mooningSelain bermakna bulan, moon bisa mengacu ke bulatan pantat (nomina/kata benda) atau memamerkan bulatan pantat setelah celananya diperosotkan (verba/kata kerja). Sebelum berpanjang lebar, perlu saya peringatkan terlebih dahulu bahwa tulisan ini mungkin akan melantur tidak karuan. Tentang gambar yang saya pakai untuk tulisan ini, mohon maaf bila kurang berkenan.

Entah dari mana sumber asli foto seorang yang sedang pipis lewat jendela itu. Saya memperolehnya dari grup Whatsapp para sahabat saya yang tingkat “kerusakan”-nya sudah stadium tak terhitung karena saking parahnya. Foto itu muncul saat menyinggung masalah Brexit (Brebes Exit) yang sering disebut-sebut terkait macet lebaran kemarin. Karena foto itu pula saya tergerak untuk menulis, dan juga setelah dapat peringatan dari para sahabat saya untuk tidak menuliskannya. Karena dilarang, saya justru membuat tulisan. Aku ki ncen embuh owk.

Mooning atau pamer pantat itu sampai sekarang masih dilakukan, baik pantat yang sebenarnya atau pun ” pantat” yang lain. Meski buat sebagian orang perbuatan pamer pantat dianggap tidak sopan, sebagian yang lain justru menganggapnya sebagai bentuk ekspresi nan lucu menggelikan. Apalagi bila mooning itu dilakukan antar sahabat, tak ada itu yang namanya tidak sopan atau tak tahu tata krama. Justru kelakuan itu ditanggapi sebagai wujud kedekatan dan keakraban.

Yang sebenar-benar tidak pantas dan menyebalkan juga menjijikkan itu pamer pantat yang dilakukan para koruptor. Bukan, bukan pantat mereka yang mungkin putih mulus, atau hitam keriput, tapi “pantat” lain. Maksudnya? Begini ceritanya.

Entah sudah berapa tulisan yang menyinggung masalah korupsi dan koruptor yang telah saya buat. Dan saya akan terus menuliskannya bila ada kesempatan, termasuk dalam artikel ini. Saat hendak menuangkan gagasan yang kemudian saya kasih judul mooning ini, salah satu bahan tulisan yang langsung muncul di kepala saya adalah tentang koruptor yang suka memamerkan “pantat”-nya. Pantat koruptor yang suka dipamer-pamerkan itu ujudnya bisa berbentuk rumah gedong, mobil mewah, perhiasan yang bling-bling, foto liburan ke tempat-tempat eksotik, bahkan pamer cem-ceman. Itu jelas perbuatan yang memuakkan dan tidak lucu. Sebuah kelakuan yang menyakiti hati dan perasaan rakyat negeri ini. Celakanya, karena kebebalan nurani, pamer pantat itu terus dilakukan. Rasane pengin tak tempiling bila bertemu koruptor yang mooning itu.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here