>Sudah lima angkatan yang saya ikuti dalam acara pembagian KHS – kartu hasi studi – di BEC, tapi baru kali ini yang paling heboh. Seperti biasa acara tangis-tangisan pasti ada, namun tidak sampai terdengar dan di depan umum. Angkatan yang ke 10 ini benar-benar lain. Saya menyebutnya angkatan ekspresif. Kejadiannya berlangsung Kamis (5/4) kemarin tapi baru sempat saya tuliskan sekarang. Maklum, sok sibuk (biar nggak dibilang malas). Tapi emang bener kok, saya ingin menuliskan kesan yang ada pada hari itu.

Saking hebohnya, saya dan teman-teman pengajar lainnya sengaja membiarkan mereka meluapkan emosinya. Sengaja mereka diberi waktu untuk bertangis-tangisan, berpeluk-pelukan (mirip teletubbies – bedanya kalau teletubbies ketawa-ketiwi). Bukan hanya mahasiswanya, laki perempuan, yang tangis-tangisan, ibu-ibu dosennya juga pada mencucurkan air mata. Bukan hanya mereka yang di-DO, yang lulus malahan ada yang lebih kenceng nangisnya. Rupanya suasana yang tercipta memiliki daya sedot yang kuat (kayak pompa saja ya). Semua orang terpengaruh. Saya sendiri sempat berkaca-kaca menahan emosi yang bergejolak melihat ruang yang penuh orang menangis. Apalagi ada suara Freddie Mercury yang mengiringi dengan ‘We are the Champion’nya. Pas deh. Bahkan saat bu Linda saya tanya kenapa nangis, katanya tadi janjinya nggak kayak gitu, nggak pakai musik. Ya udah, gara-gara si Freddie, suasanya jadi benar-benar sinetron banget. It’s such a touching moment.

SHARE
Previous articleCamping Perdana
Next articleSurken

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here