Beberapa hari yang lalu, di linimasa saya tiba-tiba muncul ajakan untuk ikut kuis dengan cara mem-follow sebuah akun. Kicauan semacam itu tidak mengherankan saya sebab ini bukan pertama kalinya terjadi. Biasanya saya langsung mengabaikannya. Karena hadiahnya menggiurkan yaitu iPad2, Blackberry, dan ratusan ribu pulsa, saya tergerak untuk tahu lebih lanjut. Yang saya temukan justru menimbulkan tanda tanya.

Pertanyaan yang langsung muncul di benak saya, “Ini kuis beneran atau tipu-tipu dari seorang pencari follower atau suka disebut social climber?” Hadiah yang ditawarkan terlalu menarik untuk sebuah kuis sederhana dan begitu mudah. Hanya dengan mem-follow akun penyelenggara dan mempromosikan acara tersebut, peserta memiliki kemungkinan mendapatkan gadget yang lagi populer atau pulsa melimpah. It’s too good to be true. Saya berasumsi penyelenggara kuis atau lebih tepatnya undian berhadiah semacam ini kalau tidak seorang dermawan pasti seorang penipu. Mengapa demikian? Dalam kicauan yang ada di linimasa penyelenggara kegiatan ini, dia menyembutkan akan memberikan hadiah-hadiah tersebut apabila followernya telah mencapai 1000. Wow! Percayakah anda? Itulah sebabnya mengapa saya berasumsi seperti tersebut di atas.

Bila kita lakukan perhitungan sederhana, total harga yang harus dibayar penyelenggara kuis untuk iPad2, Blackberry, dan pulsa bisa lebih dari 10 juta. Hanya dengan mentargetkan 1000 follower, jumlah itu teramat mahal, kecuali, seperti yang saya katakan sebelumnya, dia memang seorang dermawan yang ingin berbagi. Itu lain cerita. Jika peserta sadar akan perhitungan ini, mereka pasti akan curiga dan melihat bahwa kuis yang sedang ditawarkan hanyalah sebuah angin surga atau pepesan kosong. Sayangnya, karena caranya yang begitu mudah terutama hadiah-hadiahnya yang menggiurkan, kewaspadaan itu menjadi hilang.

Memang ketika kuis atau undian hoax semacam itu diikuti, tak ada yang dirugikan secara materi kecuali rasa jengkel karena telah dibohongi. Yang bisa dilakukan peserta yang telah tertipu itu paling meng-unfollow akun penyelenggaranya. Saya sendiri tidak langsung mendaftarkan diri ketika menerima ajakan untuk ikut. Bagi saya, nama yang digunakan yaitu @HadiahPromote tidak meyakinkan dan tidak jelas. Saya hanya merespon dengan membuat kicauan bahwa saya menunggu dan ingin tahu apakah hadiah-hadiah itu betul-betul diberikan setelah 1000 follower yang diinginkan telah tercapai. Seperti yang sudah saya perkirakan sebelumnya, penyelenggara itupun menghentikan kuisnya dengan alasan yang tentu saja diada-adakan ketika follower yang terkumpul belum mencapai 1000. Saya tidak heran dan tidak kecewa tetapi yang benar-benar berharap pasti akan sok dan sangat marah.

Saya tidak tahu apa yang diinginkan penyelenggara kuis yang menggunakan nama @HadiahPromote tersebut. Apakah dia tadinya memang berniat mengadakan kuis tetapi kemudian berhenti karena banyak yang mempertanyakan dan meragukan, atau dari awal memang ingin menipu untuk mengumpulkan follower, hanya dia dan Sang Maha Tahu yang mengerti. Namun bila melihat nilai hadiah dibandingkan dengan jumlah follower yang disasar serta penamaan yang terkesan asal-asalan, @HadiahPromote jelas sebuah kuis tipu-tipu.

Saat dilihat pada 20 Maret 2012.

Coba anda perhatikan kronologi yang sempat saya catat ini. Akun yang dibuat 17 Maret 2012 tersebut segera dikerumuni dan difollow karena hadiah yang ditawarkan. Hanya dalam waktu tiga hari setelah dibuat, jumlah followernya sudah mencapai 303 pada tanggal 20 Maret. Hari berikutnya, 21 Maret, @HadiahPromote menyatakan undian dibatalkan. 23 Maret saya kembali melihat apakah akun tersebut masih hidup setelah pemiliknya menghentikan undian berhadiahnya. Rupanya akun tersebut masih ada dan anehnya meski undian sudah dibatalkan follower terus berdatangan dilihat dari jumlahnya yang sudah menjadi 705. Jumlah itu menjadi 800 lebih ketika terakhir saya lihat dan mungkin masih bertambah. Nampaknya mereka yang menjadi follower masih berharap undian tersebut benar-benar ada. Berapa jumlah followernya sekarang kita tak akan pernah tahu karena akun itu telah menghilang. Jika di linimasa anda ada @HadiahPromote dan anda klik, jawaban “This user does not exist.” yang akan anda terima. Saya bisa rasakan betapa kecewanya mereka yang menggantungkan harapannya pada akun yang tidak bertanggung jawab itu.

Saat dilihat pada 23 Maret 2012.

@HadiahPromote telah mengubah namanya entah menjadi siapa sekarang. Namanya memang sudah diganti dan tak terlacak tetapi nomor pemberian Twitter 527389408 tidak akan berubah meski dia terus berganti-ganti nama. Jika di linimasa anda tiba-tiba muncul kicauan dari orang yang anda rasa tidak pernah anda follow, coba dilihat nomor keanggotaannya. Bila nomornya sama seperti di atas, dialah jelmaan dari @HadiahPromote. Dan tak perlu marah atau kecewa, unfollow saja dia dan diblok sekalian.

Kuis atau undian palsu seperti yang dilakukan @HadiahPromote hanyalah salah satu bentuk kejahatan yang terjadi di internet. Untuk menghilangkannya adalah tidak mungkin karena sampai kapanpun akan muncul manusia jahat di dunia maya sebagaimana yang terjadi di dunia nyata. Mensterilkan dunia ini dari manusia jahat hanyalah sebuah utopia, angan-angan yang tak mungkin mewujud. Kejahatan adalah penyeimbang dari kebaikan yang terjadi di kehidupan ini dan itu memang skenario yang harus dijalani manusia. Karena kita tak mungkin menjadikan dunia ini isinya orang baik saja maka yang perlu kita lakukan adalah waspada. Itulah satu-satunya cara menghadapi kejahatan di internet. Kita harus tetap waspada sehingga sikap hati-hati akan muncul karenanya.

Sumber gambar: topeng

10 COMMENTS

  1. hmm .. gatau benar atau ngga sih, tapi mungkin harusnya kebijakan twitter gak boleh ganti nama akun kecuali ada semacam verifikasi. Kalau ngga salah, khsusus artis hollywood ada verifikasi oleh twitter, Ga bisa orang sembarang buat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here