Site icon Wong Kam Fung

Nyali #PecundangTwitter

Ada dua kejadian yang saya permasalahkan belakangan ini. Pertama, kasus Marissa Haque yang mengubah komentar di blognya menjadi fitnah. Kedua, penerbitan novel pencitraan Anak Sejuta Bintang. Dari dua hal itu, salah satunya nampaknya telah mendatangkan seorang pecundang yang menyerang saya di Twitter. Karena kelakuannya yang lempar batu sembunyi tangan, pecundang ini kemudian saya beri julukan sekaligus saya buatkan hashtag istimewa untuknya: #PecundangTwitter.

24 Februari 2012 malam, tiba-tiba di linimasa Twitter saya muncul dua RT yang bernada sinis. Karena penasaran, saya masuk ke akun manusia pencerca itu. Rupanya akun itu dibuat di hari yang sama dan dua RT tersebut merupakan tweet pertama dan kedua. Semua data tentangnya palsu, termasuk foto profil. Saat itu jumlah followingnya 11 dan follower 2. Ketika saya cek siapa saja yang dia ikuti, dari 11 tweep tersebut salah satunya adalah akun @novel_asb milik penerbit Expose (Mizan). Dari hasil temuan itu, saya hanya berkomentar dalam hati: “Oh, orang ini kiriman Anak Sejuta Bintang rupanya.” Tentu saja kesimpulan saya itu sifatnya hanya sepihak. Benar atau tidak perlu dilakukan pembuktian silang. Mungkinkah?

Saya tidak menanggapi RT bernada sinis itu. Yang saya lakukan adalah langsung memblok akunnya karena saya tahu saya sedang berhadapan dengan seorang pecundang. Kemudian saya ciptakan hashtag #PecundangTwitter dan membuat beberapa kicauan menggunakan hashtag itu. Bukan apa-apa, hanya sebagai pengingat diri sendiri maupun pengguna Twitter lainnya atau biasa disebut dengan ‘tweep’ agar waspada dan tidak terpancing untuk melibatkan diri. Jelas berhubungan dengan pecundang semacam itu tidak ada keuntungan apapun dan buang-buang energi. Bila menanggapinya bisa-bisa kita akan terpancing emosi lalu melayaninya, dan itu yang memang dia inginkan. Pecundang Twitter semacam itu suka dengan ‘twitwar’ karena nyalinya hanya sebatas di linimasa. Jadi, percuma saja mengajaknya untuk berdiskusi apalagi berdebat secara temu muka.

Beberapa dari kicauan berhashtag #PecundangTwitter yang saya buat.

Rupanya keputusan saya untuk tidak melayani dan membuat hashtag #PecundangTwitter membuatnya marah. Karena dia saya blok, saya tidak tahu kemarahannya tersebut. Selain itu, saya juga sudah melupakan dia. Rupanya dia memanggil-manggil saya (mention)  berkali-kali di linimasanya. Dan yang lebih menggelikan lagi, dia membuat #PecunTwitter sebagai hashtag tandingan. Beberapa hari kemudian, saya baru tahu semua itu setelah sahabat saya yang juga menjadi sasaran sumpah-serapahnya, @mataharitimoer, mengirim sms mempertanyakan kelakuan #PecundangTwitter yang menyebut dia sebagai kembaran dari @wkf2010 (saya). Karena kiriman sms itulah saya kemudian masuk kembali ke akun pecundang itu. Alamak, rupanya dia telah ganti nama yang tadinya @uncle_doblang dia ganti dengan @pakde_doblang. Salah satu ciri pecundang Twitter telah dia tunjukkan: menjadi akun labil. Data dirinya juga dia ubah, dan tetap data palsu tentu saja. Jumlah following dinolkan, followernya sekarang menjadi lima. Pengubahan nama tidak berhenti di situ. Dia kemudian mengubahnya lagi menjadi @bangdoblang, dan nama terakhir yang saya temukan telah menjadi @doblangsky ketika tulisan ini dibuat. Anda jangan heran bila nama terakhir itu selanjutnya tidak dapat ditemukan karena sudah dia ubah lagi atau bahkan akunnya benar-benar dia hapus.

Anda lihat? Dari 123 tweet menjadi 86 setelah 37 tweet caci-makinya dia hapus.

Dari tulisan-tulisan yang saya buat, pecundang ini tahu bahwa saya menjadi blogger yang tidak disukai Marissa Haque dan Anak Sejuta Bintang (ASB). Karena itu, keadaan itu dia manfaatkan dengan membuat kicauan yang mengarahkan kecurigaan saya tentang siapa dirinya ke Marissa. Itu kecurigaan awal. Rasa curiga saya pada Marissa didasarkan pada:

  1. sebagian isi linimasanya yang berisi sapaan dan pujian ke Marissa dan Ikang serta tweet sinis ke @apriliokevin (anak Addie MS)
  2. tuduhan bahwa saya buzzer (ASB tak mungkin menuduh seperti itu karena mereka tahu saya bukan anggota tim buzzer ASB.)
  3. upaya dia mengadu domba saya dengan pihak ASB melalui komentar yang dibuat (menggunakan nama D. Setiawan, tentang cover ASB) di tulisan berjudul Anak Sejuta Bintang: Sebuah Novel Pencitraan. Dan ternyata komentar yg sama juga dikirimkan ke tulisan-tulisan lain yang kontra terhadap ASB seperti tulisan di blog milik @ErfanoNalakiano dan @mataharitimoer. Komentar itu selanjutnya saya teruskan ke @novel_asb dan sudah dijawab meskipun jawabannya membuat saya mengirimkan pertanyaan kembali karena @novel_asb mengesankan lepas tanggung jawab.

