alun-alun masjid agung demak
Alun-alun Demak

Masjid Agung Demak itu ikon pop di Demak, sebuah kota kabupaten di Jawa Tengah. Setiap pelancong yang datang ke Demak, masjid peninggalan sembilan wali inilah yang biasanya jadi tujuan utama dan pertama. Setelah itu, baru mereka menuju destinasi lain entah ke objek wisata sejarah atau berburu kuliner khas Demak.

Ada 10 tulisan yang pernah saya buat di blog ini terkait dengan Masjid Agung Demak. Dari kesepuluh tulisan itu, lima tulisan menyebut Masjid Agung Demak secara selintas. Lima tulisan sisanya memang membahas tentang Masjid Agung Demak.

10 Tulisan yang Menyebut Masjid Agung Demak dan Tentang Dalemannya

Buat saya, Masjid Agung Demak itu kepingan perjalanan hidup. Masjid itu merupakan area bermain di masa anak-anak dan remaja saya. Masjid Agung Demak dan dalemannya, maksudnya seluruh tempat yang ada di dalam tembok masjid, ibarat daerah jajahan. Bisa dibilang kaki saya pernah menapak di nyaris segala sudutnya. Saya bisa menuliskan hampir seluruh potongan tentang masjid peninggalan wali itu hingga membentuk sebuah mosaik. Mosaik kisah yang tersusun itu berdasarkan apa yang telah saya alami dan lakukan pada masa itu. Jika misalnya sekarang apa yang saya pernah tulis sudah tidak ditemukan lagi, itu artinya sudah dilibas masa.

Pulang ke Demak

Tulisan pertama yang menyebut Masjid Agung Demak saya buat setelah menginap semalam di Demak. Sebelum kembali ke Bogor, saya sempatkan mengambil foto masjid itu. Tulisan berjudul Pulang ke Demak yang saya tulis pada 24 Februari 2006 berkisah tentang perubahan drastis yang terjadi terhadap Kota Demak bila dibandingkan tahun 1992 saat saya meninggalkan kota itu.

Meoooong…

Tulisan yang saya buat pada 13 Oktober 2008 ini sebenarnya mengulas tentang kucing. Itulah sebabnya saya kasih judul Meoooong… Entah mengapa kemudian terbesit ide menuliskan kucing masjid yang habitatnya di seputaran Masjid Agung Demak. Jangan anggap enteng para kucing masjid ini karena mereka bukan hanya mengeong tetapi juga bisa bicara bahkan bila perlu menggampar orang.

Waktunya Bermain: Menara Masjid Agung Demak

menara masjid agung demak
Ruang Lonceng di Menara Masjid Agung Demak

Serial yang saya kasih nama Waktunya Bermain memang sengaja saya buat untuk mengisahkan saat-saat menyenangkan di masa kanak-kanak saya bermain di Masjid Agung Demak. Seri pertama yang saya tulis pada 11 September 2010 berjudul Waktunya Bermain: Menara Masjid Agung Demak. Di dalam tulisan ini saya bercerita tentang kengerian menaiki menara masjid yang memiliki lonceng raksasa di atasnya. Betapa saya harus melawan rasa gamang berada di ketinggian untuk bisa sampai di ruang lonceng yang ada di pucuk menara. Sukacita bisa sampai di puncak menara ternyata harus saya bayar ketika saatnya turun. Di bawah, ada kejutan yang sudah menunggu.

Waktunya Bermain: Piring Putri Campa

Waktunya Bermain: Piring Putri Campa saya tulis pada 12 September 2010. Tulisan ini tentang peninggalan sejarah yang dimiliki Masjid Agung Demak yang sampai sekarang masih bisa kita temukan. Piring Putri Campa yang menempel di dinding yang ada di serambi masjid penuh teka-teki buat saya dan teman-teman masa kecil saya. Jumlahnya selalu berubah-ubah ketika kami hitung pada waktu itu.

