>Doyan stmj? Itu tuh minuman yang terbuat dari susu telur madu dan jahe. Kalau suka, itu wajar, karena minuman yang bagus untuk kesehatan tersebut memang manis dan menyegarkan. Rasanya mirip dengan bansus, atau bandrek susu. Apalagi kalau diminum saat suhu udara dingin, terasa hangat di badan.

Akan tetapi, hati-hati dengan stmj yang satu ini. Barang yang satu ini bukan bangsanya minuman, tapi sebuah perilaku yang sering kita jumpai dalam kehidupan. Bisa jadi perilaku stmj ini dijalani oleh orang terdekat kita, bisa teman, tetangga, atau anggota keluarga kita. Atau mungkin malahan kita sendiri yang melakukannya.
Waktunya sholat, pergi ke masjid. Saat Ramadhan, puasa. Punya rejeki lebih, berinfaq. Pergi haji ketika mampu, serta menjalankan bentuk ibadah lainnya.

Namun demikian, selain menjalankan itu semua, juga melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan atau yang dilarang agama. Temennya pada mabuk minuman, ikut mabuk. Ada dangdutan, ikut nyawer. Di tv lagi rame bola, nggak ketinggalan ikut taruhan. Lihat pohon buah tetangga lagi berbuah, ikut menikmati tanpa ijin. Dan masih banyak perbuatan sejenis yang dilakoni.

Janganlah kita memiliki perilaku tersebut. Dua-duanya dijalani. Dua dunia yang bertolak belakang. Sayang kan kalau niat suci kita untuk beribadah jadi ternoda. Amal soleh yang kita jalani tidak ada nilainya. Ibarat orang mengambil air dengan saringan santan. Upaya sia-sia yang tidak menghasilkan apa-apa.

Bila anda berperilaku seperti hal tersebut, itulah yang dinamakan dengan stmj. Bukan susu telur madu jahe, tapi ‘sholat tetep, maksiat jalan terus’. Mau? Jangan dong.

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here