bebek panggang madu

Pantat bebek memang luar biasa. Bagian itulah yang paling dahsyat prengus-nya dibandingkan bagian-bagian lain dari tubuh bebek. Tentu saja ini sekadar hasil pengamatan dan pengalaman pribadi yang tidak penting buat orang lain. Bagaimana dengan yang Anda alami, bisa jadi tak sama.

Saya tidak tahu padanan kata prengus dalam Bahasa Indonesia. Saya coba cari di KBBI, lema tersebut tidak saya temukan. Mungkin tim penyusun kamus yang menjadi acuan pengguna Bahasa Indonesia itu tidak menganggap perlu untuk menambahkan kata prengusyang memang terkait dengan bau yang tidak mengenakkan. Jangan-jangan karena baunya juga sehingga kata tersebut tidak dimasukkan? Ah, dugaan yang mengada-ada dan berlebihan, rasanya.

Alasan saya mencari padanan prengusyang Bahasa Jawa dalam Bahasa Indonesia adalah karena penasaran semata-mata. Ada tidak sih satu kata sepadan prengus yang bisa mengasosiasikan sebuah bau ke seekor binatang, dalam hal ini bebek? Itu yang mendorong saya membuka KBBI. Sayangnya, padanannya tidak ada, atau mungkin saya yang belum berhasil menemukan. Jika Anda memiliki sebuah kata Bahasa Indonesia yang sepadan kata prengus yang mungkin terlewatkan ketika saya membuka KBBI dan Anda mau membaginya, saya sungguh berterima kasih.

Meski bebek itu prengus, banyak penggemar masakan dari unggas tersebut. Bau tak sedap memang bisa saja berkurang atau sama sekali hilang jika tukang masaknya jago. Pasti ada resep rahasia atau penanganan khusus yang bisa menghilangkan bau tersebut. Selain bau yang lebih keras dari unggas lain semacam ayam, dagingnya pun lebih alot. Saya pernah makan di sebuah restoran yang menyajikan olahan bebek. Karena tempat makan itu lumayan besar, saya yakin menu bebek yang disajikan tentulah lezat. Sayangnya, bebek goreng yang saya pilih ternyata tidak sesuai harapan. Dagingnya lebih mirip karet, sangat alot. Rasanya gigi ini langsung terpental setiap kali berusaha mengunyah. Sealot-alotnya daging ayam yang pernah saya makan masih kalah jauh dengan daging bebek yang sedang saya makan ini. Bukannya perut menjadi kenyang, justru semangat makan melayang. Saya bisa simpulkan, tukang masaknya pasti tidak ahli dalam mengolah bebek. Karena saat itu saya lebih fokus pada perjuangan mengunyahdaging bebek yang lebih mirip potongan ban mobil, sampai-sampai saya lupa apakah bebeknya bau prengus atau tidak.

Minat saya yang tidak menggebu-gebu terhadap menu dari bebek disebabkan selain kekenyalan daging dan baunya, juga karena tidak terbiasa atau jarang sekali menyantapnya. Saya biasa mengkonsumsi ayam, bukan bebek. Oleh karena itu, setiap ada kesempatan makan di warung yang menawarkan menu ayam dan bebek, otomatis saya akan memilih ayam. Dalam situasi tertentu, memilih menu bebek baru saya lakukan. Ini terjadi, misalnya, belum lama ini ketika ada undangan makan gratis di rumah makan yang mengusung nama Bebek DUBES. Karena namanya menggunakan kata bebek, bisa disimpulkan menu unggas itulah yang pasti jadi unggulan. Ketika pelayannya menanyakan apa yang saya ingin pesan, saya balik bertanya menu spesial apa yang dimiliki. Menu spesialnya ternyata bebek panggang madu. Itu yang kemudian saya pesan. Sambil menunggu pesanan datang, saya akan kisahkan rumah makan yang memiliki akun Twitter @bebekDUBES ini.

Saya kebetulan sempat ngobrol dengan pemiliknya. Darinya saya mendapat jawaban untuk beberapa hal yang sebelumnya membuat saya penasaran. DUBES yang saya pikir kependekan dari duta besar ternyata ‘Doa Usaha Bersama Ekonomi Sukses’. Tentunya ini semacam harapan atas usaha yang dijalankan. Bebek Dubes yang berada di Jl. Siliwangi, Bogor merupakan pusatnya. Restoran ini mulai beroperasi 18 Juni 2012. Kurang dari sebulan, tepatnya 6 Juli 2012, cabang Cireundeu dibuka. Meski bernama Bebek Dubes, menu yang ditawarkan rupanya bukan hanya bebek. Menu ayam juga bisa didapat. Baik menu bebek maupun ayam, keduanya memiliki beragam pilihan. Harganya masih termasuk wajar. Untuk bisa menyantap bebek panggang madu, Rp 18.000 (belum termasuk nasi) masih bisa dibilang standar. Yang mengesankan buat saya, bebek yang biasanya alot dan prengus ternyata menjadi empuk dan tidak berbau. Pantat bebek yang terkenal paling dahsyat ke-prengus-annya di tangan Bebek DUBES ternyata takluk. Salut!

3 COMMENTS

  1. judulnya bener2 menggelitik para netter untuk baca isi artikelnya hehe, seteah membaca artikel ini saya jadi teringat satu tempat penjual makanan dari bebek yaitu bebek goreng sambel korek kertosuro, wuih itu markotop kang…jadi ngiler..cabuuut….

  2. Bebek memang alot. Kalau tak bersama sambal korek, mungkin saya tak bakal tahan mengunyahnya. Saya sendiri belum pernah mencoba pantat bebek. Brutu pun saya belum pernah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here