepanci besar, tentu saja tak bakal habis malam itu. Masih ada hari esok, kawan. Besok pagi merupakan hari perjuangan bersama opor ayam. Semangat!

Kisah indah ini belum berakhir. Di freezer masih ada dua ekor ayam kampung beku yang dibeli di supermarket beberapa hari sebelum lebaran. Waktu beli sih sudah punya rencana mau dibikin opor ayam. Tekad saya memasak kedua ekor ayam kampung beku itu menjadi opor masih bulat. Belum benjol.

KORBAN OD BERGELIMPANGAN

Dua kata yang kalau disingkat menjadi OD ini sempat menarik perhatian saya. Istilah ini sangat aktual dan relevan dengan lebaran sehingga membuat saya berniat menjadikannya sebuah tulisan. Jadi kalau Anda membacanya sudah sampai di bagian ini, asal Anda tahu, terciptanya tulisan ini dipicu oleh status sahabat saya di WA-nya. 

Banyaknya korban OD di setiap lebaran memang bisa dipastikan. Bahkan tak tertutup kemungkinan Anda salah satunya. OD atau Opor Dosis jamak terjadi di waktu lebaran karena banyak bermunculan produsen opor. Kalau over dosis biasanya mengacu ke penggunaan obat yang melebihi dosis, opor dosis tentu Anda bisa tebak dosis apa yang kelebihan dikonsumsi.

EPILOG

Setelah dipertimbangkan dengan seksama dan dipikir masak-masak serta memperhatikan masukan dan kemungkinan tanggapan dari berbagai kalangan, akhirnya diputuskan dua ekor ayam kampung beku yang ada di freezer tidak dibuat opor. Gila apa? Saya kemudian menjadikannya ayam goreng.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here