    Dan nampaknya tindakan saya meneruskan pertanyaan D. Setiawan itu membuat dia kecewa. Bukan tindakan itu yang dia harapkan rupanya.
  4. gaya bahasa dan penggunaan istilah yang merendahkan (filsuf mie instan, buzzer kacrut, tukang obat jadul, muna habis, Wong Kampungan) seperti yang dilakukan Marissa dalam blognya (baca: Memang Marissa Haque Doktor?)
  5. penggunaan istilah kamseupay meskipun ditulis kamseu***

 

Untuk memancing pecundang ini terus berkicau di linimasanya sehingga makin memperjelas bahwa dia adalah Marissa, saya kembali membuat kicauan menggunakan hashtag #PecundangTwitter. Silakan ikuti atau cari hashtag tersebut untuk membaca lebih rinci. Bahkan ketika kicauan saya tidak lagi menggunakan hashtag itu, dia meresponnya untuk memberi kesan bahwa dia memang Marissa.

Tetapi tunggu dulu! Tiba-tiba saja saya merasa bahwa dia bukan Marissa. Ada hal-hal yang tak mungkin dan tidak ada relevansinya dengan Marissa. Nampaknya si pecundang ini sengaja menyuguhkan data yang mengecoh agar kecurigaan saya tertuju pada Marissa. Betul-betul jahat sekali. Entah sadar atau tidak, pecundang ini telah melakukan fitnah. Data tersebut jelas mengarah ke Marissa tapi ada beberapa hal yang tak masuk akal buat saya bila dia yang menjadi #PecundangTwitter. Beberapa hal tersebut adalah:

  1. tuduhan saya sebagai buzzer (ASB) tak ada relevansinya dengan kepentingan Marissa,  lagi pula dari mana dia tahu saya buzzer atau bukan?
  2. penyebutan Mr. R dan Miss S (yg bisa dipastikan kependekan dari Raditya Dika dan Sherina Munaf) sebagai contoh buzzer pro yang memiliki follower di atas satu juta.
  3. si pecundang tahu profesi saya sebenarnya. Sayang tweet yang ini keburu dia hapus sebelum sempat diduplikasi. Memang sebelumnya ada yang menanyakan ke pihak lain secara intensif segala hal tentang saya termasuk pekerjaan setelah saya membuat tulisan yang mengecam novel ASB tetapi yang jelas si penanya itu bukan Marissa.
  4. pilihan nama Doblang yang diambil dari puisi karya WS Rendra berjudul Paman Doblang. Tidak ada, sejauh yang saya ketahui, track record Marissa Haque yang bersentuhan dengan dunia sastra, berbeda dengan, misalnya, Rieke Dyah Pitaloka, Cornelia Agatha, Maudy Koesnaedi, Dian Sastrowardoyo, atau Ine Febriyanti. Jadi, sungguh aneh jika tiba-tiba dia tertarik dengan dunia sastra.
  5. ungkapan atau istilah tertentu yang bukan mengacu ke Marissa seperti com’on, seriously, not smart-not funny. Anda yang sering berhubungan dengan orang yang menggunakan  ungkapan itu pasti sudah tidak asing lagi mendengar atau membacanya.

Dari temuan baru itu, saya kemudian merubah haluan kicauan saya. Kicauan menggunakan hashtag #PecundangTwitter tidak lagi saya arahkan ke Marissa. Beberapa di antaranya bisa anda baca di bawah ini. Sisanya? Lagi-lagi, silakan baca langsung di linimasa @wkf2010.

Dan nampaknya si #PecundangTwitter merasa dirinya mulai dikenali. Oleh karena itu, dia mencoba berbaik-baikan dengan @mataharitimoer (karena saya tidak mau mention atau RT tweet-tweetnya) dengan mengeluarkan 19 tweet yang bernomor dan dua tweet tanpa nomor, dan ini bukan style Marissa. Dia mencoba berdalih dan menganalogikan perbuatannya yang tidak lucu itu dengan humor, gelitikan, main petak umpet, dan segala macam analogi sebagai apologi. Bahkan si pecundang ini sempat memuji-muji @mataharitimoer sebagai orang yang santun dan smart (no.12) dalam upayanya berapologi. Begitukah dia berpikir bahwa tindakannya hanya sekedar kelakar dan lain-lain ketika memulai twitwar? Saya yakin tidak. Tweet-tweetnya penuh kebencian. Tidak ada sedikitpun rasa canda di dalamnya. Tweet dia yang berisi sumpah serapah itu akhirnya dia hapus semua setelah kehilangan akal. Namun sayang, bukti kelakuan bodohnya itu telah diduplikasi (screenshoot) sebelum dihapus. Anda bisa baca di bawah ini beberapa tweet sumpah-serapahnya yang sempat diduplikasi.

