perpustakaan cinta baca bogor
(Foto: cintabaca.org)

Salah satu tempat yang layak masuk prioritas kunjungan khususnya bagi para pecinta buku dan yang memiliki hobi membaca adalah sebuah perpustakaan bernama Cinta Baca. Perpustakaan ini berada di tengah Kota Bogor, persisnya di Jln. Raya Bogor Baru A2/17, tepat di seberang Hotel Naz. Banyak pilihan buku di sana, dari buku anak-anak sampai orang dewasa. Bisa dibilang, Cinta Baca adalah ‘oase’ menyejukkan peluas cakrawala pengetahuan.


Saya punya kesempatan mengunjungi kembali perpustakaan ini pada Sabtu, 26 September 2015 saat berlangsung acara Kelas Bogor. Sekadar informasi tentang Kelas Bogor, kelas ini diadakan setiap bulan. Tanggal dan tempatnya tidak tetap, tergantung kapan pengisi acara bisa hadir dan pemilik tempat yang berbaik hati menyediakan ruang kelas. Tempat yang dipakai bisa di restoran, kafe, sekolah, universitas, pesantren, museum, perpustakaan semacam Cinta Baca, dan lain-lain. Topiknya beragam sesuai pengisi acara yang didatangkan. Yang pasti, mereka adalah praktisi yang telah menjalani pengalaman yang dibagikan ke peserta Kelas Bogor. Bukan ahli teori. Kelas yang pernah diselenggarakan di antaranya adalah tentang kopi, fotografi, penulisan kreatif, bisnis online, blogging, berburu beasiswa luar negeri, blogpreneur, dan sociopreneur. Karena tanggal, tempat, dan topik selalu berubah, sebaiknya mengikuti akun Twitter @KelasBogor untuk tahu perkembangan terbarunya. Saat ini, Kelas Bogor merupakan subkegiatan offline dari Komunitas Blogger Bogor atau Blogor yang beralamat di blogor.org. Informasi tentang Kelas Bogor juga bisa dibaca di kelasbogor.wordpress.com.

kelas bogor
(Foto: kelasbogor.wordpress.com)

Kembali tentang Cinta Baca, perpustakaan ini adalah lembaga nirlaba. Membaca visi misinya yang terus berusaha meningkatkan minat baca dan dengan penuh semangat menyebarkan virus membaca, sudah sepatutnya kita dukung semangat tersebut. Bagi Anda yang berniat menyumbangkan buku, Cinta Baca terbuka untuk itu. Atau bila Anda ingin terlibat dalam pengelolaan program-program yang dijalankan, Cinta Baca memberi kesempatan menjadi relawan. Tinggal datang dan temui petugas yang ada untuk mendaftar.

Sebagai perpustakaan, Cinta Baca tidak sekadar menyediakan buku-buku bacaan. Para pengelolanya juga menyusun program kegiatan yang bisa diikuti pengunjung perpustakaan atau masyarakat di sekitar Cinta Baca berada. Sebagai contoh misalnya kegiatan belajar bahasa Inggris dengan penutur asing. Hal ini bisa terlaksana karena Cinta Baca memiliki kerjasama dengan pihak luar negeri (Amerika). Beberapa penutur asing dalam setahun selalu ada yang datang ke Cinta Baca untuk menjadi relawan. Ini menarik karena bisa menjadi magnit bagi masyarakat untuk datang. Dari situs online Cinta Baca, kita bisa tahu bahwa mereka memiliki dua macam program yaitu program inti atau mereka sebut Core Programs dan program nonformal atau Non Formal Programs. Program inti Cinta Baca adalah pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga yang disebut Kelompok Belajar Keluarga (Kejar). Program-program utama itu dinamai Kejar Cerdas, Kejar Sehat, dan Kejar Luhur. Selain program inti, Cinta Baca juga mengembangkan program nonformal yang mereka beri nama KuBIPA, English Club, dan Pre-School. Untuk penjelasan lebih rinci silakan mengunjungi situs cintabaca.org.

Suatu saat, saya berharap bisa kembali berkunjung ke Cinta Baca. Apalagi dari buku koleksi yang dimilikinya, terselip karya penulis-penulis Indonesia kaliber internasional favorit saya semacam Ahmad Tohari dan Pramoedya Ananta Toer yang sempat saya lihat entah berapa tahun yang lalu. Kalaupun tidak meminjam beberapa buku untuk dibawa pulang, minimal menikmatinya di situ. Membaca di Cinta Baca bisa dibilang sebuah rekreasi yang bukan hanya murah tetapi juga mencerdaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here