image

Barangkali agak aneh atau justru Anda sudah bisa menebak perihal judul di atas. Ya, tulisan ini memang ada kaitannya dengan android, sebuah teknologi yang paling banyak digunakan dalam pengoperasian telepon pintar saat ini.

Ini merupakan tulisan pertama yang saya buat menggunakan telepon genggam bersistem operasi android. Bukan pekerjaan gampang memang, tapi karena keadaan menuntut maka mau tidak mau saya harus mulai belajar mengakrabinya. Disebabkan hanya ada satu laptop saat mudik lebaran ini dan sedang dipakai pula, menulis menggunakan hape, apa boleh buat, terpaksa saya jalani. Daripada turun berok karena tak tersalurkan?

Android memang luar biasa. Telepon pintar yang sudah dioperasikan menggunakan android menjadi perangkat  handal yang bisa dijadikan alat bantu apa saja, dari yang bermanfaat maupun untuk bermaksiat. Jika kita lihat aplikasi yang ditawarkan, kita benar-benar dimanjakan. Ada ratusan ribu bahkan sekarang sudah jutaan, mungkin, jumlah dan jenisnya. Yang menyenangkan lagi, sebagian besar aplikasi tersebut bisa diunduh secara gratis.

Selain android mampu mencengangkan saya, dia juga bisa membuat teman-teman saya senang. Karena hape android inilah mereka punya kesempatan mem’bully’ saya baik secara online maupun offline. Sebagaimana yang biasa saya alami dengan barang atau teknologi baru, selalu ada kejadian yang membuktikan saya sebenarnya ‘gaptek’. Salah satu contoh misalnya ke-gaptek-an saya terkait dengan laptop yang cukup lama sudah saya miliki. Silakan baca tulisan saya tentang kejadian ‘memprihatinkan’ itu berjudul Blogger Ndeso. Untuk android, ke-gaptek-an saya yang menjadi bahan olok-olok para sahabat saya itu adalah … kasih tahu gak yaaa? Ah, biar mereka sendiri nanti yang cerita dengan menuliskannya di kotak komentar setelah membaca tulisan ini.

Malukah saya dengan kebodohan itu? Tentu saja tidak! Saya malu, akan sangat malu jika menjadi koruptor. Bila hanya ‘gaptek’ karena bertemu teknologi baru, itu tak ada apa-apanya.  Justru hal tersebut menyenangkan. Bahkan saya merasa bangga sekaligus bersyukur karena masih mempunyai kesempatan bertemu dengan barang atau teknologi baru semacam android. Perihal ‘bully’ atau olok-olok yang saya terima, itu tak ada bedanya dengan sanjungan. Bagi saya, keduanya menyenangkan. Meskipun mereka mem’bully’, saya tahu itulah bentuk lain dari rasa sayang dan persahabatan yang mereka berikan. Sama seperti kata umpatan ‘asu’ (anjing) yang digunakan oleh teman-teman dari Yogyakarta dan sekitar kandang ‘asu’ tersebut. #Eh

Bukannya berapologi, tetapi karena ini adalah tulisan pertama yang dibuat menggunakan hape android maka apabila ditemukan kesalahan ejaan atau pilihan kata, mohon dimaafkan dan harap dimaklumi. Namun ngomong-ngomong, setelah merampungkan tulisan ini, ternyata enak juga mengandroid.

Sumber gambar: di sini

6 COMMENTS

  1. @MT: yang jelas karena kefefet. 😆
    @hadi: terima kasih sudah jadi teman. :mrgreen:
    @Khrisna: beuh juga. :p
    @totok: sip, ayo saling update. :mrgreen:
    @utami utar: berarti perspektifnya memang telah berubah. 😉

  2. Dulu, dulu sekali, sahabat saya melarang saya beli ketika barang model ini mulai muncul. Katanya, alat begituan untuk orang eksis (dan menurutnya saya tidak termasuk di dalamnya). Sekarang? Dia suka sekali mengatakan bahwa yang tidak pakai android adalah orang sesat, sehingga harus dikembalikan ke jalan yang benar. Jadi ternyata, android juga bisa mengubah perspektif orang tentang sesuatu.
    Btw, ulang tahun saya sebentar lagi lho, siapa tahu ada yang mau memberi kado android …

  3. wah ikut bersyukur bisa mengandroit hahahaha eh kalo umpatan seputar jogja itu bukan asu tapi wassssyyyyuuuuu gitu ejaan pisuhan yang disempurnakan, tapi di situ muncul hurup G alias 3G yang kata sampean Goblok Gendeng Gua hahahahha mantap wis update ….aku ya update

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here