The Ghost Writer pula yang menjadi sarana menurunkan intensitas serangan rasa sepi yang melanda saya kemarin. Anda bisa membaca kondisi yang saya alami itu dalam tulisan berjudul Kesepian. The Ghost Writer yang menolong saya itu bukan berujud seorang penulis tetapi itu merupakan judul sebuah film yang pemerannya merupakan aktor favorit saya Pierce Brosnan. Aktor favorit jugakah dia bagi anda? Film itulah salah satu media yang akhirnya bisa menenteramkan kegundahan saya selain bersenang-senang makan malam di luar bersama istri dan kedua anak saya.
Film yang bergenre drama-thriller ini sangat menarik. Berkisah tentang seorang penulis hantu yang dibayar mahal untuk menyelesaikan buku seorang politisi Inggris bernama Adam Lang setelah penulis sebelumnya ditemukan meninggal di tepi pantai. Adam Lang (Pierce Brosnan) yang merupakan mantan perdana menteri Inggris ini dituduh sebagai penjahat perang dalam perang Irak selama masa jabatannya. Lewat naskah buku Memoirs of Adam Lang yang oleh si penulis hantu dipelajari sebelum diterbitkan itulah, akhirnya bisa dikuak perjalanan politik Adam Lang serta sisi lain dari pribadinya. Seperti film-film Hollywood lainnya, di akhir film ini dihadirkan sebuah kejutan terkait nasib Adam Lang dan si penulis hantunya. Seperti apakah itu? Saya akan menjadi pengkhianat bagi anda bila saya sampaikan di sini. Saya sarankan untuk menonton film ini. Agak berat memang, tapi menyembuhkan, khususnya bagi saya. Setidaknya bisa menjadi hiburan terutama bagi yang suka film drama.
Penulis hantu dalam The Ghost Writer itu bukan hanya sekedar kisah dalam film. Ada banyak penulis hantu yang bergentayangan di dunia ini. Sangat banyak! Seperti yang saya sampaikan di awal tulisan ini, ada ratusan ribu penulis hantu yang siap menulis untuk anda. Tarifnya tentu bervariasi sesuai tulisan pesanan yang diminta. Mengapa mereka hadir? Karena memang ada kebutuhan. Hukum pasar berlaku. Setiap permintaan memunculkan penawaran, dan sebaliknya.
Siapapun mungkin saja merasa butuh jasa penulis hantu. Mereka bisa mahasiswa yang lagi menyusun skripsi, pejabat atau politisi yang sedang memoles citra diri atau mengejar tingkat ekselon tertentu, pengusaha yang ingin mengaktualisasikan dirinya, selebriti yang ingin menambah nilai jual dan banyak lagi macamnya. Yang penting mereka punya uang atau bentuk lain sebagai imbal jasa bagi jerih payah penulis hantu. Oleh karena itu, jangan heran bila kemudian muncul seseorang, misalnya, pejabat yang track record kepenulisannya tidak jelas tiba-tiba berhasil menerbitkan buku yang tebalnya ratusan halaman. Sungguh mengesankan, barangkali juga sungguh memalukan bila ini dianggap aib.
Masalah menggunakan jasa penulis hantu itu aib atau bukan, semua kembali ke diri kita masing-masing. Jika anda pejabat, atau suatu saat menjadi pejabat, dan menganggap menggunakan uang anda untuk membayar penulis hantu itu wajar-wajar saja, itu hak anda. Toh itu uang anda sendiri, entah murni dari gaji atau hasil korupsi. Tetapi itulah kualitas yang anda miliki. Saya tidak menyalahkan anda bila membayar penulis hantu agar mau menulis untuk anda. Selama sesajinya lengkap, hantu manapun akan siap mendukung anda.
Bagaimana jika anda yang jadi hantunya, sudikah? Jawabannya saya kembalikan ke anda masing-masing. Jika orientasi anda uang semata, menjadi penulis hantu tentu bukan suatu masalah. Barangkali yang lebih bijak memilah-milah dulu proyek tulisan yang ditawarkan sebelum memilih. Tentunya anda akan menolak bila ditawari menulis Sebuah Biografi Sundel Bolong, ya kan? Meskipun si sundel itu menjanjikan anda masuk surga yang tentu saja jelas tidak mungkin dan tidak masuk akal.
Sumber gambar: di sini
