manusia pilihanBogor hujan gede. Angin berhembus begitu kencang membawa butiran-butiran air hujan. Orang-orang yang sedang mengikuti kutbah Jum’at sebagian menyingkir menghindari terpaan air. Sebagian lagi bergeming meskipun baju dan badannya membasah tersiram tempias. Jum’at ini, isi kutbah begitu menarik, mengingatkan jamaah akan adanya pilihan menjadi manusia. Inginkah anda menjadi manusia pilihan?

Ketika alam murka, manusia bisa berbuat apa? Tidak peduli siapapun kita, tak kan kuasa menahannya. Bila bencana melanda, manusia hanya bisa menerima. Tentu saja manusia harus mengusahakan upaya, namun semua tetap akan kembali ke kuasaNya. Jika kita tahu itu semua, bahwa kita sebenarnya tidak punya daya di hadapanNya, masihkah kita akan jumawa? Saya, anda, ingin jadi manusia seperti apa?

Ada tiga jenis manusia yang bisa dipilih dalam menjalani kehidupan ini. Siapapun anda, pilihan itu bisa anda tentukan. Tidak peduli anda pria atau wanita, miskin atau kaya, di desa maupun di kota, siapapun anda, memilihlah. Permudah dalam menentukan pilihan karena pada dasarnya hal ini adalah persoalan gampang. Persulitlah, maka anda akan benar-benar menemukan kerumitan dalam memilih.

Pilihan pertama: manusia tiada guna. Orang yang selalu membuat keributan, mencelakai orang lain, menipu, memperdaya, penuh kemaksiatan. Sebutannya bisa macam-macam:Β  preman, pencoleng, pemabok, atau justruΒ  dari luar terlihat atau menyaru sebagai orang suci semisal haji. Dia tidak ada manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Sebaliknya, merugikan. Orang-orang akan dengan senang hati bila dia pergi dan tak kembali. Bahkan tidak heran jika ada juga yang berdoa agar dia dibinasakan saja tanpa harus dibina terlebih dahulu. Seperti inikah pilihan anda? Saya jelas akan terkejut bila anda memilih menjadi manusia seperti itu. Namun saya tidak heran jika menemukan orang-orang tidak berguna itu.

Pilihan kedua: manusia individualis. Orang ini hanya mengutamakan kepentingannya sendiri. Dia tidak akan mengganggu dan tidak mau diganggu. Keberadaannya sama seperti jika dia tidak ada. Dia tidak memiliki manfaat bagi masyarakat, juga tidak merugikan lingkungannya. Karena orientasinya hanya dirinya sendiri, tidak salah jika orang ini dikatakan egois. Egoismenya mungkin bukan hanya menyangkut dirinya sendiri. Bisa saja egonya membawa dia hanya memikirkan keluarga, saudara, dan kelompoknya. Jika sudah begitu, akhirnya sangat mungkin kehadiran dia merugikan masyarakatnya. Akankah kemunculannya dirindukan? Sama seperti sikap dia, orang lain barangkali juga tidak peduli apakah dia ada atau tiada.

Pilihan ketiga: manusia bermanfaat. Menjadi manusia seperti ini tidaklah susah. Asal mau dan ikhlas, manfaatnya pasti bisa dirasakan lingkungannya meskipun tidak seberapa. Kehadirannya selalu dinanti. Orang-orang yang ada di sekelilingnya banyak yang berharap agar dia tidak pergi. Bila pergi, mereka berdoa supaya dia segera kembali. Mereka berharap dia ada di antara mereka selamanya. Orang seperti ini sangat puas jika bisa bermanfaat bagi masyarakat. Dia sendiri tidak merasa bahwa menjadi bermanfaat bagi orang lain itu suatu beban. Justru dia selalu berusaha bagaimana bisa dimanfaatkan oleh lingkungannya sebesar-besarnya. Waktu, tenaga, pikiran, harta, itulah beberapa hal yang akan dia dermakan demi kemaslahatan umat. Rugikah menjadi orang seperti ini?

Sekarang waktunya anda memilih. Yang mana dari ketiga jenis manusia itu yang akan anda pilih? Apapun pilihan anda, tenang saja, anda tetap akan menjadi manusia pilihan. Masalahnya, manusia pilihan siapa? Jika ingin menjadi pilihan manusia penghuni neraka, pilihlah yang pertama. Mungkin seperti itu maksudnya.

Sumber gambar: di sini

21 COMMENTS

  1. Masih diurutan ke-2 Egois dan individualis, tidak mengganggu dan tidak ingin diganggu. Semoga Allah SWT memaafkan hambanya ini. Memang bila harus memilih tentunya yang ke-3 (Semoga aku menjadi manusia yang demikian (3)). Amiiin

  2. menurut hati nurani (yang diciptakan secara fitrah menuju kebaikan) saya pilih no 3 pak, kadang ada saatnya tarikan nafsu, bujuk rayu syaitan mencoba memaksa saya untuk memilih no 2. namun semoga atas rahmat-Nya. semoga saya bisa tetep fokus di no 3 dan semoga yang lain pun diberi kemudahan untuk tetap menjadi manusia pilihan pada golongan no.3 (golongan terpilih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here