Tweet rayuan setelah mulai dikenali. Untuk melihat gambar yang lebih besar, silakan diklik.
Tweet bercandakah ini? Masih banyak tweet caci-makinya yang sudah dia hapus duluan. Untuk melihat gambar yang lebih besar, silakan diklik.

Karena saya merasa yakin bahwa #PecundangTwitter tersebut kemungkinan besar salah satu dari dua pihak yang pernah saya tulis, maka saya masuk ke linimasa Marissa Haque (@haquemarissa) dan dua orang yang paling berperan dalam melahirkan novel ASB yaitu Akmal Nasery Basral (@akmal_n_basral)/penulis dan Khrisna Pabichara (@1bichara)/penyunting. Saya berharap ada sesuatu yang bisa saya peroleh untuk menguak misteri ini. Untuk efisiensi waktu dan tenaga, pencarian saya mulai pada tanggal akun #PecundangTwitter dibuat yaitu 24 Februari sampai 28 Februari 2012 saat dia kehabisan akal dan menghapus semua kicauan yang mencerca @wkf2010 dan @mataharitimoer.

Tidak ada yang aneh dengan linimasa Marissa, maksudnya tidak jauh dari puja-puji terhadap dirinya sendiri, suami, dan anaknya. Narsis habis. Bahkan aktivitas terakhir dia lakukan 24 Feb pukul 10.34 pagi, sebelum akun pecundang itu diciptakan dan mulai menyerang di malam hari. Begitu juga linimasa milik @1bichara. Saya tidak menemukan hal yang bisa menghubungkan dia dengan @doblangsky. Linimasanya ramai dengan kicauan. Nampaknya pemiliknya begitu bawel dan sangat aktif bersosialisasi. Tiada hari yang kosong oleh tweet di linimasanya. Tampilan linimasa tersebut sengaja tidak dipanjang di sini karena begitu panjang dan beraneka ragam. Bila masih penasaran silakan masuk sendiri ke linimasa sang penyunting itu.

Tweet terakhir @haquemarissa saat dikunjungi (28 Februari 2012).

Yang mengejutkan adalah ketika saya masuk ke linimasa @akmal_n_basral. Ada beberapa kesamaan bahasan yang dituliskan di sana dengan yang ada di linimasa milik @doblangsky. Bahkan bukan saja harinya yang sama tetapi waktunya ada yang selisih hanya 19 menit. Kebetulankah? Jika ini sebuah kebetulan, benar-benar sangat luar biasa. Hal ini tentu saja sangat merugikan Akmal tetapi fakta yang saya temukan seperti itu. Saya tidak menuduh dialah si #PecundangTwitter itu tetapi saya akan sangat berterima kasih dan sangat mengapresiasi bila dia bersedia memberikan klarifikasi perihal kebetulan yang amat sangat ajaib ini. Mudah-mudahan saja klarifikasi yang diberikan jujur, bukan sebuah kebohongan baru yang digunakan untuk  menutupi kebohongan sebelumnya.

tentang Oscar
interaksi dengan @ibutjantik alias Jajang C. Noer
tentang posisi Indonesia berdasarkan hasil survei

Pesan untuk Akmal Nasery Basral sebagai pemilik akun @akmal_n_basral sekaligus penulis novel Anak Sejuta Bintang, kelakuan si @doblangsky ini jelas merugikan anda. Karena itu, anda harus melacak dan menyeret #PecundangTwitter tersebut karena reputasi anda taruhannya. Satu lagi, karena anda nampaknya rajin ibadah dan sering mengutip ayat suci Al-Qur’an, anda pasti tahu ampuhnya doa orang yang dizalimi. Berdoalah, agar sosok #PecundangTwitter bisa segera diungkap. Saya ikut berdoa bersama anda dari sini.

Bagi #PecundangTwitter, tinggal menunggu waktu saja kedokmu terbuka. IP addressmu ini akan mengungkap siapa dirimu sebenarnya. Begitu identitas asli dirimu saya peroleh, kau akan saya seret ke meja hijau untuk mempertanggungjawabkan perbuatan jahatmu. Kecuali kamu datang ke Bogor meminta maaf kepada saya (@wkf2010) dan @mataharitimoer dan bersumpah untuk tidak mengulangi lagi perbuatan pengecutmu itu. Kepada teman-teman yang peduli dengan kebenaran, mari kita lawan manusia pengecut macam @doblangsky dan tolong ikut melacak siapa pemilik IP address di bawah ini. Beberapa data yang bisa dimanfaatkan untuk melacak IP address tersebut: lokasi di Jakarta Raya, latitude -6.1744, longitude 106.8294, ISP PT Remala Abadi. Atas bantuan yang diberikan, sebelumnya saya sampaikan terima kasih.

Sumber gambar: pintu

 

Exit mobile version