mie aceh di bogor
Bagi lidah saya, mie Aceh itu seuhah. Seuhah bermakna pedas sekali. Kata dari bahasa Sunda itu cocok untuk menggambarkan membaranya mie Aceh di Bogor maupun di tempat lain. Pokoknya mie Aceh.

Sudah lama saya tak mencicipi mie Aceh di Bogor, atau masakan Aceh lainnya. Bukan apa-apa. Pedasnya itu lho. Lidah saya kepanasan dibuatnya. Biasanya setelah itu efeknya turun ke perut. Isi perut jadi meronta dan tiba-tiba kamar mandi jadi tempat paling indah di dunia untuk dikunjungi.

Ada beberapa tempat makan yang menawarkan mie Aceh di Bogor. Baik pemain lama atau baru. Sebagian masih bertahan sampai sekarang, sebagian lainnya sudah hilang. Ada tiga warung mie Aceh di Bogor yang pernah saya coba. Dua mie Aceh di Bogor yang dulu pernah ada dan sempat saya cicipi tapi sekarang sudah hilang adalah yang di dekat lampu merah pertigaan Bangbarung, sebelah kirinya RS Azra. Satunya lagi yang ada di dekat lampu merah Jln. Pandu Raya atau sekarang berganti nama Jln. Achmad Adnawijaya, belakang rumah makan Manjabal.

Dulu ketika belum pernah merasakan mie Aceh di Bogor atau di kota lain yang pernah saya kunjungi, kelihatannya kok nikmat banget. Begitu punya kesempatan mencoba mie Aceh di Bogor untuk pertama kali, penilaian yang muncul: seuhah alias pedas banget! Kesempatan kedua namun di tempat makan yang berbeda tetapi masih mie Aceh di Bogor juga menghasilkan kesan yang sama. Baik goreng maupun yang direbus, mie Aceh memang pedas buat indera pengecap saya. Bahkan ketika saya memesan tidak pedas, masih terasa pedas juga. Dengan begitu, bisa diperkirakan bumbu dasar mie Aceh memang sudah pedas. Kalau sangat pedas sebagaimana pertama kali saya beli, itu artinya ditambahi cabai lagi.

Namun ibarat orang bilang, kapoknya saya ini kapok lombok. Ngomong jera tapi lain waktu diulangi lagi. Jadi meski sudah tahu kalau masakan Aceh itu pedas, masih saja tetap nekad. Diulangi lagi, diulangi lagi. Apalagi kalau bareng dengan teman atau ketemu rumah makan mie Aceh di Bogor yang baru buka. Selalu penasaran ingin mencoba dan berharap rasanya tidak sepedas mie Aceh di Bogor yang pernah dicoba sebelumnya. Dan harapan saya itu selalu tidak terwujud. Tetap saja kepedasan, lalu mangap-mangap bagai ikan emas.

Mie Aceh di Bogor

Rasa penasaran saya kembali muncul saat ada lagi yang baru tempat makan mie Aceh di Bogor. Mie Aceh Seulawah Bogor ini terletak di Jln. Achmad Adnawijaya No. B1, Bantarjati, Bogor Utara, Kota Bogor. Bila dari perempatan Jambu Dua, pilihlah jalan menanjak. Kalau dari arah Cibinong atau keluar dari pintu tol BORR, setelah sampai perempatan itu beloklah ke kiri. Hanya enam menit jalan kaki atau kalau naik mobil cuma tiga menit untuk sampai di lokasi. Mie Aceh Seulawah Bogor ada di sisi kanan jalan.

Soft opening Mie Aceh Seulawah Bogor ini pada 1 Februari 2018. Masih kinyis-kinyis. Fresh from the oven. Meski Mie Aceh Seulawah Bogor yang adalah cabang kesepuluh ini baru buka, bukan berarti tanpa pengalaman. Karena bisnis mie Aceh di Bogor ini merupakan waralaba yang sudah beroperasi di mana-mana, urusan menu tentunya sudah punya standar. Jam terbang Mie Aceh Seulawah Bogor memang hitungannya masih hari, tapi sebagai bagian dari jaringan waralaba, pewaralabanya tentu tak akan lepas tangan begitu saja. Mie Aceh Seulawah di Benhil alias Bendungan Hilir Jakarta sebagai pewaralaba yang sudah ada sejak 1996 tentu akan cawe-cawe.

Tak afdol bila dari tadi sudah nyerocos perihal Mie Aceh Seulawah Bogor tapi tidah nyinggung-nyinggung menunya. Saya memesan menu yang dijadikan gacoan tempat makan ini yaitu mie Aceh. Saya sengaja pesan mi goreng ayam tanpa minta dikurangi kepedasannya. Coba seperti apa rasanya. Apakah tetap seuhah sebagaimana biasa atau lebih bisa berdamai dengan lidah saya.

Menu di Mie Aceh Seulawah Bogor

Mie goreng ayam yang dihargai Rp 26.000 tampilannya mengundang selera, dan tebakan saya perihal rasa ternyata salah. Standar kepedasan mie Aceh Seulawah rupanya masih bisa diterima lidah saya. Namun bila mau lebih pedas, tinggal minta. Cocok!

mie aceh di bogor
Mie Goreng Ayam
mie aceh di bogor
Es Kopi Aceh Sanger

Dari sekian banyak menu yang ditawarkan, terus terang sebenarnya saya berharap bisa mencicipi ikan kayu yang mengundang penasaran. Mengapa dinamakan ikan kayu? Sayangnya menu yang satu ini sudah sold out alias habis terjual. Itu berarti saya harus kembali lagi di lain waktu. Untungnya menu ayam tangkap dan es kopi Aceh sanger masih ada. Saya sempat juga mencicipi martabaknya. Ternyata tampilan martabaknya unik. Dan yang membuat saya pasti akan pesan kembali martabak ini adalah karena tidak ada unsur daging, hanya telur dan sayuran.

mie aceh di bogor
Ayam Tangkap
mie aceh di bogor
Martabak
mie aceh di bogor
Mie Kepiting

Mie Aceh Seulawah Bogor setiap hari buka mulai pukul 10.00 WIB sampai 22.00 WIB. Pesanan terakhir dilayani pukul 21.00 WIB. Tempat makannya ada dua lantai, tapi saya lebih merekomendasikan duduk di lantai dua. Tempatnya lebih luas dan lebih tenang. Apalagi di malam hari. Jika mau mengadakan rapat, tempat ini juga menyediakan ruang rapat dengan kapasitas 12 orang. Namun bila mau menggunakan ruang rapat, Anda harus memesan terlebih dahulu.

mie aceh di bogor
Ruang Makan Lantai 1
mie aceh di bogor
Ruang makan di lantai 2 lebih luas, nyaman, dan tenang.

Dengan hadirnya mie Aceh di Bogor yang baru ini, yang ternyata tak sepedas mie Aceh dari tiga warung mie Aceh yang sudah saya coba sebelumnya, saya sekarang punya tujuan. Bila ingin menikmati kuliner Bogor berupa mie Aceh, tinggal meluncur ke Mie Aceh Seulawah.

Sumber gambar: koleksi pribadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here