Ini tulisan enteng, sangat enteng. Anda yang terbiasa dengan yang berat-berat, tulisan ini sangat cocok sebagai selingan. Ini artikel ringan, sangat ringan. Anda yang tidak hobi dengan yang serius-serius, tulisan ini bisa menjadi menu tambahan. Yang paling penting, tulisan ini tidak mengandung kolesterol dan tanpa minyak babi. Jadi, anda tidak perlu khawatir menjadi gemuk dan terutama bagi anda yang muslim, tulisan ini dijamin halal. Satu lagi, tulisan ini tidak penting. Oleh sebab itu, jika anda tidak sedang memiliki banyak waktu, sebaiknya dilewatkan saja artikel ini.

Jujur saja, tulisan ini sebenarnya saya buat saat saya dalam keadaan melayang-layang. Enteng, ringan, tanpa bobot saja rasanya tubuh ini. Kondisi tidak fit selama tiga hari ini menjadikan kaki ini seolah-olah tidak berpijak pada bumi dengan semestinya. Yang saya rasakan bisa anda bayangkan ketika anda melihat astronot yang melayang-layang dengan baju luar angkasanya. Meskipun seperti astronot, dengan perasaan tidak karuan, bukan hanya kaki yang terasa melayang-layang, tangan juga rasanya tidak steady saat memencet tombol keyboard, saya tetap meneruskan untuk menulis, meskipun bukan tulisan serius dan tidak penting.

Tentang judul, anda tahu arti pengar? Jika mengacu ke KBBI, pengar bermakna berasa agak pening (setelah bangun dari tidur yang tidak nyenyak, habis mabuk, dsb). Dalam bahasa Jawa, kata itu memiliki arti rasa tidak enak di dalam (pangkal) hidung yang biasanya terjadi saat akan terkena flu. Setidaknya itu pemahaman yang saya miliki dalam bahasa Jawa saya. Mungkin anda yang sama-sama Jawa memiliki kosa kata itu tetapi dengan arti yang berbeda. Anda bisa tambahkan nanti dalam komentar anda untuk tulisan ini. Itupun jika anda menganggapnya perlu.

Anda barangkali ingin tahu pemicu saya membuat tulisan dengan judul seperti itu? Sepele sebenarnya. Saya jadi tergerak membuat tulisan ini ketika membaca status Facebook sahabat yang sangat singkat, ya kata pengar itu. Karena saya merasakan seperti yang dituliskan dalam status itu, maka mulailah saya merancang-rancang gagasan. Apa yang harus saya isikan untuk tulisan yang saya ingin buat dengan judul Pengar dan berisi sesuatu yang berkaitan dengan arti kata itu. Bila saat ini anda sedang membaca tulisan ini, jangan kaget bila tidak menemukan apa-apa selain curahan kata hati dan makna kata pengar itu sendiri. Makanya di awal saya sampaikan, jika tidak sedang longgar waktunya, sebaiknya diabaikan saja tulisan tidak penting ini. Namun jika anda tetap membaca bahkan sampai di bagian ini, itu artinya anda sedang santai dan memiliki banyak waktu luang. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih. Dan saya akan mengucapkan terima kasih untuk kedua kalinya bila setelah membaca, anda kemudian meninggalkan komentar.

Betul kan? Seperti yang sudah saya bilang di awal, tidak ada yang penting di sini. Inilah contoh hasil karya dari bukan penulis yang suka menulis. Segalanya ditulis. Sampai-sampai yang tidak penting pun ditulis. Namun itulah yang saya yakini dan saya lakukan sampai detik ini. Saya akan terus menulis, meskipun yang membacanya menilai tidak berbobot, tidak penting, basi, dan lain sebagainya. Bagi saya, yang penting menulis. Bukan menulis yang penting-penting. Anda setuju dengan prinsip saya?

Sumber gambar: di sini

13 COMMENTS

  1. @Ipank: setuju, tidak ada kejadian apapun di muka bumi ini yang tidak ada hikmahnya.
    β€œHal kecil membentuk kesempurnaan, namun kesempurnaan bukanlah hal yang kecil” — saya tertarik dengan ungkapan ini dan terima kasih telah mau berbagi.
    salam persahablogan

  2. Tapi om “Segala sesuatu pasti ada hikmahnya”… mungkin menurut anda tulisn ini tidak penting dan tidak berbobot…. Tapi saya yakin ada hikmahnya.

    “Hal kecil membentuk kesempurnaan, namun kesempurnaan bukanlah hal yang kecil”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here