Ada sebuah tebakan cerdas untuk anda. Bila anda berhasil menjawab maka anda termasuk golongan smart people. Begini tebakannya. Marketing adalah bahasa Inggris dari pemasaran. Betul? Nah kalau PENASARAN, apa bahasa Inggrisnya?

Baiklah, tebakan itu kita simpan dulu. Jawabannya juga akan diberikan nanti bila anda masih belum bisa menjawab meskipun saya tahu sebenarnya anda termasuk smart people. Yang jelas, jawabannya bukan curious. Sabar saja. Jika otak anda bisa melakukan pekerjaan lebih dari satu secara simultan, silakan dicoba. Silakan membaca tulisan ini sambil terus mencari kira-kira apa jawaban dari tebakan itu.

Mendengar atau membaca social media marketing, bagi saya istilah itu belum nempel di dinding otak saya. Terus terang saja saya tidak akrab dengan ‘mahluk’ itu. Walaupun bisa dibilang saya bukan newbie alias pemain baru dalam dunia internet, faktanya social media marketing merupakan barang baru buat saya. Sudah pasti sayalah yang lelet dan tidak gesit mengikuti larinya internet dan istilah-istilahnya. Saya ini seperti kura-kura yang ikut lomba lari di antara kelinci.

Sebagai kura-kura yang tidak bisa cepat dalam bergerak, seharusnya yang diandalkan bukan lagi empat kaki yang pendek dan lamban untuk membawa cangkang yang berat. Si kura-kura ini harus menggunakan kecerdikannya untuk mengakselerasi gerakannya. Agar bisa paham, setidaknya tidak terlalu blank, saya kemudian minta bantuan om Gugel mencari penjelasan tentang social media. Social media itulah yang gambaran rincinya saya belum punya. Kalau mengenai marketing, saya kenal betul dengan istilah itu.

Jika direka-reka dari arti kata yang membentuknya, social media marketing bisa diartikan melakukan pemasaran produk melalui media sosial. Nah, yang namanya media sosial itu seperti apa, itu yang kemudian saya cari dengan bantuan om Gugel. Internet saya obok-obok untuk mendapatkan penjelasan tentang media sosial. Seperti biasanya, internet menunjukkan kesaktiannya dalam hal menyediakan informasi. Ribuan tautan tentang media sosial atau social media muncul di depan mata saya.

Dari beberapa penjelasan dalam tautan-tautan itu mulailah terkonstruksi gambaran tentang media sosial. Rupanya bentuknya sendiri sebenarnya sudah lama saya kenal. Hanya karena tidak ngeh saja sehingga saya jadi tidak menyadari bahwa layanan jejaring sosial seperti friendster, facebook, twitter, plurk, wordpress, blogger, myspace, skype, digg, youtube, dan flickr adalah sebagian dari social media yang ada di internet. Ooo… rupanya itu toh yang namanya social media? Setelah paham dengan apa yang disebut social media, jadi gampanglah untuk membentuk sebuah gambaran tentang social media marketing.

Dengan memiliki gambaran social media marketing tentunya tidak ada gunanya bila tidak dibarengi dengan memahami dan menguasai jurus-jurus memasarkan melalui media sosial. Dan selanjutnya, mempraktekkan jurus-jurus itu. Seperti apa jurus-jurusnya dan bagaimana menggunakannya, barangkali saya bukan orang yang tepat untuk memberikan penjelasan. Daripada saya ngomong ngawur, lebih baik saya diam karena saya bukan ahlinya. Bila anda ingin mengetahui lebih gamblang, situs seperti jokosusilo.com bisa menjadi alternatif. Atau teman-teman saya di komunitas blogger Bogor seperti Akhdian, Pandu, Iman, Anandita, dan masih banyak lagi dapat membantu anda menjelaskan apa dan bagaimana memasarkan via media sosial. Saya yakin mereka akan dengan senang hati membantu karena mereka orangnya baik.

Saat ini, saya hampir bisa memastikan anda memiliki akun di facebook. Siapa sih yang tidak punya? “Hare gene gak punya fesbuk?,” barangkali olok-olok itu yang akan terdengar di telinga bila anda benar-benar tidak memiliki akun di facebook. Kuping anda boleh panas, emosi anda mungkin menggelegak, atau kepala ngeluarin asap aahhh… lebay, tapi faktanya facebook bisa seperti narkoba bagi sebagian orang. Orang-orang ini akan sakau bila sehari saja tidak bersentuhan dengan salah satu bentuk media sosial ini. Mereka setiap hari selalu membuka facebook meskipun harus nyolong-nyolong di antara jam kerja.

Pertanyaan pentingnya adalah, seberapa jauh anda memanfaatkan facebook anda itu? Hanya sekedar update status yang sifatnya personal? Atau anda memperbaharui status facebook anda untuk memasarkan produk yang anda jual? Bila yang kedua itu yang anda lakukan, berarti anda telah melakukan social media marketing. Selain itu, facebook juga sering dengan sengaja digunakan untuk pencitraan individu yang dikenal dengan istilah personal branding. Membangun citra (image) pribadi ini juga nantinya akan memiliki pengaruh dalam memasarkan produk yang dimiliki. Dengan semakin besar dan beragamnya komunitas media sosial, personal branding jelas memiliki pengaruh yang signifikan dalam pemasaran melalui media sosial.

Nah, apa itu personal branding? Anda minta tolong saja sama om Gugel untuk menjelaskannya. Sekarang, waktunya anda memenuhi kewajiban, yaitu menjawab tebakan di awal tulisan ini. Sudah ketemu bahasa Inggrisnya penasaran? Salah! Sudah dibilang bukan curious kok masih ngeyel. Inquisitive, bukan itu. Inquiring, belum betul. Interested, masih salah. Nosy, prying, snooping… salah, keliru, lain. Baiklah, nampaknya sorot mata anda menunjukkan tanda menyerah. Saya akan bantu menjawab tapi dengan satu syarat, tulis komentar setelah membaca tulisan ini. Oke? Jawaban bahasa Inggrisnya penasaran adalah… NARKETING.

Masih penasaran juga?

5 COMMENTS

  1. horeeeee….
    jawaban saya betul….!!!!
    hmmm…
    tidak sia2 rupanya sekolah di BEC dan memiliki dosen seperti Pak Adi Purwanto….

  2. Kurang pas kang.. Harusnya NARKETIMG (M jadi N, dan N jadi M).. hehe..

    Saya belum paham dan belum memaksimalkan fungsi Social Media itu ternyata bisa untu ‘marketing’ juga.. MEski banayk sahabat saya yang memanfaatkannya.. Tapi saya kok belum tergerak untuk menjelajahinya ya…

    Ah.. mudah2an tgl 18 nanti saya bisa hadir… 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here