Emang perlu jadi orang baik? Sebuah pertanyaan yang dianggap tidak penting buat sebagian orang. Sangat serius bagi sebagian lainnya. Kelihatannya gampang untuk jadi orang baik, tapi besar godaannya agar bisa seperti itu. Kalau kita sudah punya niat menjadi orang baik, hal itu perlu disyukuri. Artinya kita termasuk kelompok orang-orang yang baik. Meskipun masih dalam kategori berusaha.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkannya. Cara gampang, sederhana, tanpa biaya, serta bisa dilakukan kapan dan oleh siapa saja adalah tersenyum. Bisakah anda mudah tersenyum kepada siapa saja? Walaupun mudah, nyatanya tidak banyak orang mau tersenyum. Ada yang tidak mau tersenyum karena menganggap tidak ada gunanya. Ada juga, dan ini yang paling banyak, yang merasa tidak wajib tersenyum karena tidak kenal.

Di masyarakat pedesaan, tersenyum begitu mudahnya diberikan. Bahkan kepada orang asing yang baru ditemui. Tidak ada rasa curiga yang perlu dikhawatirkan. Rasanya tenang, akrab, dan damai tinggal di pedesaan. Saya ingat ketika mau mendaki gunung Merbabu, beberapa tahun yang lalu. Setiap penduduk desa yang saya temui di jalan, selalu tersenyum. Saya merasa diterima di lingkungan desa di lereng gunung tersebut.

Kalau senyum bagi orang desa adalah berarti keramahan, buat masyarakat kota bisa menyimpan banyak makna. Saya justru takut ketika berada di Jakarta, ada orang yang mengajak tersenyum. Secara reflek saya langsung waspada. Otomatis muncul pertanyaan penuh curiga, mengapa dia mengajak tersenyum. Apalagi kalau saya merasa tidak kenal dengan dia. Kehidupan perkotaan yang majemuk membuat orang tidak mudah untuk tersenyum dan percaya dengan senyuman. Banyak perbuatan jahat yang diawali dengan senyum. Sebagai akibatnya, suasana kehidupan di kota jadi gersang. Lebih banyak orang kota hidup egois. Tidak care dengan kehidupan orang lain.

Mudah-mudahan senyum tulus bisa banyak ditemui di kota. Alangkah indahnya hidup ini bila setiap orang yang ketemu mau tersenyum. Hidup akan tenang saat banyak orang baik mengelilingi kita. Tidak penting siapapun dia. Memang baik jadi orang penting, tapi lebih penting jadi orang baik. Setuju?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here