Kalo misalnya anda menjadi kucing, pilih mana antara kucing garong dengan kucing masjid? Anda bebas menentukan pilihan sesuai keinginan. Tidak ada bujukan, paksaan, apalagi ancaman. Monggo, silakan pilih.

Sudah memilih? Sekarang saya akan ceritakan kedua jenis kucing itu. Barangkali anda akan berubah pikiran, entah ganti pilihan atau malah membatalkan pilihan dan memutuskan untuk tidak memilih.

Meskipun kucing garong kesannya rakus dan liar, tetapi dia sangat terkenal. Bahkan sampai dijadikan lagu. Anda pasti tahu lagu Kucing Garong yang aslinya berbahasa Indramayu. Tetapi hati-hati saja, meskipun populer, kucing garong suka main sikat main embat apa sing lewat. Makanya saya sarankan jangan dekat-dekat kucing garong, kalo perlu hindari saja deh. Apalagi bila anda ini termasuk jenis manusia yang menarik untuk disikat dan diembat.

Kucing masjid kedengarannya lebih baik. Namun jangan salah duga dulu, yang namanya kucing masjid itu bisa menyerang anda bila mereka tidak suka. Contohnya di Masjid Agung Demak. Jika anda pernah ke sana, di masjid wali songo itu banyak berkeliaran kucing masjid. Mereka suka bergerombol di serambi. Bila ketemu mereka hati-hati saja. Jangan sampai anda memelotkan mata ketika melihat mereka. Nanti anda dikiranya menantang mereka. Bila anda nekat melakukannya, kucing masjid itu akan balas memelototi anda. Bahkan bisa jadi akan memukul dan mencakar anda. Atau mungkin saja anda akan dikeroyok sampai bonyok.

Eit, jangan bingung dulu. Yang namanya kucing masjid di atas itu bukan si meong yang lucu tapi julukan buat preman-preman kampung yang tinggal di sekitar masjid dan yang suka berkeliaran di masjid. Mereka biasanya jualan kitab, buku, jaga toilet, atau menjadi tukang parkir. Mereka sholat di masjid, tetapi juga melakukan perbuatan maksiat seperti judi dan minum alkohol. Istilahnya STMJ lah –Sholat Tetap Maksiat Jalan terus.

Bila di awal tulisan ini saya menawarkan anda dua pilihan, saya hanya bermaksud menunjukkan kepada anda bahwa kucing itu merupakan metafora yang bagus untuk manusia. Contohnya kucing garong yang ada dalam lagu dangdut dan kucing masjid yang suka berkeliaran di serambi Masjid Agung Demak di atas. Tentu saja mereka bukan kucing yang sebenarnya. Bahkan beberapa waktu yang lalu, ada perilaku kucing yang dijadikan materi iklan kondom. Masih ingat iklan itu? Ketika si laki-laki memanggil pasangannya, si perempuan menjawabnya dengan mengucapkan, “Meooong…”. Saya nggak tahu entah kucing jenis apa yang lagi diperagakan. Yang jelas, kucing itu lagi mupeng alias brahi. Menurut anda begimana?

Kucing memang binatang yang menarik. Binatang lucu yang bulunya lembut dan tingkahnya kadang nggemesin. Banyak orang yang senang dengan kucing bahkan sampai taraf addicted. Saya sendiri senang kucing tapi masih sebatas normal. Artinya, saya nggak akan sampai tidur ngelonin kucing, makan bareng kucing, apalagi ngawinin kucing seperti yang pernah diberitakan koran Sindo beberapa waktu yang lalu tentang orang India yang kawin dengan anjing. Bukan kucing memang, tapi kan binatang juga? Selain banyak penggemar kucing, ada juga yang jijik, takut, bahkan ada yang lihat kucing seperti melihat hantu. Saya pernah memiliki tetangga atau teman kerja yang seperti itu.

Jika anda pecinta kucing, saya dukung. Itu artinya anda pecinta binatang. Disamping kucing alangkah baiknya anda juga menyukai binatang lainnya, binatang jalang misalnya, meskipun dari kumpulan yang terbuang. Halah! Ini sih binatangnya Chairil Anwar. Tapi benar lho, di balik imutnya tampang si meong, ada berbagai jenis penyakit yang bisa ditularkan kucing kepada manusia. Mereka yang paling mungkin terkena sih bayi, anak-anak di bawah 5 tahun, pasien penerima cangkok organ tubuh, penderita HIV/AIDS, dan mereka yang sedang menjalani perawatan karena kanker. Namun hati-hati saja, walaupun anda tidak termasuk golongan di atas tetapi immune system anda lemah atau nggak bagus, ya bisa kena juga.

