Semua orang punya rahasia, entah yang menyenangkan terutama yang menjijikkan. Anda tidak perlu cerita sama saya tentang rahasia anda itu. Namun jika anda maksa, bolehlah disampaikan. Saya juga tidak akan menceritakan rahasia memalukan saya. Nehik! Namun saya lagi berbaik hati sekarang. Saya akan mengisahkan rahasia saya. Tapi anda harus janji, “Jangan bilang siapa-siapa ya?”
Lama saya dengar bukunya penulis ostrali...
Tak gampang berbagi ruang untuk mereka yang terbiasa maunya serba sendiri. Bila bisa dinikmati sendiri, mengapa harus berbagi. Begitu kira-kira prinsip mereka.
Maman S. Mahayana kembali mengkritik 20 cerpen dalam epilog yang dia tulis untuk buku antologi cerpen pilihan Kompas 2012, Laki-laki Pemanggul Goni. Meski terkesan 'kejam', tulisan yang dia beri judul Potret Indonesia dalam Cerpen isinya sangat mencerahkan. Di sisi lain, dengan tulisan tersebut, Maman bak burung merak yang sedang mengembangkan bulu ekornya di musim kawin.