Anda pernah ketemu orang yang benar-benar tidak disukai lingkungannya? Bisa lingkungan rumah, tempat kerja, atau dalam skop negara. Atau jangan-jangan malah anda sendiri, yang sedang membaca tulisan ini, yang menjadi persona nongrata?

Ada, mungkin banyak bisa juga sedikit, orang yang disebut persona nongrata atau orang yang tidak disukai. Banyak penyebab mengapa orang menjadi tidak disukai. Saya bisa sebutkan di antaranya di sini. Setelah tahu apa yang bisa menyebabkan seseorang menjadi orang yang dihindari, disingkirkan, lebih nelangsa lagi orang menjadi ‘jijik’ ketika melihatnya, tentu saja anda akan berusaha untuk bertindak preventif. Itu jika anda masih termasuk orang waras dan tidak begitu tolol-tolol amat.

Sebelum saya nulis lebih jauh dan agar tidak terjadi salah paham serta kita sepakat dengan apa yang saya tulis nanti, sebaiknya saya bukakan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dulu untuk anda. Kita akan lihat bersama, apa yang dimaksud dengan persona nongrata.

Kamus di tangan saya adalah KBBI edisi ketiga. Di halaman 863 terdapat entri persona nongrata. Kata tersebut arti pertamanya adalah orang yang tidak disukai (disenangi). Arti kedua terkait dengan urusan politik dan saya tidak akan menyebutkannya di sini. Nggak ada perlunya buat saya, dan anda juga saya rasa. Namun bila anda tetap penasaran dan ingin tahu, silakan baca sendiri.

Mari sekarang kita mulai melihat apa-apa yang membuat seseorang tidak disukai orang lain. Di antaranya adalah egois. Orang yang lebih mementingkan dirinya sendiri akan bertindak dan berbuat tidak menyenangkan bagi orang lain. Dia tidak peduli orang lain sengsara. Yang penting bagi dia semua kebutuhan dan segala keinginannya bisa terwujud. Makanya tidak heran bila orang yang egois itu menyebalkan. Dan bila anda tahu, egois itu sumber berbagai tindakan yang bisa menyengsarakan orang lain.

Jika sekarang anda merasa masih lebih suka melihat kepentingan sendiri dibandingkan orang lain, cobalah untuk mulai mau berbagi, rela untuk mengalah. Mengalah bukan berarti kalah dan lemah kok. Justru dengan sikap mengalah itu, orang lain akan melihat anda sebagai orang berhati mulia dan yang pasti, anda bukan orang egois.

Pemicu lain yang dapat menjadikan seseorang sebagai persona nongrata adalah sok kuasa. Anda yang sekarang menduduki posisi pemimpin, janganlah anda gunakan kekuasaan itu untuk pamer kekuatan. Jangan mentang-mentang memiliki jabatan struktural lebih tinggi kemudian dengan seenaknya mengambil tindakan tanpa mempedulikan kepentingan, nurani, dan perasaan orang lain yang menjadi anak buah anda. Barangkali anda perlu diingatkan agar terbuka mata (hati dan pikiran) anda bahwa jabatan yang anda pegang sekarang ini adalah amanah dan sementara. Dengan demikian jalankan amanah itu sebaik-baiknya. Bila kemudian anda mengambil tindakan yang menyakiti orang lain, itu artinya anda sok kuasa dan, saya pikir, itu juga tidak amanah.

Andaikan saat ini anda seorang pemimpin, ketua, kepala, atau apapun istilahnya, memang menjadi kewajiban dan tanggung jawab anda untuk memimpin dan mengatur orang lain. Namun bila kemudian yang anda lakukan kemudian memanipulasi dan mengeksploitasi anak buah anda, dan anda dalam mengambil keputusan tidak mempedulikan anak buah anda, itulah yang disebut sok kuasa. Bila anda berargumen bahwa itu hak dan wewenang anda sebagai pimpinan, saya setuju. Namun ya itu tadi, jika anda memakai hak dan wewenang anda dengan tidak mengikutsertakan orang lain (anak buah) yang seharusnya anda libatkan karena dia memang ada kaitannya, anda bisa dikatakan sok kuasa. Anda bisa berpikir sendiri sekarang, akankah orang lain terutama anak buah anda menyukai anda? So, siapapun anda, janganlah sok kuasa. Apalagi jika anda pekerja biasa yang tidak punya jabatan apa-apa, nanti anda akan seperti tokoh Odah dalam sitkom OB di RCTI.

Kenal opor? Oportunis? Nah, antara opor dan oportunis itu jelas beda buangget. Bila opor dicari-cari orang untuk dimakan karena rasanya yang lezat, oportunis bila ketemu orang bisa-bisa akan diludahi. Bagaimana tidak? Orang-orang yang suka memanfaatkan kesempatan terutama untuk kepentingannya sendiri ini benar-benar manusia yang nyebelin alias menjengkelkan. Oportunis ini juga akan bisa menyebabkan seseorang menjadi persona nongrata.

Jeli akan peluang dan memanfaatkannya dengan baik memang harus, tetapi lihat-lihat dululah. Jangan semua kesempatan yang ada, tidak peduli orang lain jadi sengsara, akan anda sikat. Bila anda ngotot tetap ingin memanfaatkannya, anda akhirnya bisa menjadi orang yang dipersonanongratakan. Dan bila anda ingin tahu, orang yang lidahnya panjang karena suka menjilat adalah merupakan produk dari perilaku oportunis ini. Sudahkah anda ukur lidah anda hari ini? (Apa ini maksudnya?)

Satu lagi saja yang ingin saya tulis di sini tentang penyebab menjadi persona nongrata adalah anti sosial. Sosial dalam hal ini bukan hanya bermakna masyarakat secara umum, juga bisa berarti kumpulan yang lebih kecil seperti di tempat kerja atau lingkungan bermain anda. Sungguh, jika anda anti sosial, lama-lama anda menjadi orang yang tidak disukai. Bila anda tidak segera merubahnya, tinggal tunggu saja akibatnya.

Anti sosial bisa saja bukan hanya menentang atau melakukan sabotase terhadap kegiatan yang dijalankan publik tetapi juga menarik diri dari kegiatan itu. Orang akhirnya akan tidak menyukai anda ketika anda terus-menerus tidak mau terlibat atau malah menentang kegiatan-kegiatan yang dijalankan orang-orang yang ada di sekeliling anda. Tentu saja kegiatan yang saya bicarakan di sini kegiatan positif. Bila anda menarik diri dan menentang kegiatan negatif, mabuk-mabukan berjamaah misalnya, itu namanya bukan anti sosial tapi mungkin saja anda kemudian menjadi sial karena digebukin preman-preman yang lagi mabuk itu.

Oops, sebenarnya siapa sih saya ini, kok berani-beraninya menulis seperti ini? Bila anda tidak suka dengan yang saya tulis ini, silakan anda kasih komentar. Boleh kok. Jika anda tersinggung, ya silakan tersinggung. Bila anda merasa tersindir kemudian marah, nah ini yang perlu diwaspadai. Bisa jadi anda memang termasuk orang dengan predikat persona nongrata. Biasanya orang menjadi tersindir lalu marah kan karena dia memang seperti itu? Kemudian, kalau anda punya seribu satu alasan atas ketidaksetujuan dengan tulisan ini, ya dipersilakan juga menyatakan alasan itu. Atau bila anda mau, temui saya secara langsung. Kita akan bisa bicara banyak-banyak nanti.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here