Lunatic itu wildly foolish. Yah, bisa dibilang nggak waras gitu lah. Lalu maniac juga dapat berarti sama. Gila. Tapi yang satu ini bisa lebih mengarah pada antusiasme yang ekstrim, berlebih-lebihan, terhadap sesuatu. Bisa benda, bisa orang, atau monyet, eh maksud saya binatang. Yang terakhir atau ketiga, anak gaul sekarang suka menyebutnya dengan istilah narsis. Meskipun arti sebenarnya dari narsis sangat jauh dari arti kata yang dimaksudkan. Karena, narsis sendiri – yang kata Inggrisnya adalah narcissus atau narcissi – merupakan tumbuhan berbunga putih, krem, atau kuning, yang terdapat di daerah subtropis. Contohnya bunga daffodil, atau orang kita bilang bunga narsis. Sedangkan narsis yang dimaksudkan dari narcissism adalah hal atau keadaan mencintai diri sendiri secara berlebihan. Jauh teuing kan, antara narsis yang bunga dan narsis yang termasuk sikap kegilaan ini, gila terhadap dirinya sendiri? But, so what gitu loh. Nggap perlu diperdebatkan perbedaan yang sebenarnya memang mendasar tersebut. Bagi mereka itu nggak penting. Yang utama adalah apa yang ingin dia sampaikan dapat ditangkep dan dimengerti lawan ngobrolnya.

Lalu apa perlunya dengan saya? Ada. Saya perlu menulis karena sehari-hari saya berinteraksi dengan mereka. Para mahasiswa saya. Bukannya tidak suka atau gerah, tapi justru saya senang melakoninya. Mereka yang saya anggap sebagai sahabat-sahabat muda banyak memberikan inspirasi, kegairahan hidup, dan bahkan bisa membuat saya kangen. Atau mereka pasti akan bilang ‘iklan banget’ kalau saya katakan mereka itu bisa membuat saya hidup lebih hidup.

Mereka ini golongan manusia campuran antara ketiga unsur di atas. Sedikit lunatik, sedikit maniak, dan sedikit narsis. Mereka ini maniak foto. Antusias banget kalau ada acara foto-fotoan. Yang mbayarpun mereka tetap semangat. Malah pernah suatu ketika mereka foto bareng-bareng di BTM dan tukang fotonya sampai nawar supaya jangan banyak-banyak. Bayangin, yang dibayar saja sampai bertekuk lutut. Mpet n neg kali ya lihat kelakukan mereka. Tapi, ya tadi, dasar agak kurang waras, mereka nggak peduli. The show must go on. Dan hasilnya bisa anda lihat disini. Terlihat bersemangat, gembira, dan kesannya…… innocent.

Namanya juga masih belum dewasa. Tergolong remaja. Malahan ada yang lebih pantes disebut abg, anak baru gedhe. Kelakuannya juga kadang aneh-aneh, nggak masuk akal, dan unpredictable. Kalau orang yang melihat tidak bisa mensejajarkan dengan cara berpikir mereka, ya bisa stres sendiri. Padahal kalau mau dilihat positifnya, merekalah salah satu media yang bisa digunakan untuk rejuvenile.

Dari cara menggunakan dan menciptakan kosa kata juga menarik untuk diamati dan dipelajari. Kagak heran kalau bahasa slang sebagian berasal dari mereka. Karena dunia mereka berbeda dengan yang lebih dewasa, maka kalau tidak mempelajari cara mereka berinteraksi ya susah juga untuk dapat memahami komunikasi mereka. Untungnya ada orang yang mau bersusah-susah mengumpulkan kosakata yang mereka pakai untuk dibukukan menjadi sebuah kamus. Walaupun ada istilah-istilah khusus yang hanya digunakan kelompok tertentu dan tidak masuk dalam kamus, tapi lumayan membantu juga. Selain itu, ada kosa kata yang sifatnya universal, dipakai dimana-mana di lingkungan anak seusia mereka.

Saya beri contoh penggunaan kosa kata yang mereka lakukan dalam SMS. Mungkin buat anda yang sealam (kaya demit ya) dan satu species dengan mereka, bisa memahami dengan mudah. Buat saya, perlu mengerutkan kening dan mengira-ngira untuk dapat menangkap maksudnya saat saya membaca pesan tersebut.

ne ne mr nony,btw alat da yg krg ga mr …wah da pa negh,mo mlm kmsan ya…gmn tgsny dah rebes lum,jg lp klo dah brs traktr qt ya thnx c..u..

Satu lagi:

Halu jg P’Dosen.iya ne,kki tie mshPd skit,moBAB&Ppis ja btuh pjuangn.tp ttp,porsi mkn jdMkin btmbh.he2x..,bpk sndri gmn kbrny,msh pdSkt g?udh brp vocb yg apal?

Satu lagi:

O..msh dBEC?aws pa jgn mlm2 dsna,ntr daYg nmenin.metNgrjain proykny,klo dhBhsl jgnLpa aplany ygRjin y pak,jgn uprat apret! c u..

Yang terakhir:

Wah..!!kcau tuh,mnybrkn fto tnpa s’izn tie,bsa dTntut tu,min.trktrn HocBnd.duh pa,Tie abs dPjt ne,lmyan agaEntng.

Gimana? Terang teu? Pusing pusing dah sono.

Repotnya kalau ada orang jahat masuk dalam kehidupannya. Mereka sedang dalam kondisi mencari jatidiri, mencari sesosok idola yang bisa menjadi panutan. Kalau kebetulan yang membawa pengaruh adalah orang-orang yang tidak benar, bahwa untuk dibilang macho adalah harus merokok misalnya, atau mengkonsumsi narkoba, rusaklah hasilnya nanti. Ada contoh nyata yang diberitakan Kompas Minggu kemarin (13/8). Seorang remaja tega menyeret ibunya tanpa ada rasa hormat atau malu karena semata-mata menginginkan uang untuk beli narkoba. Meskipun akhirnya anak itu juga diseret para tetangga untuk dibawa kekantor polisi, sang ibu tetap tidak tega dan kasihan. Bagaimanapun juga, dia adalah darah dagingnya sendiri.

Saya sendiri hanya bisa berdoa buat sahabat-sahabat muda saya yang meskipun sedikit lunatik, maniak, dan narsis, mudah-mudahan mereka bisa berhasil dalam menjalani kehidupannya. Lancar dalam menggapai apa yang diidamkan. Menjadi orang yang bukan hanya berguna bagi keluarga, bangsa, negara, dan agama, tapi juga buat dirinya sendiri.

Farewell my amigos.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here