Puncak. Bagi banyak orang, apalagi di akhir pekan dan apalagi untuk orang-orang Jakarta, tempat wisata itu merupakan obyek favorit untuk didatangi. Namun bagi saya, Puncak bukan menjadi tujuan istimewa. Hanya saja, karena ada acara Family Gathering, Jum’at sore (16/4) saya datang ke tempat itu. Malam harinya, saya ketemu dengan pejabat bakat nekat.
Dengan banyaknya korupsi di negeri ini, saya tidak heran jika anda kemudian menebak-nebak tulisan ini tentang kelakuan minus pejabat-pejabat kita. Judul itu memang sangat memungkinkan mengarahkan anda kepada cerita-cerita pejabat yang bisa dibilang nekat dalam mencari nafkah. Kenekatan yang dilakukan pejabat lebih sering dikonotasikan negatif. Mengapa bisa negatif seperti itu? Tidak heran hal itu terjadi karena bukan dalam jumlah sedikit pejabat-pejabat yang nekat melakukan korupsi. Bila anda berharap tulisan ini akan berkisah tentang pejabat korup, maaf, anda kecele.
Dalam acara itu, ada yang berkesan bagi saya. Saat acara organ tunggal yang diadakan Jum’at malam, pimpinan penghibur yang sekaligus kepala keluarga penyanyi mengajak peserta gathering turut menyanyi. Dia menenteramkan kami bahwa menyanyi itu pekerjaan gampang. Dorongan yang diberikan kepada peserta agar mau dan bisa menyanyi cukup unik. Hal itu terkait dengan pejabat, bakat, dan nekat. Saya setuju dengan tiga hal itu. Menjadi penyanyi itu memang gampang. Bukan masalah suara bagus atau tidak. Selama orang itu bisa mengeluarkan suara, siapapun bisa menyanyi. Terus apa hubungannya antara menjadi penyanyi dengan pejabat, bakat dan nekat?
Untuk menjadi penyanyi, cukup dibutuhkan salah satu dari tiga hal itu. Sukur-sukur bisa memiliki ketiganya. Ketika anda menjadi pejabat, maka otomatis anda akan menjadi penyanyi. Meskipun suara anda tidak karuan, tidak ada anak buah yang berani protes. Mereka akan mengangguk-angguk dan bertepuk tangan meskipun dalam hati mereka berkata suara anda tidak lebih baik dari radio rusak. Bila anda bukan pejabat, tetapi suara anda memang dahsyat dan gaya anda sangat atraktif sehingga benar-benar menghibur dan membius, berarti anda memiliki bakat. Menyanyi apapun akan terdengar enak, renyah dan pulen. Pejabat bukan, bakat nggak punya, tenaaanngggg… masih ada satu lagi yang bisa membuat anda menjadi penyanyi. Nekat. Asal anda berani malu dan tak tahu malu, modal ini sangat ampuh mendongkrak popularitas anda sebagai penyanyi. Saya yakin dengan modal nekat anda akan sukses menjadi penyanyi yang ditimpukin penontonnya. Audien akan menyambit secara emosial setiap anda hadir.
Siap ditimpukin, eh, jadi penyanyi?