Toksoplasma (toxoplasmosis) memang paling populer sebagai penyakit karena parasit yang datangnya dari kucing. Padahal penyakit ini sebenarnya bisa juga disebabkan karena mengkonsumsi daging mentah atau melakukan aktivitas berkebun. Salah satu akibat dari penyakit ini cukup mengerikan. Si penderita, bila dia perempuan, bisa melahirkan bayi cacat. Gimana coba? Kasihan kan? Bukan hanya bayinya, tetapi juga orangtua dan anggota keluarganya yang lain.

Disamping toksoplasma, sebaiknya anda juga perlu tahu penyakit lain yang berasal dari kucing sehingga anda bisa lebih hati-hati dan waspada. Di bawah ini terdapat berbagai jenis penyakit yang berasal dari si pus yang suka kita belai-belai yang saya ambil dari medicinenet.com. Biar lebih afdol, saya masih tetap menggunakan bahasa Inggris untuk nama penyakitnya sesuai aslinya. Sssttt… padahal sebenarnya sih karena nggak tahu bahasa Indonesianya saja. Alasan!

  1. Campylobacter Infection
    Disebabkan karena bakteri. Binatang lain yang bisa menyebabkan penyakit ini adalah anjing atau binatang piaraan seperti marmut dan kelinci.
  2. CSD (Cat Scratch Disease) atau Cat Scratch Fever
    Bakteri yang bernama Bartonella henselae masuk ke tubuh penderita karena cakaran atau gigitan kucing. Penderita CSD akan mengalami demam, kepala pusing, kelelahan, dan hilang nafsu makan.
  3. Coxiella Burnetti Infection
    Disebabkan karena bakteri yang berasal dari kucing.
  4. Cryptosporidium Infection
    Penyebabnya adalah parasit yang berasal dari kucing, anjing dan binatang piaraan lain seperti marmut dan kelinci.
  5. Dipylidium Infection (cacing pita)
    Disebabkan oleh parasit yang dibawa oleh kucing, anjing, dan kutu.
  6. Hookworm Infection
    Disebabkan oleh parasit yang berasal dari kucing, anjing, dan lingkungannya.
  7. Leptospira Infection (Leptospirosis)
    Disebabkan oleh bakteri yang berasal dari binatang liar maupun peliharaan termasuk kucing.
  8. Plague Infection
    Penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang jarang terjadi. Berasal dari tikus, kucing, dan kutu.
  9. Q Fever
    Disebabkan oleh bakteri yang kadang-kadang berasal dari kucing.
  10. Rabies
    Penyakit karena virus yang berasal dari binatang di antaranya adalah kucing.
  11. Ringworm
    Disebabkan oleh jamur dari binatang termasuk kucing.
  12. Toxocara Infection (Roundworm)
    Sama dengan penyakit Dipylidium Infection (cacing pita).
  13. Salmonella Infection
    Disebabkan oleh bakteri yang berasal dari binatang termasuk kucing.

Tuh kan, ternyata bukan toksoplasma doang penyakit dari kucing itu? Tapi bila anda memang benar-benar sudah jatuh cinta sama kucing, ya terusin aja. Asal tidak sembrono dan tetap hati-hati. Jangan suka iseng memasukkan jari ke mulut kucing atau sengaja mengulik-ulik kakinya biar dicakar. Maksudnya bercanda, eh nggak tahunya jadi bencana. Berabe kan jadinya?

Biar bencana itu bisa diminimalisir, coba ikuti tip-tip di bawah ini. Siapa tahu mampangat.

  • Cuci tangan dengan sabun dan di air yang mengalir (pancuran) setelah nyenggol apalagi mainin e-ok kucing. Iseng amat sih?
  • Hindari cakaran atau gigitan kucing.
  • Jika kecakar atau digigit kucing, segera cuci bekasnya dengan sabun dan menggunakan air mengalir.
  • Lakukan vaksinasi anti rabies terhadap kucing anda.
  • Gabung dengan kumpulan pecinta kucing untuk tukar informasi dan pengalaman, juga baca referensi dan informasi apapun tentang tetek-bengek yang terkait dengan kucing agar selalu up-to-date.

