makan banyak berak banyakMaaf kalau judulnya agak gimana gitu. Saya tidak bermaksud jorok dengan tulisan ini. Dengan judul itu saya berharap apa yang ingin saya sampaikan dalam artikel ini mudah dimengerti. Betul, jika kita ini banyak makan pasti akan banyak yang dibuang. Jika tidak, pasti ada yang tidak beres.

Artikel ini sebenarnya mengenai dunia tulis-menulis. Apa yang dimakan artinya segala sesuatu yang diserap oleh panca indra yang kita miliki: hidung, mata, telinga, lidah, dan kulit. Dari aktifitas yang dilakukan itulah maka seseorang bisa menuliskannya. Dengan demikian, berak itu analogi dari kegiatan penulis mengeluarkan apa yang telah diserapnya menjadi sebuah tulisan. Itu maksud saya. Tidak jorok dan mudah dimengerti kan?

Memang semua kegiatan yang melibatkan panca indra bisa menginspirasi kita menulis. Namun dari kesemua itu, matalah yang paling banyak memberikan sumbangan. Melalui dia, selain menjadi sumber inspirasi, mata juga menjadi sarana datangnya bahan bakar dalam membuat tulisan. Matalah yang memungkinkan kita membaca lembaran-lembaran buku. Segala jenis buku berisi tulisan dan gambar. Membaca merupakan sumber bahan bakar untuk menulis. Membacalah maka anda akan terbakar.

Membaca memang bukan satu-satunya bahan bakar menulis. Namun demikian, membaca adalah kegiatan yang jangkauannya paling luas. Dengan membaca, kita bisa berada di manapun yang kita inginkan. Di darat, laut, udara, di atas pohon, di dalam tanah, bahkan di dalam kuburpun kita bisa melakukannya tanpa harus mati dulu. Ingin mencoba?

Membaca juga menjadi bahan bakar yang tidak habis-habis. Semakin banyak yang kita baca semakin besar dan variatif bahan bakar yang kita miliki untuk menulis. Mengetahui pentingnya membaca, saya pernah memberikan target kepada diri sendiri untuk membaca terutama buku minimal 1000 halaman per bulan. Lebih banyak lebih baik. Saya penuhi target itu setiap bulannya bahkan kadang lebih. Sayangnya karena kesibukan terutama kemalasan, target jumlah halaman itu belakangan ini tidak bisa tercapai. Namun membaca tetap masih saya jalankan.

Bagi saya, membaca itu hal yang menyenangkan. Bahkan saat ada yang tanya ke mana saya berwisata, saya menjawab ke manapun yang saya suka. Bukan karena banyak uang tapi dengan membaca saya bisa berekreasi ke tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi, bahkan ke tempat yang saya sendiri tidak pernah mengetahui jika ada tempat semacam itu. Ketika membaca saya bisa rileks sekaligus menjadi tahu. Karena kesenangan yang bisa didapat dari membaca, tidak heran jika ada orang yang bisa berlama-lama memelototi buku. Saya sendiri pernah membaca begitu lama dan tidak mau berhenti. Hanya karena badan kelelahan, leher tegang, dan mata kecapaian hingga berair dan pedaslah yang kemudian menghentikan saya membaca. Begitulah keampuhan sihir yang dimiliki dari kegiatan membaca.

Sayangnya, kegemaran membaca di negeri ini sangat rendah bila dibandingkan negara-negara lain. Jarang kita lihat orang membaca di angkutan atau tempat-tempat umum. Misalnya saja, sering ketika saya antri menunggu giliran baik itu di kantor pos atau di sebuah bank, seingat saya, belum pernah melihat di dalam antrian itu ada yang membaca. Kalaupun membaca, yang mereka baca paling sms, dinding twitter atau status di facebook. Mereka lebih suka memainkan gadget atau henpon daripada membaca buku. Mereka lebih senang telpon-telponan dan ngobrol dibandingkan membaca. Atau jika sendirian, orang-orang itu lebih suka bengong atau tengak-tengok macam ayam nelan karet. Ah, jahat amat saya mengandaikan seperti itu.

Budaya masyarakat kita memang masih budaya lisan (mendengar dan berbicara), bukan membaca. Makanya kita lebih senang telpon-telponan dan nonton televisi daripada membaca. Orang lebih percaya dengan apa yang didengar daripada yang dibaca. Tidak heran jika sebuah larangan tertulis dilanggar, peraturan tertulis tidak dipatuhi, sedangkan pemberitahuan lisan begitu kuat dituruti. Kekuatan tulisan tidak sehebat keampuhan lisan, apalagi bila terkait dengan klenik. Itulah sebabnya mengapa hal-hal mistis di negeri ini masih sangat kuat dan orang-orang kita pejabat sekalipun masih mengandalkan paranormal alias dukun untuk meraih jabatan yang diinginkan.

Ingin bukti keampuhan tulisan kalah dengan klenik? Anda bisa melakukan eksperimen seperti ini. Jika di sudut pagar rumah anda sering dikencingi orang, percuma anda beri tulisan peringatan yang bahkan bernada marah sekalipun semacam ”Dilarang kencing di sini kecuali ANJING!” Tidak akan manjur. Kasih saja kembang tujuh rupa, atau beberapa macam bunga semacam mawar merah dan putih serta bunga kantil. Untuk memperkuat efek dahsyat dari bunga yang anda taruh itu, sebarkan isu bahwa ada orang yang langsung sakit atau meninggal sekalian, gila, atau tidak bisa ke mana-mana setelah kencing di tempat itu. Dijamin orang tidak akan berani kencing di situ lagi, kecuali memang anjing beneran yang datang.

Ini agak mendadak memang, tapi saya harus berhenti di sini agar tidak melantur ke mana-mana. Satu hal yang ingin saya anjurkan ke anda setelah membaca tulisan ini, mulailah banyak makan agar banyak berak. Anda tahu yang saya maksud kan sekarang?

Sumber gambar: di sini

10 COMMENTS

  1. Ibarat sebuat teko yang berisi air, jika kita tidak menuangkan air di dalamnya ke gelas-gelas atau cangkir. Maka kita tidak akan bisa mengisi teko itu dengan air yang baru. Kalo dipaksa diisi maka air itu akan tumpah…

  2. nah…makan banyak dan berak banyak dalam konteks postingan ini adalah sungguh kegiatan yang mulia. ada juga permasalahan yang ada di Indonesia ini pak, selain gemar membacanya kurang.. tingkat keamanan bagi para orang ‘yang doyan baca’ juga perlu diperhatikan oleh negara. misal ada orang baca buku diterminal dengan pakaian keren. pasti di untit oleh orang-yang mungkin punya niat jahat. berbeda dengan negara Rusia (info yang saya baca internet) disana mereka bisa bebas baca buku walau ditempat sepi sekalipun…

  3. kalau di zaman digital sekarang ini, main gadget maksudnya membaca juga kali. cuma ya itu, akan berbeda hasilnya jika terbiasa membaca buku yang sistematis dengan postingan yang dibatasi 140+ karakter πŸ™‚

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here