Pertanyaan yang langsung muncul di benak saya, “Ini kuis beneran atau tipu-tipu dari seorang pencari follower atau suka disebut social climber?” Hadiah yang ditawarkan terlalu menarik untuk sebuah kuis sederhana dan begitu mudah. Hanya dengan mem-follow akun penyelenggara dan mempromosikan acara tersebut, peserta memiliki kemungkinan mendapatkan gadget yang lagi populer atau pulsa melimpah. It’s too good to be true. Saya berasumsi penyelenggara kuis atau lebih tepatnya undian berhadiah semacam ini kalau tidak seorang dermawan pasti seorang penipu. Mengapa demikian? Dalam kicauan yang ada di linimasa penyelenggara kegiatan ini, dia menyembutkan akan memberikan hadiah-hadiah tersebut apabila followernya telah mencapai 1000. Wow! Percayakah anda? Itulah sebabnya mengapa saya berasumsi seperti tersebut di atas.
Saya tidak tahu apa yang diinginkan penyelenggara kuis yang menggunakan nama @HadiahPromote tersebut. Apakah dia tadinya memang berniat mengadakan kuis tetapi kemudian berhenti karena banyak yang mempertanyakan dan meragukan, atau dari awal memang ingin menipu untuk mengumpulkan follower, hanya dia dan Sang Maha Tahu yang mengerti. Namun bila melihat nilai hadiah dibandingkan dengan jumlah follower yang disasar serta penamaan yang terkesan asal-asalan, @HadiahPromote jelas sebuah kuis tipu-tipu.
Coba anda perhatikan kronologi yang sempat saya catat ini. Akun yang dibuat 17 Maret 2012 tersebut segera dikerumuni dan difollow karena hadiah yang ditawarkan. Hanya dalam waktu tiga hari setelah dibuat, jumlah followernya sudah mencapai 303 pada tanggal 20 Maret. Hari berikutnya, 21 Maret, @HadiahPromote menyatakan undian dibatalkan. 23 Maret saya kembali melihat apakah akun tersebut masih hidup setelah pemiliknya menghentikan undian berhadiahnya. Rupanya akun tersebut masih ada dan anehnya meski undian sudah dibatalkan follower terus berdatangan dilihat dari jumlahnya yang sudah menjadi 705. Jumlah itu menjadi 800 lebih ketika terakhir saya lihat dan mungkin masih bertambah. Nampaknya mereka yang menjadi follower masih berharap undian tersebut benar-benar ada. Berapa jumlah followernya sekarang kita tak akan pernah tahu karena akun itu telah menghilang. Jika di linimasa anda ada @HadiahPromote dan anda klik, jawaban “This user does not exist.” yang akan anda terima. Saya bisa rasakan betapa kecewanya mereka yang menggantungkan harapannya pada akun yang tidak bertanggung jawab itu.
@HadiahPromote telah mengubah namanya entah menjadi siapa sekarang. Namanya memang sudah diganti dan tak terlacak tetapi nomor pemberian Twitter 527389408 tidak akan berubah meski dia terus berganti-ganti nama. Jika di linimasa anda tiba-tiba muncul kicauan dari orang yang anda rasa tidak pernah anda follow, coba dilihat nomor keanggotaannya. Bila nomornya sama seperti di atas, dialah jelmaan dari @HadiahPromote. Dan tak perlu marah atau kecewa, unfollow saja dia dan diblok sekalian.
Kuis atau undian palsu seperti yang dilakukan @HadiahPromote hanyalah salah satu bentuk kejahatan yang terjadi di internet. Untuk menghilangkannya adalah tidak mungkin karena sampai kapanpun akan muncul manusia jahat di dunia maya sebagaimana yang terjadi di dunia nyata. Mensterilkan dunia ini dari manusia jahat hanyalah sebuah utopia, angan-angan yang tak mungkin mewujud. Kejahatan adalah penyeimbang dari kebaikan yang terjadi di kehidupan ini dan itu memang skenario yang harus dijalani manusia. Karena kita tak mungkin menjadikan dunia ini isinya orang baik saja maka yang perlu kita lakukan adalah waspada. Itulah satu-satunya cara menghadapi kejahatan di internet. Kita harus tetap waspada sehingga sikap hati-hati akan muncul karenanya.
Sumber gambar: topeng
