Kita ini masing-masing punya sensitifitas yang berbeda-beda. Selayaknya, kita perlu menyikapi orang lain dengan perasaannya itu secara berbeda pula. Saya juga melakukan itu, tetapi dengan cara lain. Jika anda memainkan perasaan, percayalah, saya akan mempermainkannya.
Hari ini adalah ujian bagi kebapakan saya. Sebagai seorang ayah, saya harus mendampingi anak terkecil saya, Reyhan, di ruang dokter gigi. Saya harus berperan sebagai seorang ayah yang baik. Ayah yang bisa menenangkan anak saat ketakutan. Meyakinkan anak bahwa apa yang dialaminya merupakan hal yang biasa. Terjadi pada semua orang. Bahwa ke dokter untuk cabut gigi itu dijalani siapa...
Menjadi guru digital merupakan sebuah keharusan. Bukan untuk menggalau, media sosial itu sebagai amunisi dan sarana menjalani peran sebagai guru digital.
Menjadi pengajar bukan profesi yang gampang, tapi juga bukan pekerjaan yang sulit untuk dilakukan. Di Jawa (Tengah), karena guru dianggap selalu benar dengan segala yang diucapkan dan dilakukannya, kata guru mempunyai akronim ’digugu lan ditiru’ (dipercaya dan diikuti/ditirukan).