Emang repot ya jadi ngetop (walah... terdengar narsis ya? *pake nanya lage*). Dikejar-kejar. Diuber-uber. Malahan pernah ada yang jatuh bangun gara-gara pengen meluk (bo’ong ding). Tapi kalo mau dipeluk emang bener. Sayangnya, yang mau meluk itu... orang gila. Oohh nooooo..........
Ceritanya, dulu, dulu sekali, entah berapa taon yang lalu (ga pentinglah masalah waktunya, ya ga? Ga setuju? Ya udah ga...
Bila memang waktunya tiba, siapapun tidak bisa menolak datangnya maut. Yang penting dilakukan adalah selalu berbuat kebaikan selama masih diberi hidup. Nggak ada gunanya menyesali yang sudah terjadi. Ironisnya, justru itulah yang sering terjadi. Menyesal ketika nasi sudah menjadi bubur.
Saya ini bukan penderita disleksia, kelainan saraf pada otak yang menyebabkan kesulitan dalam membaca. Jelas saya bisa membedakan 16 dengan 19, Juni dengan Juli. Nggak mungkin saya jadi pengajar kalau punya kelainan itu. Buktinya juga saya bisa sekolah sampai perguruan tinggi. Dan lulus. Tapi saya suka lupa. Kalau ini manusiawi, bukan penyakit. Sejak dulu, saya sering lupa akan tanggal...
Ini bukan mistik. Ini bukan klenik. Ini bukan magic. Juga bukan takhayul. Tapi ini terkait dengan sugesti. Dorongan dari dalam yang muncul karena tanda atau simbol. Terkait dengan kejiwaan. Bentar, bentar… bentar dulu toh. Maksudnya apa sih ini?
Istilah semiotika sebenarnya sudah agak lama saya dengar. Tapi saya tidak begitu care. Biasa, karena tidak terkait langsung, jadi cuek bebek. Namun...
Mungkin sudah sebelas tahun saya tidak menonton bioskop. Semenjak anak pertama saya bisa ngoceh (kayak burung saja!), saya tidak berani nonton. Takut ocehannya yang lebih kenceng dari suara film yang lagi diputar mengganggu penonton lain. Sejak saat itu saya putuskan beli player sebagai pengganti nonton di gedung bioskop. Saat itu dvd player belum ada. Pemutar film yang kualitasnya bagus...






