rumus ampuh korupsiAnda yang koruptor atau memiliki niat untuk korupsi, tulisan ini pasti akan sangat bermanfaat. Anda tidak perlu memberi tip atau mengucapkan terima kasih kepada saya atas tindakan korupsi yang anda lakukan itu. Makan dan nikmatilah sendiri.

Melihat lama dan jumlah korupsi yang terjadi di negeri ini, barangkali perlu dibuat sebuah formula ampuh untuk melakukan tindakan yang sudah menjadi hobi sebagian orang tersebut. Bagi calon-calon begundal, formula yang bisa menjadi panduan tersebut tentu sangat penting. Sebagaimana sebuah tindakan yang memerlukan petunjuk, sebuah acuan yang bisa menjelaskan langkah-langkah ampuh sekaligus aman untuk korupsi jelas sangat dibutuhkan. Dengan demikian, koruptor ‘newbie’ bisa belajar darinya dan koruptor kawakan bisa menjadikannya sebagai ilmu tambahan bila ada teknik baru yang sebelumnya tidak dia miliki. Oleh karena itulah melalui tulisan ini saya ingin memberikan sumbang saran dalam berkorupsi. Namun perlu anda ingat, semua resiko baik berupa dosa maupun sanksi hukum yang akan muncul, anda sendiri yang menanggungnya. Jelas?

Tindakan apapun, bila ada rumus yang bisa jadi patokan hasilnya pasti akan lebih baik dibandingkan tindakan mendadak tanpa perhitungan. Begitu juga dengan korupsi. Jika anda merencanakan korupsi dan ada formula yang bisa dijadikan pegangan, tindakan korupsi anda akan lebih rapi dan hasilnya tentu saja akan maksimal.

Saya memiliki sebuah rumus yang sangat ampuh untuk melakukan itu. Rumus ini bukan hasil penemuan saya dan sudah ada sejak lama. Sebenarnya rumus ini bukan hanya manjur untuk panduan berkorupsi tetapi juga tindak kejahatan lainnya. Dan sebenarnya lagi, bukan hanya kejahatan, rumus ini bisa pula digunakan untuk tindakan positif atau kebaikan. Dengan demikian, tinggal anda sendiri yang memutuskan apakah anda mau berbuat jahat atau melakukan kebaikan dengan rumus ini. Sekali lagi, anda yang menentukan. Bukan saya!

Yang namanya tindakan, segala tindakan, baik maupun buruk, selalu terkait dengan rumus ini. Artinya, tindakan tersebut akan terjadi atau terlaksana jika memenuhi rumus K+N. Bila salah satu dari dua unsur itu tidak terpenuhi maka sebuah tindakan tidak akan pernah terjadi. Jika anda ingin melakukan korupsi dengan gilang-gemilang maka anda harus benar-benar memperhatikan kedua unsur itu. Setelah kedua hal tersebut terpenuhi, bisa jadi anda menjadi The Next Bright Gayus atau bahkan bisa lebih. Sebuah iming-iming yang sangat menarik dan menggoda bagi siapapun di negara penuh tindakan korup dan surga bagi para koruptor ini.

Tentang K+N, begini uraiannya. K merupakan kesempatan. Untuk sebuah perbuatan pasti perlu adanya kesempatan atau peluang. Jika tidak ada kesempatan, mustahil akan terjadi sebuah tindakan. N adalah niat. Meski kesempatan ada dan terbuka tetapi tidak ada niat untuk melakukannya, tidak mungkin perbuatan tersebut akan dilakukan. Jadi kesempatan dan niat adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan untuk bisa menghasilkan sebuah tindakan, baik itu kejahatan maupun kebaikan. KKN merupakan contoh kasus bagus untuk pengaplikasian K+N. Korupsi, kolusi, dan nepotisme jelas bisa terjadi karena K dan N bersatu dan disatukan. Meski ada K tetapi bila N tidak diakomodir maka tidak bakal terjadi perbuatan tersebut.

KKN yang merupakan senjata ampuh dalam membangkrutkan negara dan ‘memblangsakkan’ bangsa ini bisa dimaknai lain, dan ini positif. Seandainya KKN kita kaitkan dengan K+N dan singkatannya bukan lagi Korupsi Kolusi Nepotisme tetapi Kesempatan Kesempatan Niat, itu akan menghasilkan dongeng yang berbeda. Ada pelajaran yang akan kita peroleh dari situ. Kesempatan yang dua kali kemudian baru niat bisa kita tafsirkan sebanyak apapun kesempatan muncul tidak akan bisa menghasilkan tindakan bila niat tidak hadir. Sebaliknya bila niat yang ada, bencanalah yang datang. Tanpa terdapat kesempatan tetapi niat sudah kuat maka kesempatan itu akan dicari-cari atau diciptakan. Dengan demikian, tidak heran jika kemudian muncul sistem yang aneh-aneh dan tidak masuk akal serta birokrasi korup, Jadi, kuncinya sebenarnya bukan pada K tetapi N itulah. Namun N sendiri akan mandul bila tidak ada K. Kesimpulannya, K dan N itu harus berkait berkelindan untuk bisa menghasilkan perbuatan baik maupun buruk.

Dan bila anda ingin tahu, K+N itulah rumus ampuh korupsi.

Sumber gambar: di sini

10 COMMENTS

  1. @furqon: setuju! 😉 S memang dibutuhkan untuk korupsi level kerah putih dan akan semakin meningkatkan daya penghancur, lebih-lebih jika mereka bersatu membentuk konspirasi. S itu terkait kualitas pelakunya. Semakin tinggi kualitas keahlian (dan kecerdasan) nya, semakin canggih korupsinya dan semakin masif kerusakan yang ditimbulkan. Untuk tingkat rece-rece, K+N sudah cukup. Tinggal orangnya punya nyali (berani) atau tidak melakukan tindakan tersebut. :mrgreen:

    Makasih komennya mas. 😉

  2. Tapi saya pikir, untuk korupsi2 “kerah putih” sangat butuh satu rumus lagi mas, yaitu S “Skill” (kemampuan/keahlian). Sebagaimana yang kita tahu bahwa kejahatan, terutama dalam hal ini korupsi di lingkungan seperti ini, tidak cukup hanya kesempatan dan niat, tapi faktor kemampuan/keahlian dan ilmu itu sangat berpengaruh.

    Gayus dan lain-lainnya, mereka itu orang-orang pintar, orang-orang cerdas. Kalau saja ada orang lain dengan kesempatan dan punya niat kuat untuk korupsi namun tidak cukup cerdas untuk “mengolah” rencananya, saya pikir nilai yang dikorup juga tidak aakn sbesar itu.

    Hanya orang-orang luar biasa cerdas (yang berhati jahat) yang bisa melkukan itu (membangkrutkan uang negara).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here