Saya ini termasuk orang yang selalu beruntung. Karena beruntung, setiap tahun jumlah teman, sahabat, dan saudara saya selalu bertambah. Seperti saat ini, ada 203 calon ilmuwan, pengusaha, insinyur, manajer, bahkan mungkin saja presiden yang menjadi sahabat saya.
Semua yang berkumpul tadi malam tentu saja manusia, bukan kebo. Mereka anggota Blogor. Namun sama seperti kebo atau binatang lain, mereka juga berkumpul sesama jenisnya. Tidak ada kebo berkumpul dengan harimau misalnya.
Setelah tulisan Orang-orang Sensitif diposting, ada yang berkomentar agar saya mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari apa yang menjadi tagline blog ini bahwa “aku berpikir sebelum aku bicara, aku berpikir sebelum aku berbuat, dan aku berpikir sebelum aku menilai”. Secara pribadi saya mengucapkan terima kasih karena telah diingatkan. Barangkali yang menjadi pertanyaan mengapa ada komentar seperti itu. Mungkin sekedar mengingatkan atau...
Terus bagaimana kita harus bersikap terhadap orang-orang sensitif seperti itu? Tentu saja kita perlu menjaga dan berhati-hati saat berucap atau bersikap. Namun ada baiknya juga orang-orang seperti ini diajari untuk tidak terlalu sensitif.
Tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna. Siapapun, pasti pernah melakukan kesalahan. Itu manusiawi. Namun, kadang-kadang kita menemukan manusia yang mengutuk kesalahan manusia lain layaknya dia sendiri tidak pernah berbuat atau memiliki kesalahan. Manusia macam ini bisa disebut seperti orang yang sudah memiliki tiket ke surga.
Sungguh indah hidup ini bila kita bisa saling mengerti dan memahami. Silaturahim pasti...







