kompasBanggakah saya jadi anggota tim SAR? Jelas bangga! Senangkah? Pasti! Pusingkah? Ya! Frustasikah? Kadang-kadang. Capekah? Sangat! Kapokkah? Tidak! Intinya, rasanya macam-macam. Ya senang ya susah, ya sedih ya gembira. Meski kadang badan rasanya seperti habis digebukin.

Anda yang pernah membaca kisah saya tentang tim SAR barangkali sudah tidak heran dengan cerita ini. Dan saya juga yakin anda bisa menebak apa kira-kira nikmatnya menjadi anggota tim SAR ala WKF. Betul, saya memang pernah menuliskan hal tersebut beberapa waktu yang lalu.

Sebagaimana yang pernah saya tulis, karena pekerjaan, saya dimungkinkan untuk berprofesi sebagai anggota tim SAR setiap tahunnya. Tentu saja bukan sekedar anggota tim SAR amatir tetapi saya seorang profesional karena saya dibayar untuk melakukan hal itu. Yang menggembirakan sebenarnya bukan bayarannya tetapi pengalaman menjalani pekerjaan sebagai anggota tim SAR itulah. Rasanya asyik-asyik gimana gitu.

Tugas mencari orang kali ini berada di wilayah Bogor Utara (Cimahpar), Bogor Barat (Karekhel dan Cibeureum Tengah) dan wilayah Cileungsi (Pasirangin, Dayeuh). Tugas pencarian ini sebenarnya sudah dipermudah dengan adanya petunjuk arah dan peta yang telah disediakan. Sayangnya, kadang-kadang petunjuk dan peta tersebut terlalu sederhana dan kadang malah membingungkan. Di sinilah ketangguhan dan mental seorang anggota tim SAR sedang diuji. Jika anda di posisi saya dan anda tidak tahan banting, bukan bermaksud meremehkan anda, anda pasti nangis darah saking frustasinya. Meskipun saya tidak sampai nangis darah tetapi ujian tersebut kadang-kadang membuat saya frustasi. Masih berminat meneruskan membaca? Saya lanjutkan kalau begitu.

Pencarian pertama saya lakukan di wilayah Cimahpar. Untuk sampai ke tempat tersebut menurut catatan yang saya pegang, saya harus lewat Gang Nangka. Gang ini persis berhadapan dengan jalan masuk ke lapangan futsal Cimahpar. Tidak ada yang istimewa di sini. Dan tidak banyak yang perlu saya ceritakan. Satu hal yang menyenangkan saya saat memasuki wilayah yang masih cakupan Bogor Utara ini adalah melewati perkebunan tebu. That’s it!

Dua hari kemudian saya kembali melakukan pencarian. Saya mulai dari daerah paling ujung yang menjadi tanggung jawab saya yang berada di wilayah Bogor Barat yaitu di Kampung Pabuaran Dukuh, Desa Karekhel. Ada beberapa kenalan yang tahu persis Desa Karekhel yang sempat saya tanya tentang posisi desa tersebut sebelum saya meluncur ke lokasi. Perihal kampungnya, itu soal mudah, saya bisa tanya warga sekitar saat sudah sampai di Desa Karekhel. Berbekal informasi tambahan dari teman yang sangat membantu serta tanya sana-sini sepanjang perjalanan, saya berhasil menemukan lokasi dan orang yang saya cari. Tugas pertama terselesaikan dengan baik.

Selanjutnya saya menuju lokasi kedua yaitu Desa Sindang Sari yang berada di wilayah Cibereum Tengah. Untuk menuju desa ini saya harus melalui pertigaan Dramaga, setelah melewati pasar Cibereum saya harus belok kiri. Di sini masalah mulai muncul. Saya tidak sempat bertanya ke teman sebagaimana yang saya lakukan sebelumnya. Hanya berbekal petunjuk dan peta yang ala kadarnya, saya mencari lokasi sasaran. Yang saya baca di petunjuk hanyalah keterangan bahwa rumah yang harus dicari berwarna oranye. Dan apa yang saya temukan? Wilayah yang disebutkan memiliki jalan yang begitu panjang dan sepanjang jalan itu bukan hanya satu rumah yang bercat oranye. Itupun yang berada persis di pinggir jalan dan jelas terlihat. Namun demikian, anggota tim SAR sejati harus pantang menyerah. Saya terus menyusuri jalan hingga sebelah kiri dan kanan jalan mulai sepi dari rumah-rumah, yang ada hanya kebun dan sawah. Jelas, rumah yang saya cari pasti sudah terlewatkan. Untuk memastikan, saya bertanya kepada seseorang yang saya temui di jalan. Dan ternyata dugaan saya tidak salah, salah telah tersesat di sebuah desa yang bernama Neglasari. Julukan sebagai anggota tim SAR tangguh alias tim kesaSAR sudah menunjukkan bukti. Saya kesasar my dear! 😉

Pencarian di Sindang Sari akhirnya terselesaikan. Rumahnya berhasil saya temukan tetapi sayang orang yang saya cari tidak ada. Dia sedang berada di luar rumah karena suatu keperluan. Tidak ada rotan akarpun jadi. Tidak ada dia, orang yang di rumah boleh juga karena sebenarnya saya juga perlu bertemu dengan keluarganya. Setelah urusan selesai, saya putuskan berhenti melakukan pencarian hari itu (Sabtu). Pencarian akan saya teruskan nanti hari Senin pagi di wilayah Cileungsi.

Bersambung ke Tim SAR Tahunan #2.

 

Sumber gambar: di sini

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here