>
Hari ini ada acara ketemu native speaker di BEC. Ada empat native yang datang, satu perempuan (perawat) dan tiga laki-laki (satu guru, satu dosen, dan satu dokter bedah tulang). Mereka bernama Anne, Steve, Pery, dan Doug. Semua berasal dari Wisconsin, Amerika.


Agendanya sendiri sebenarnya kemarin dan hari ini. Cuma sayangnya karena mereka baru landing kemarin jam 8 di Cengkareng, sehingga kemungkinan masih lelah dan jetlag, maka acara yang hari pertama dibatalkan. Untuk hari ini, acara lancar sesuai yang direncanakan. Karena mahasiswa BEC cuma ada tiga kelas sedangkan nativenya ada empat, maka ada satu kelas yang dimasuki dua native. Kebetulan saya yang mendampingi dua native (Doug dan Anne) tersebut. Pery didampingi bu Mirsya dan bu Linda, sementara Steve didampingi Mita dan bu Tami (dari Unpak). Bentuk kegiatan di kelas yang dilakukan berupa tanya jawab, diskusi, dan role play.

Semua mahasiswa kelihatannya menikmati dan betul-betul memanfaatkan keberadaan mereka. Selama mereka kuliah, memang baru sekali ini ada acara ketemu dengan native. BEC sendiri bisa mengadakan acara tersebut karena ada kerja sama dengan Universitas Pakuan dan Yayasan Cinta Baca. Tidak ada biaya apa-apa untuk mendatangkan mereka. Cuma sekedar cindera mata berupa baju batik yang tidak seberapa harganya dibandingkan manfaat yang diperoleh, terutama bagi para mahasiswa. Bule-bule itu sendiri datang kesini atas biaya organisasi nirlaba yang mengirimkannya. Rencananya besuk mereka berangkat ke Aceh untuk membantu merehabilitasi para korban tsunami yang terjadi Desember 2004 lalu. Ketika Anne saya tanya apakah dia dan rombongannya juga akan ke Jogja, dijawab bahwa gempa Jogja terjadi setelah rencana mereka tersusun. Jadi jadwal yang ada hanya ke Aceh. Katanya, pasti kelompok berikutnya akan ada yang dikirim ke Yogyakarta.

SHARE
Previous articleEmpati untuk Yogyakarta
Next articleEmosi Lelaki

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here