Site icon Wong Kam Fung

Bidadari Masuk Angin

Saya menemukan surga di pameran The 18th Indonesia International Motor Show. Banyak keindahan saya temukan di sana. Tapi sayang, surga itu bukan milik saya.

Pameran yang diadakan di bekas lapangan terbang Kemayoran terlihat menyedot banyak pengunjung. Semua jenis manusia ada di tempat itu, tentu yang terbanyak pastilah manusia-manusia kinclong dan mulus. Mereka orang-orang berduit yang memang memiliki kepentingan dengan pameran mobil itu. Bagi orang-orang ’tajir’ ini, pameran seperti ini adalah surga yang berisi mobil mewah dan megah lengkap dengan bidadari-bidadarinya.

Berbagai mobil bermerek dalam dan luar negeri dipajang di arena pameran. Namun, sebagian besar merek-merek yang terpampang datang dari luar negeri. Dan itulah pilihan yang diminati para pengunjung, baik yang memang berniat membeli atau setidaknya melihat-lihat dulu sebelum memutuskan membelanjakan uangnya.

Saya yang juga berkesempatan melihat pameran juga menjadi tertarik. Bukan, bukan tertarik dengan mobil-mobil baru dan mewah itu. Ada tiga hal yang menarik perhatian saya dan itu tidak ada kaitannya dengan mobil yang sedang dipamerkan untuk dijual. Pertama, saya terpikat dengan beberapa mobil kuno (antik) yang juga dipajang di dekat pintu masuk gedung pameran. Tentu saja sekedar menganggumi, tidak bisa memegang apalagi membelai-belai sebagaimana saya membelai istri. Kedua, sebuah robot yang terbuat dari suku cadang mobil seperti dalam film bioskop Transformer (kalau tidak salah). Robot ini juga tidak saya belai-belai. Banyak anak-anak yang berebut berfoto di depan robot mobil itu. Ketiga, dan ini mungkin yang paling menarik bagi sebagian pengunjung, gadis-gadis cantik yang menjadi bidadari surga pameran. Melihat baju yang dipakai, mereka perlu dikasihani. Kebanyakan baju yang mereka kenakan kekurangan bahan. Semoga mereka tidak masuk angin. Kan tidak lucu, bidadari kok masuk angin.

Karena merasa bukan surga saya, waktu keliling arena pameran juga tidak lama. Cukup berkeliling sebentar melihat-lihat pengunjung, bukan mobil yang dipajang kecuali mobil antik, mengambil beberapa foto dan keluar dari arena pameran. That’s it.

Exit mobile version