Bagaimana dengan mitos mengenai kucing? Katanya sih kucing itu punya sembilan, ada juga yang bilang tujuh nyawa. Buktinya, bagaimanapun kucing itu jatuh atau dijatuhkan, pasti yang nyampe ke tanah kaki duluan, bukan kepala. Tidak pernah terjadi kucing gegar otak gara-gara jatuh. Kecuali dibanting kali ya. Itulah mengapa kucing kagak ade matinye. Selain itu, bila tiba-tiba ada kucing hitam melintas jalan yang akan anda lewati, itu pertanda anda akan tertimpa musibah. Satu lagi mitos negatif tentang kucing, kenapa tukang-tukang sihir itu demen memelihara kucing, terutama yang hitam? Karena kucing bisa memperkuat kekuatan dan keahlian ilmu sihir mereka. Percaya semua itu? Bodoh! bila iya.

Kucing itu sudah ada sejak dulu kala. Sejak anda belum lahir, jangankan itu, orangtuanya orangtua dari orangtuanya orangtua anda belum lahir saja, kucing sudah menjadi legenda. Sejak jaman Mesir kuno, manusia memelihara kucing. Kucing yang dianggap perwujudan dari Dewi Matahari atau Dewi Perang yang bernama Bast atau suka disebut dengan Ubasti atau Bastet diyakini dapat melindungi ladang pertanian, rumah dan penghuninya dari gangguan serangga dan orang-orang jahat. Bast kadang-kadang berujud singa betina yang menggunakan baju perang.

Beberapa agama kuno bahkan percaya kalo kucing itu merupakan arwah suci, pendamping, dan pemandu manusia. Mereka tahu segalanya tetapi tidak bisa bersuara sehingga tidak bisa mempengaruhi keputusan yang dibuat manusia. Di Jepang, ada simbol keberuntungan berbentuk kucing bernama Maneki Neko. Dia dikenal juga sebagai Beckoning Cat, Welcoming Cat, Lucky Cat, Money Cat, atau Fortune Cat. Patung Jepang ini biasanya dibuat dari keramik atau porselin yang diyakini akan mendatangkan keberuntungan bagi pemiliknya. Fungsinya bisa macam-macam, sebagai celengan, gantungan kunci, dan lain-lain.

Dalam Islam, ada kisah menarik tentang kucing kesayangan Nabi Muhammad yang bernama Muezza atau Mu’izza. Pernah suatu ketika Nabi Muhammad tidak jadi mengenakan kembali jubahnya gara-gara Muezza tidur di atasnya. Dia khawatir akan membangunkan kucing kesayangannya itu. Ada juga kisah lain tentang Nabi Muhammad yang pernah diselamatkan dari serangan ular berbisa oleh seekor kucing.

Cerita lain tentang kucing, Freddie Mercury, vokalisnya Queen, memiliki banyak kucing. Salah satu album solonya yang berjudul Mr Bad Guy malahan khusus dibuat untuk para pecinta kucing yang ada di seluruh dunia. Marie Antoinette yang memiliki nama panjang yang benar-benar panjang, Maria Antonia Josepha Johanna von Habsburg-Lothringen (2 November 1755 – 16 October 1793), memiliki 6 kucing jenis angora yang dianggapnya telah menyelamatkan hidup dia. Selain itu kucing juga tidak terlepas dari kehidupan orang-orang masyhur seperti John Lennon dengan kucingnya yang bernama Elvis dan istrinya, Yoko Ono, dengan kucingnya yang bernama Sascha.

Okelah, anda yang suka kucing, teruskan. Hati-hati saja, jangan sampai terkena penyakitnya. Anda yang tidak suka kucing, mungkin perlu bertanya pada diri sendiri kenapa kok nggak suka kucing. Jangan sampai ketakutan anda itu menjadi semakin parah sehingga menjadi fobia dengan kucing atau istilah kerennya Ailurophobia.

Sebagai penutup, saya kasih tebakan buat anda. Kucing hitam apa bahasa Inggrisnya? Betul. Black cat. Terus, apa bahasa Inggrisnya ‘kucing hitam mati kegencet pintu’? Yak, betul, black cat dead ciet (dibaca /blækædæt ciæt/).

Yah, begitulah kirah-kirah.

Anyway by the way busway, tulisan ini saya persembahkan untuk si cat lovers sejati di manapun berada.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here