Ada penumpang bis yang bibirnya sumbing akan turun. Halte tempat dia turun jaraknya sekitar satu kilometer sebelum pabrik semir sepatu merek Kiwi. Kepada kondektur yang berdiri agak jauh dari tempatnya, dia berteriak, “kiwi, kiwi, kiwi”. Mendengar teriakan itu, si kondektur bales menjawab, “kiwi masih depanan sana mas”. Penumpang tersebut mengulangi lagi, “kiwi mas, kiwi!!”, sambil agak melotot matanya. Karena merasa tidak dimengerti, kondektur bis berteriak mulai marah. “Kiwi belum nyampe! Masih sekilo lagi!” Si penumpang tersinggung karena kondektur tidak mengerti-mengerti juga apa yang dia maksud. Sambil menyatukan mulut atasnya yang sumbing menggunakan tangan, penumpang itu berteriak sekencang-kencangnya. “KIRI, GOBLOK!!”

Masih geli juga bila ingat cerita tersebut, yang saya dengar saat ronda malam minggu kemarin. Bukan punya maksud apa-apa saya menuliskan joke tersebut di sini. Bila anda, maaf, punya bibir sumbing, saya mohon maaf. Cerita seperti itu hanya sekadar lelucon di pos ronda. Tetapi bisa saja pengalaman yang nggak enak itu terjadi. Kadang-kadang kita harus berbesar hati mendengarkan orang ngomongin kekurangan kita. Percayalah, orang yang sudah bisa mentertawakan dirinya sendiri, berarti termasuk dalam kelompok orang yang arif bijaksana.

Namanya juga lagi ronda, maka obrolan bisa sampe kemana-mana. Juga, karena bapak-bapak yang lagi ronda sudah punya anak istri semua, maka sampai juga ngomongin masalah seks.

Ada tiga jenis orang yang punya perilaku seks yang berbeda-beda. Pertama, orang yang tidak suka seks. Kedua, orang yang suka seks. Ketiga, ini adalah jenis yang – saya nggak tahu apakah anda termasuk kelompok yang ini – luar biasa. Mereka adalah orang-orang yang punya prinsip, bermental baja, dan berstamina kuda. Karena, orang jenis ketiga ini punya semboyan, suka tidak suka pokoknya ngeseks.

Ketiga kelompok pelaku seks di atas sama dengan jenis orang yang punya anggapan tentang seks yang dikaitkan dengan malam Jumat. Orang pertama menganggap malam Jumat adalah sunnah. Artinya disunnahkan untuk melakukan hubungan seks dengan istrinya. Jenis kedua, beranggapan bahwa malam Jumat adalah sunnah, malam yang lain wajib. Orang jenis kedua ini doyan juga ya. Sedangkan jenis ketiga berprinsip, malam Jumat sunnah, malam lainnya wajib, siang harinya hobi. Walah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here