Warung kopi tua ini memang sudah masuk agenda untuk didatangi. Namun tidak sekarang, sebenarnya. Berhubung ada keperluan di Mabes Polri (Blok M) hari ini maka sekalian saja mampir ngopi di tempat tersebut setelah urusan bikin SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), dulu SKKB (Surat Keterangan Kelakuan Baik), kelar.

Menikmati kopi setelah menyelesaikan urusan atau pulang kerja memang menyenangkan. Menyeruput kopi, ngemil kudapan, ngobrol ngalor-ngidul, ini jelas bikin sedap hati. Itulah sebabnya saat masuk warung kopi tua di dekat Stasiun Gondangdia ini, hanya ada beberapa kursi kosong. Itupun tak lama. Beberapa menit kemudian setelah saya menaruh pantat, pelanggan berdatangan memenuhi tempat duduk yang masih kosong itu.

Warung Kopi Tua di Jakarta

Phoenam merupakan warung kopi tua yang lokasinya tidak jauh dari Stasiun Gondangdia. Hanya jalan kaki sekitar tiga menit ke arah Tugu Tani untuk sampai di warung kopi tua ini. Usianya lebih muda bila dibandingkan dengan Warung Kopi Purnama yang berada di Bandung yang April lalu saya kunjungi. Namun sebagaimana warung kopi yang ada di Bandung, ada kekhasan yang dimiliki Phoenam sebagai warung kopi tua. Di antaranya adalah tidak ada suara musik sebagaimana biasa terdengar di kafe-kafe. Phoenam murni jadi tempat ngopi dan ngobrol. Yang terdengar hanya cekikikan, ketawa ngakak, atau obrolan samar-samar dari para pengunjung. Benar-benar tempat ngopi yang hidup dan penuh kehidupan. Saya sempat perhatikan sekeliling, tidak semua pengunjung membawa gawai. Hanya sebagian. Itu juga, mereka yang membawa gawai hanya sekali-sekali menengoknya. Mereka lebih banyak ngobrol asyik bersama teman.

warung kopi tua di jakarta - penikmat kopi phoenam
Para Penikmat Kopi Phoenam

Menu dan Jam Buka Warung Kopi Phoenam

Sebagaimana slogan yang dimiliki: Coffee Shop & Aneka Roti Bakar, Phoenam menyajikan beragam minuman kopi dan macam-macam roti bakar. Saya mencoba es kopi hitam Phoenam untuk menjajal bagaimana rasa kopinya. Warung kopi yang bisa bertahan lama pasti memiliki kekhasan pada kopinya. Dan ternyata benar. Di seruputan pertama, saya mencecap rasa kopi robusta yang disangrai gosong (dark roasted). Dengan ditambah es batu, es kopi hitam Phoenam ini benar-benar sedap. Tampilannya juga menarik. Ada buih di atas kopi mirip minuman bersoda.

warung kopi tua di jakarta - es kopi hitam phoenam
Es Kopi Hitam Phoenam

Sebagai teman ngopi, pisang bakar dan roti bakar bisa jadi pasangan ideal. Karena warung kopi tua ini memproklamirkan diri memiliki aneka roti bakar, saya sempat tanyakan ke salah satu mbak-mbak pramusaji roti bakar apa yang sering dipesan. “Yang sering dipesan sih roti bakar isi sarikaya,” jawabnya. Roti bakar andalan itulah yang kemudian saya pesan. Dan tak heran bila banyak peminat karena rasanya memang nikmat.

warung kopi tua di jakarta - roti bakar sarikaya
Roti Bakar Sarikaya

Harga yang dibanderol masih wajar. Apalagi untuk ukuran Jakarta. Uang yang dikeluarkan sebanding dengan nikmatnya kopi dan penganan yang saya pesan. Es kopi hitam Phoenam dihargai Rp 24.000, es kopi susu Phoenam Rp 26.000, pisang bakar keju Rp 14.000, dan roti bakar isi sarikaya Rp 18.000.

Warung Kopi Phoenam buka mulai pukul 6.30 WIB sampai 22.00 WIB. Jika Anda orang Bogor yang kerja di Jakarta dan naik KRL Commuter Line setiap hari, Anda bisa nongkrong dulu di warung kopi tua yang asyik ini.

Kisah Phoenam

Dari tulisan yang terpampang di belakang meja kasir, Warung Kopi Phoenam pertama kali didirikan oleh Liong Thay Hiong dan saudaranya, Prof. Dr. Thay Phen Liong, pada 1946 di Makassar. Phoenam dari kata phoe nam memiliki arti tempat persinggahan selatan. Setelah berjalan sekian lama, makna itu mewujud nyata. Phoenam benar-benar menjadi tempat persinggahan para pecinta kopi.

warung kopi tua di jakarta - penikmat kopi phoenam 2
Para Pesinggah di Lantai 2 Warung Kopi Phoenam

Kopi racikan Phoenam ternyata banyak disuka pengunjungnya. Phoenam terus berkembang. Sayapnya terus membentang hingga keluar Makassar. Salah satunya ada di dekat Stasiun Gondangdia, persisnya di Jalan K.H. Wahid Hasyim No.12, Jakarta Pusat. Di Google Map, warung kopi tua ini ditandai sebagai Phoenam Coffee Shop. Jadi kalau mau mencari tempat ngopi yang saya maksud ini via Google Map, ketiklah Phoenam Coffee Shop di kolom pencari.
warung kopi tua di jakarta - phoenam
Saat ini Phoenam yang memiliki andalan kopi susu, tapi saya lebih suka es kopi hitamnya yang berbuih itu, dikelola Bonny Liongadi yang merupakan generasi ketiga. Ayah Bonny adalah Albert Liongadi, anak dari Liong Thay Hiong.

Warung kopi tua ini tak pernah sepi dari pengunjung. Mereka bukan anak-anak muda pemburu spot instagramable tapi kaum penikmat kopi dan suasananya serta orang-orang yang lebih suka interaksi sosial nyata daripada berhaha-hihi di dunia maya. Bila warung kopi tua yang berlokasi di ruko tiga lantai ini jadi tempat berkumpulnya orang-orang Makassar (Ujung Pandang) di Jakarta, hal itu tak aneh karena memang dari sanalah warung kopi tua ini berasal.

Sumber gambar: koleksi pribadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here