Jika hal di atas yang anda alami, anda tidak perlu khawatir. Bukan hanya anda yang seperti itu. Orang lain juga, termasuk saya. Meskipun saya suka menulis, adakalanya pakai macet dulu. Bahasa joroknya, seperti orang mau ’boker’ pakai sembelit dulu. Sembelitnya memang tidak separah dulu, tetapi ya tetap bikin macet juga. Meskipun demikian, setelah berhenti sesaat, biasanya jadi lancar kembali walaupun kemudian macet lagi. Pokoknya seperti itu deh, antara sembelit dan menulis silih berganti datangnya.
Bahasan ini barangkali hal klise atau bahkan basi bagi anda. Apalagi anda yang sudah senior dalam dunia tulis-menulis, entah anda ini seorang penulis maupun pengarang. Namun bagi saya pribadi, topik menulis tetap menarik perhatian dan tidak pernah ada matinya. Selalu ada yang bisa digali dari ranah ini. Tetap menjadi menarik dan saya tetap antusias membacanya. Hal itu selalu mengingatkan saya perihal betapa tidak gampangnya menulis bagi banyak orang terutama pemula. Intinya, tulisan tentang dunia tulis-menulis memiliki daya tarik yang sangat menghibur. Itulah sebabnya dan tidak salah jika saya bilang menulis itu menyenangkan.
Meskipun saya sudah cukup lama menulis dan tulisan yang sedang anda baca ini adalah tulisan saya yang ke-369 di blog ini, saya tetap masih merasa sebagai pemula. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, yang namanya sembelit tetap kadang-kadang muncul. Perihal ide tulisan, saya tidak memiliki masalah untuk mendapatkannya. Selalu ada sesuatu yang bisa dijadikan tulisan. Jika anda mengatakan tidak mempunyai ide saat akan menulis, berarti anda sedang berbohong. Dan itulah yang saya sebut kebohongan penulis. Tidak mungkin tidak ada ide yang bisa ditemukan untuk dijadikan bahan tulisan. Bila anda ingin tahu apa yang saya maksudkan itu, silakan baca tulisan saya yang berjudul Kebohongan Penulis.
Jika ada yang bilang menulis itu bikin pusing, saya percaya. Bila ada yang mengatakan menulis itu menyenangkan, saya juga percaya. Bagaimana menulis bikin pusing, saya nggak mau pusing-pusing menjelaskan lagi ke anda. Di awal tulisan ini saya sudah sebutkan. Jadi sekarang saya ingin berbagi dengan anda apa yang menyenangkan dari menulis. Dengan demikian, pernyataan menulis itu menyenangkan terbukti adanya.
Saya yang kadang-kadang dibuat pusing saat menulis tetap setuju bahwa menulis itu membawa kegembiraan. Di antara yang menyenangkan dari menulis adalah saya bisa mengekspresikan apa yang sedang saya rasakan. Ketika senang, tulisan saya buat pembaca mungkin terasa menari-nari sehingga mereka ikut merasakan sukacita yang saya tularkan lewat kata-kata. Saat duka menerpa, tulisan juga bisa menjadi perantara. Bahkan ketika perasaan menjadi ’melow’ (melankolis), saya juga bisa menggambarkannya untuk anda seperti yang pernah saya tuliskan dalam Baru Aku Tahu belum lama ini.
Menulis menjadi media memperbanyak sahabat adalah hal menyenangkan lainnya yang didapat dari kegiatan itu. Seperti yang bisa anda rasakan atau alami sendiri, mungkin, jumlah sahabat menjadi bertambah setelah mereka membaca tulisan kita, walaupun para sahabat itu sekalipun belum pernah kita jumpai di dunia nyata.
Media ekspresi dan bertambahnya sahabat adalah dua kesenangan yang bisa kita dapat dari menulis. Saya yakin selain yang dua itu, anda bisa mendapatkan hal-hal menyenangkan lainnya yang mungkin saja di luar yang bisa saya perkirakan.
Jadi, terbukti kan jika menulis itu menyenangkan? Cobalah!
Sumber gambar: di sini
