>Kadang kita dibuat heran dengan orang-orang yang tidak mau menjadi dirinya sendiri. Nggak tahu apa yang melatarinya, barangkali karena gengsi, malu, atau faktor yang lain.

Cerita di bawah ini bisa menjadi contoh kalau menjadi diri sendiri itu akan lebih nyaman. Jujur bisa menghindari malu.

Bila cerita ini menyebut-nyebut nama suku tertentu, bukan berarti orang yang berasal dari suku tersebut memang seperti itu. Pun, cerita ini tidak bermaksud menyebarkan pornografi.

Ada orang Sunda asli yang menikah dengan orang Jakarta. Karena tidak ingin ketahuan Sundanya, orang ini selalu menambahi kata ‘mek’ diakhir jawaban yang dia berikan bila ada yang bertanya.

Suatu ketika dia memancing ikan di kolam pemancingan. Saat umpan pancingnya dimakan, ditariknya kuat-kuat ikan tersebut. Saat ditanya ikan apa yang diperoleh, dengan bangga dijawabnya, “Ikan emas mek!”

Selang sepuluh menit kemudian, seekor nila menjadi korban mata kail berikutnya. Dengan mantap dia manjawab ketika ditanya. “Nila mek!”

Karena nasibnya yang mujur, begitu kailnya diturunkan lagi, seekor gurame yang cukup besar menyambarnya. Perasaan senang dan bangga jelas terpancar di wajahnya. Begitu orang di sebelahnya bertanya, langsung saja dijawab. Untungnya sebelum memberikan jawaban, dia sempat berpikir. Maka jawaban yang keluar adalah, “Gurame euy!”

Apa boleh buat, daripada malu, terpaksa Sundanya dikeluarkan. Ketahuan juga akhirnya.

SHARE
Previous articleBukan Empat tapi Lima
Next article>Fogging

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here