Ramadhan, It’s Overhaul Time

8
954

ramadhan, it's overhaul timeKembali Ramadhan datang. Alhamdulillah kita diberi kesempatan lagi bertemu dengan bulan turun mesin ini. Untuk itu, sudah sepatutnya kita bersyukur. Bersyukur karena ada manfaat Ramadhan bagi anggota tubuh yang bernama perut, atau lebih tepatnya pencernaan.

Bila mengingat aktivitas perut di bulan-bulan selepas Ramadhan tahun kemarin sampai akan masuk bulan suci sekarang, tentunya perut ini begitu keras bekerja  memproses makanan yang masuk. Ibarat mesin, perut ini terus menggiling dan menggiling setiap hari. Setidaknya kerja kerasnya sebanyak tiga kali yaitu saat sarapan, makan siang, dan makan pagi. Untuk sebagian dari kita, barangkali lebih dari tiga waktu. Kadang-kadang di antara waktu makan utama itu, kita suka ngemil. Saat ngemil ini, bila perut dianggap karyawan kantor, dia sedang melakukan kerja tambahan, semacam kerja lembur begitu. Bila perut ini mesin, dan jika mesin ini bekerja terus menerus, sudah pasti akan panas. Itulah sebabnya di pabrik yang memiliki mesin produksi sering dilakukan overhaul secara berkala untuk memelihara mesin-mesin itu. Jika perut ini dianggap mesin, kapan overhaul dilakukan?

Ramadhan adalah saat overhaul bagi perut kita, waktunya turun mesin. Kecuali orang yang tidak melakukan ibadah puasa di bulan ini, Ramadhan akan memberikan manfaat perut pelaku puasa. Itu merupakan bonus tambahan karena menjalankan ibadah puasa. Bonus itu bisa langsung dinikmati dan nyata terasa. Inilah salah satu manfaat dari banyak manfaat dari Ramadhan. Ramadhan akan menurukan ritme kerja pencernaan dalam memproses makanan. Yang tadinya harus kerja terus dari pagi sampai malam, setidaknya sekarang ada jeda istirahat selama pemilik perut menjalankan puasa. Dengan demikian dia tidak akan kerja sekeras seperti biasanya. Selain itu Ramadhan juga merupakan waktu terjadinya detoksifikasi, saat di mana proses pengeluaran racun dari dalam tubuh berlangsung lebih intensif. Intisifitas pengeluaran racun bisa terjadi karena puasa dilakukan selama satu bulan penuh.

Kegiatan turun mesin di bulan puasa ini tentu saja berdampak positif bagi perangkat-perangkat yang digunakan dalam memproses makanan. Sebagaimana terjadi pada mesin pabrik yang sedang dioverhaul, mesin dalam perut juga mengalami hal yang sama. Mur yang longgar dikencangkan kembali, bagian yang rusak diperbaiki, yang sudah tidak berfungsi diganti, hingga pada akhrinya semua akan siap untuk bekerja kembali. Saat Ramadhan ini berakhir, perut (pencernaan) akan siap bekerja keras lagi.

Jadi jika anda sayang perut, berpuasalah. Dengan demikian dia memiliki waktu untuk beristirahat sejenak. Ini selaras dengan sebuah hadist, ”Makanlah sebelum lapar, berhentilah sebelum kenyang.” Jelas maknanya, hadist itu mengajari kita untuk lebih manusiawi terhadap anggota tubuh manusia, yaitu perut bin pencernaan.

Selamat menjalankan puasa Ramadhan.

Sumber gambar: di sini

Catatan:
Tulisan ini merupakan artikel lomba yang diadakan di kompasiana.com