Waktunya Bermain: Kolam Kayu

Dulu, di halaman depan bagian kiri Masjid Agung Demak ada sebuah kolam yang konon jadi tempat berwudu para wali. Di tulisan yang saya buat pada 13 September 2010 berjudul Waktunya Bermain: Kolam Kayu bercerita tentang kolam itu. Bukan tentang kami mengambil air wudu sebagaimana dilakukan para wali dulu, tetapi tentang cara kami memperlakukan kolam sakral itu sebagai kolam renang.

Waktunya Bermain: Pintu Petir

Tulisan berikutnya masih tentang dalemannya Masjid Agung Demak. Cerita yang saya tulis pada 18 Agustus 2012 berjudul Waktunya Bermain: Pintu Petir. Dalam bahasa Jawa, pintu petir artinya lawang bledhek. Sebutan itu yang kami, orang-orang Demak, gunakan untuk menamai pintu yang posisinya ada di tengah dan menjadi pintu utama memasuki ruang salat Masjid Agung Demak. Di dalam tulisan itu saya ceritakan latar belakang pintu itu dinamai Lawang Bledhek termasuk juga lokasi makam si penangkap petir.

Deoporisasi

Tulisan 20 Agustus 2012 berjudul Deoporisasi tidak bercerita dalemannya Masjid Agung Demak. Saya hanya sekilas menyebut Masjid Agung Demak di dalam tulisan ini. Inti dari Deoporisasi adalah bagaimana menghilangkan rasa enek karena terus-menerus mengonsumsi menu khas lebaran di Demak yaitu opor ayam.

Iwak Manuk

Masjid Agung Demak juga hanya sekilas saya sebut dalam tulisan berjudul Iwak Manuk yang saya buat pada 21 Agustus 2012. Kisah yang ada di dalam ini memang bukan perihal dalemannya masjid tetapi tentang iwak manuk yang adalah salah satu kuliner khas Demak.

Waktunya Bermain: Alun-alun Demak

Ini adalah tulisan kelima atau terakhir yang pernah saya buat tentang dalemannya Masjid Agung Demak. Entah itu memang tulisan terakhir atau nanti akan ada tulisan baru. Yang jelas, sampai saat ini saya belum menulis lagi atau belum ada rencana membuat tulisan baru tentang dalemannya Masjid Agung Demak. Tulisan yang saya buat pada 29 Agustus 2012 berjudul Waktunya Bermain: Alun-alun Demak. Sebenarnya alun-alun dalam tulisan ini bukan bagian dalam area masjid. Namun karena posisinya tepat ada di depannya, alun-alun ini dianggap satu kesatuan dengan masjid. Di sisi alan-alun ini, dekat SMPN 2 Demak, sekarang dipasang neon sign besar warna putih dan merah terbaca Simpang Enam Demak. Jika Anda datang dari arah Semarang menuju Kudus, Anda akan melihat tulisan itu.

Berburu Kopi di Kota Wali

Sebagai pecinta kopi, saya sempat membuat program jalan-jalan solo (sendirian) ke beberapa kota. Acara itu saya kasih nama Jalur Kopi dengan tagar #jalurkopi yang saya pakai di media sosial. Berburu Kopi di Kota Wali merupakan tulisan yang saya unggah di blog ini pada 8 September 2014. Ini merupakan kisah Jalur Kopi edisi kedua yang saya jalankan di tiga kota. Demak atau Kota Wali adalah salah satunya. Karena cerita tentang berburu kopi, Masjid Agung Demak tentu saja hanya sekadar numpang lewat di tulisan ini.

Itulah kesepuluh tulisan yang pernah saya buat, baik yang memang membahas dalemannya Masjid Agung Demak atau sekadar menyebut masjid itu secara sekilas. Bila Anda berkesempatan mengunjungi masjid peninggalan para wali tersebut, tulisan ini barangkali bisa menjadi latar kisah dari apa yang akan Anda temui di sana.

Sumber gambar: koleksi pribadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here