pecinta sejatiPecinta sejati itu tidak mengeksploitasi. Dia menyayangi, melindungi, mencegah dan mengingatkan ketika yang dicinta mengekspos aurat pribadi.

Begitu memprihatinkan ketika menemukan figur publik dengan tenangnya memamerkan yang seharusnya tidak diperlihatkan. Entah apa yang dicari dengan mempertontonkan payudara dan paha yang semestinya tidak untuk semua. Jika semata-mata hanya karena harta, alangkah nistanya. Wanita mulia bukan seperti itu dalam berlagak gaya. Kalaupun sebagai penghibur, menghiburlah dengan santun. Bukan mengumbar barang yang ada di atas dan bawah pusar. Hingga membuat yang menonton menjadi liar dan gusar. Ini orang tenar apa ayam bekisar? Begitu kira-kira orang akan berujar.

Laki-laki umumnya senang menyaksikan aurat perempuan yang dipertontonkan. Bahkan bila perlu membayar berapapun yang diinginkan. Namun perlu diingat, hanya sebesar nominal uang itulah penghargaan yang akan diterima perempuan. Tidak ada penghormatan dan rasa segan yang akan didapatkan dari laki-laki yang telah membayar atas kepuasan yang diberikan. Jika laki-laki seperti itu yang didapatkan, bisa dipastikan sampai sejauh mana kualitas laki-laki yang bersangkutan. Kalaupun laki-laki itu seorang pecinta, pasti dia bukan pecinta sejati. Dia hanya cinta terhadap sahwat yang bisa dia nikmati. Selama itu masih berlangsung, dia akan terus menikmati sampai ke ujung-ujung.

Perempuan selayaknya berperilaku mulia. Bila laki-laki senang yang dia miliki, jangan terus menggunakannya sebagai pemuas nafsu duniawi. Seberapa lama sih kecantikan dan keindahan fisik seorang perempuan bertahan? Jika saat ini dia masih bisa membanggakan belahan dan gundukan dadanya karena masih kencang, tunggu saja beberapa tahun kemudian. Semua itu akan menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan lagi untuk disaksikan. Laki-laki yang tadinya senang berdekatan dengannya karena barangnya, kemudian akan menjauh karena yang didapati sudah tidak utuh dan tidak menarik lagi. Bila prinsipnya aji mumpung, mumpung masih kencang dan mumpung masih laku, saat nanti aji-ajinya sudah tidak sakti lagi, tinggal bingung yang dikandung.

Pecinta sejati juga senang dengan keindahan perempuan. Namun bukan hanya itu yang menjadi penarik satu-satunya. Keindahan perempuan hanyalah satu dari banyak hal. Ketika keindahan itu sudah tidak sama seperti di awal pertemuan, di matanya perempuannya itu tetap indah. Karena memang bukan hanya itu yang membuatnya jatuh cinta. Cintanya diberikan bukan hanya disebabkan keindahan fisik. Dia tidak memberi cinta untuk mendapatkan seks. Cinta yang dia punya dia serahkan karena di matanya, perempuan itu memang layak mendapatkan.

Pecinta sejati bukan hanya menikmati, tetapi dia juga menjaga harga diri, baik diri sendiri maupun perempuan yang dikasihi. Perempuan yang menjadi kekasih pecinta sejati pasti tidak akan mengumbar nafsu birahi layaknya wanita penjaja diri. Pecinta sejati dan kekasihnya tidak termasuk dalam kelompok mereka yang berprinsip laki-laki memberikan cinta untuk mendapatkan seks, perempuan menyerahkan seks untuk memperoleh cinta. Bukan, bukan seperti itu.

Pecinta sejati itu tidak mengeksploitasi. Dia menyayangi, melindungi, mencegah dan mengingatkan ketika yang dicinta mengekspos aurat pribadi.

Sumber gambar: funonline.in

14 COMMENTS

  1. sepertinya saya tahu nih….inspirasi yang datang, hingga postingan ini naik cetak… 😉
    kalo nggak salah di sana tea. dimana ya??… 🙂
    memang pemandangan seperti itu bisa mendatangkan pikiran yang tidak2. dan malah pemandangan seperti itu juga bisa mendatangkan rasa miris pada cewek yang berpenampilan sexy hingga bagian aurat yang seharusnya terbungkus erat, malah diperlihatkan dengan sengaja…..

  2. stuju bangeedd…

    janganlah kecantikan, keindahan, kekayaan yang menghadirkan cinta.
    biarlah cinta yang menjadikannya ada. sebab karena rasa cintanya seorang suami mampu menjadi kaya untuk membahagiakan istrinya. dan biarkan sang istri mempercantik diri untuk suaminya jg karena cinta..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here