>

Hari Sabtu (21/4) anak-anak BEC Angkatan 9 diwisuda di Gedung Wanita sebelah Bogor Permai. Seluruhnya berjumlah 46 orang. 23 laki 23 perempuan. Semua nampak senang, nggak ada yang susah juga cemberut. Yang ada hanya senyum dan ketawa. Lihat saja Oni yang punya idola Valentino Rossi. Dengan bangganya, dia pamerkan giginya yang putih. Keceriannya tidak beda dengan yang ditunjukkan oleh Hudri yang ada di sebelahnya. Dia yang suka dipanggil Bedul oleh teman-temannya dengan pedenya berpose di depan kamera. Barangkali karena sudah terbebas dari beban kuliah di BEC, atau karena berdiri di sebelah cewek cantik? Hanya Bedul eh Hudri eh Bedul yang tahu.


Di barisan wisudawan, meskipun acaranya formal dan serius, mereka tetap cengangas-cengenges. Apalagi ketika tahu sedang difoto. Udah deh, action abis. Untungnya hanya sebagian yang tahu kalau sedang diambil gambarnya. Bila semuanya tahu, bisa bubar tuh barisan. Maklum, narsis semua.


Beda dengan barisan wisudawatinya. Mereka kelihatan anteng. Hanya bagian belakang saja yang terlihat ngobrol. Nggak heran karena mereka yang ngobrol memang tukang ngrumpi. Mereka termasuk orang-orang yang nggak bisa diem. Saya suka julukin kelompok hiperaktif ini dengan ‘three musketeers’. Mereka ini yang beberapa waktu lalu nemenin saya dalam Ekspedisi Puncak Salak 1 dan Ekspedisi Gede-Pangrango. Tapi sekarang tidak kelihatan kalau mereka wanita tangguh karena pada pake kebaya semua. Saya kok pengen tahu bentuknya seperti apa kalau mereka manggul carrier dan backpack tapi dengan berpakaian seperti itu. Barangkali ini salah satu contoh model Kartini millenium, meureun


Acara wisuda ini juga menjadi ajang silaturahim antar keluarga masing-masing yang diwisuda, juga antara mereka dengan para pengajar. Saya sempat dikenalkan dengan beberapa diantaranya. Sebagian dari mereka sudah pernah saya temui ketika survei atau wawancara. Senang rasanya melihat mereka gembira. Saya sempat ngomong ke teman pengajar bahwa saya pengen lihat salah satu mahasiswa yang diwisuda beserta orangtuanya. Kenapa saya ingin seperti itu, karena mereka pernah bilang ke saya kalau ingin sekali melihat anaknya diwisuda. Pasti mereka bangga dan gembira sekali menghadiri seremoni pengukuhan keberhasilan buah hatinya. Sayangnya saya hanya melihat anaknya dan tidak sempat ketemu dengan keluarganya.

Selamat atas keberhasilannya. Jangan berlama-lama terlena. Jalan masih panjang dan dunia terbentang luas di depanmu. Seperti pernah saya bilang, jadilah winner, bukan loser. Apapun kondisinya. Sayonara my friends.

SHARE
Previous articleSurken
Next articleIseng

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here