piring putri campaSerambi memang salah satu bagian bangunan yang nyaman untuk berleha-leha. Tempatnya yang biasanya terbuka menyebabkan angin dengan bebasnya berlalu-lalang. Akibatnya, serambi itu terasa adem baik siang maupun malam.

Sebuah masjid biasanya juga memiliki serambi. Begitu pula dengan Masjid Agung Demak. Serambi masjid peninggalan Wali Songo ini cukup luas. Serambi itu juga untuk berleha-leha selain untuk tempat ibadah. Baik siang maupun malam, banyak orang duduk-duduk di tempat itu. Mereka sendiri-sendiri atau bergerombol. Penduduk setempat maupun para pelancong.

piring putri campaAda hal menarik sekaligus membuat penasaran di serambi Masjid Agung Demak. Di dinding serambi tersebut terdapat banyak piring tembikar dari Tiongkok yang berfungsi sebagai hiasan. Hiasan tembikar itu dikenal dengan sebutan piring Putri Campa. Putri asalΒ  Tiongkok ini merupakan permaisuri Raja Majapahit terakhir, Brawijaya, yang makamnya ada di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

piring putri campa

Bentuk dari piring itu bermacam-macam. Warnanya putih dengan ornamen biru. Bukan bentuk dan warnanya yang menarik dan membuat penasaran kami sebagai anak-anak saat itu tetapi jumlahnya yang berubah-ubah saat kami hitung. Kami berkali-kali menghitungnya dan hasilnya selalu tidak sama. Peristiwa itu begitu dalam menancap dalam benak saya. Sampai sekarang pun, setiap saya pulang kampung dan shalat di masjid walisongo itu, kenangan terkait dengan piring-piring yang menempel di dinding serambi selalu melintas. Kenangan bagaimana saya dan teman-teman sepermainan berusaha mati-matian menghitung piring Putri Campa itu agar menghasilkan jumlah yang sama dalam beberapa kali menghitung.

piring putri campaSaat keanehan itu saya ceritakan kepada kedua anak saya, yang gede kelas 10 (kelas 1 SMA) adiknya kelas 5 SD, merekapun jadi penasaran. Dicobanya juga untuk menghitung. Hitungan yang dihasilkan, piring itu berjumlah 61 buah. Dihitung lagi. Hasilnya: 60. Aneh ya?

Ini bukan hal mistis atau suatu mitos. Jumlah hitungan yang berbeda tentu saja terjadi karena ketidaktelitian. Apalagi pada saat masa kanak-kanak dulu. Kami bergantian menghitung, dan masing-masing hasilnya bisa tidak sama. Selisih angka antara teman yang satu dengan yang lain atau dengan saya sendiri malah bisa sampai sembilan. Mana yang benar, saya juga tidak tahu pada waktu itu. Karena setiap kali dihitung ulang untuk memastikan jumlahnya, hasil yang didapat selalu berubah-ubah. Akhirnya kami semua menyerah dan memutuskan bahwa jumlah piring Putri Campa yang menempel di dinding serambi Masjid Agung Demak itu memang misteri. Misteri tak terpecahkan hingga saya dewasa dan merantau ke kota lain.

Bila ditanya berapa jumlah sebenarnya dari piring-piring itu, saya sendiri belum menghitungnya lagi. Biarlah itu jadi misteri tak terpecahkan bagi saya sekarang. Nanti saja bila ada waktu dan mau mencoba menghitungnya, akan saya lakukan untuk anda.

Jika anda mampir ke Masjid Agung Demak dan ada waktu, coba anda sempatkan menghitung piring-piring itu. Jangan hanya sekali tetapi tiga kali. Apakah hasilnya sama atau tidak. Bila hasilnya tidak sama, mungkin anda kurang teliti. Sekadar iseng. Gratis kok.

8 COMMENTS

  1. Bismillahirrohmanirrohim,,,sepertinya hitungan yang hasil pertama selalu benar,,dan hitungan yang kedua bisa juga benar…hehehe
    saya juga pengen ke sana pak…Insya Allah

  2. unik banget piring2nya ya…
    hahaha iya kalo banyak gitu pasti diitung gak pernah sama jumlahnya… πŸ˜€ coba ditanya ke pengurus masjid nya aja untuk tanya sebenernya berapa sih jumlah piringnya yang bener… πŸ˜€

  3. Begini tekniknya:
    1. Sediakan seratus buah kelereng dan dua buah gelas.
    2. Taruh seratus kelereng dalam gelas pertama.
    3. Pecahkan satu piring yang masih utuh.
    4. Pindahkan satu kelereng ke gelas ke dua.
    5. Lihat apakah masih ada piring yang belum pecah, jika masih ada kembalilah ke langkah 3
    6. Bawa pulang gelas ke dua beserta kelereng di dalamnya
    7. Setelah sampai di rumah, hitung jumlah kelereng yang ada di dalam gelas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here