Bawang merah
Bawang putih
Cabai
Tomat
Garam
Daun salam
Sereh
Jeruk daun (boleh buah boleh daunnya)
Kemiri
Petai

Apaan tuh? Itu ramuan sambal yang saya uleg tadi malam (malam Minggu). Rupanya Ramadhan tidak menyurutkan para tetangga yang lagi giliran ronda untuk makan-makan. Memang kadang malah bisa dibilang jadi kebiasaan kalau malam Minggu. Mereka, meskipun pejantan semua, suka masak-masak. Kemudian disantap ramai-ramai. Persis seperti pestanya orang Papua. Duduk berhadap-hadapan yang ditengahnya dihampar daun pisang utuh tempat hidangan ditaruh di atasnya.

Menunya rutin. Itu-itu saja. Tapi herannya, nggak pernah bosen. Selalu yang dimakan nasi putih, ikan teri goreng, sambel dengan resep yang saya sebutkan di atas, kerupuk, dan kalau lagi ada, petai. Nikmat rasanya, meskipun alakadarnya. Barangkali karena kebersamaannya itulah yang membuat makanan yang sederhana jadi lezat.

Saya sendiri sudah ikut pesta tengah malam itu beberapa kali. Tapi sampai yang tadi malam, belum pernah sekalipun ikut iuran. Kayaknya ada pembagian tugas. Orang lain tugasnya ngeluarin duit buat beli bahan baku, memasak, lalu ada yang tugasnya makan. Saya sampai saat ini masih termasuk kelompok dengan tugas yang terakhir itu. Kalaupun tadi malam saya nguleg sambel, itupun semata-mata ingin merasakan berolahraga di tengah malam. Wek!

Semalam agak berbeda dari biasanya. Karena ada pak Yatin yang pinter bikin nasi kebuli. Maka, nasi putih yang biasanya polos, hanya dikasih daun salam saat masaknya, semalam dibikin berbeda. Ada campuran ikan teri, potongan cabai rawit, potongan bawang merah, daun salam, sereh, garam, penyedap rasa, dan sedikit minyak goreng. Hasilnya, terciptalah nasi kebuli.

Sambel yang saya uleg, setelah digoreng, luar biasa…… pedasnya. Yang pasti nikmat meskipun pedasnya minta ampun. Sayangnya sambelnya terlalu sedikit untuk enam belas orang. Saya sendiri cuma dapet sedikit. Nggak puas. Tapi mau gimana lagi.
Saya bayangkan betapa nikmatnya bila santapan itu dinikmati rame-rame di atas gunung. Dengan ditemani minuman bansus yang saya pernah diajari oleh Teguh anak BEC angkatan 9. Luar biasa!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here