universal remote controlSetelah menulis Pilih Kopi atau Cangkirnya?, sekarang artikel ini khusus mengisahkan β€˜kopi’ yang ada di dalam cangkir tersebut. Kopinya sendiri pahit namun akan menjadi manis, asin, atau asam tergantung bagaimana kopi itu diracik. Selanjutnya, silakan menikmati kopi yang satu ini.

Dikisahkan seorang lelaki bernama Michael ketiduran di atas kasur yang sedang dipajang untuk dijual karena kecapaian. Dia tidak sedang membeli kasur, tetapi ada barang lain yang akan dibelinya.

Ketika terbangun, di depannya ada sebuah pintu. Si lelaki keluar melalui pintu itu. Bukannya keluar, justru dia berada dalam sebuah ruangan. Di ruangan itu telah berdiri seorang laki-laki yang di tangannya terdapat barang yang ingin dibeli Michael. Barang tersebut adalah sebuah remote control yang disebut universal remote control. Bentuknya tidak beda jauh dengan remote control yang lain, ada tombol-tombol di atasnya. Fungsinya juga sama, memainkan, mematikan, mempercepat, memperlambat, memutar mundur, menghentikan sementara, mengatur volume, dan lain-lain. Yang menjadi keistimewaan adalah remote control itu bisa juga mengendalikan jalannya kehidupan.

Awalnya Michael begitu gembira dengan universal remote control yang dimiliki. Lambat laun, dia merasa ada yang hilang. Ada bagian-bagian kehidupan yang dia lewatkan. Ternyata hidup ini tidak bisa diabaikan begitu saja tanpa harus mengalaminya. Proses hidup ini harus dijalani detik demi detik, baik dalam keadaan sadar maupun tidak. Saat beraktifitas, itulah proses kehidupan. Ketika tidurpun kita sebenarnya juga sedang berada dalam proses jalannya kehidupan. Selama manusia masih bernafas maka dia sedang menjalani hidupnya, tidak peduli apakah hidupnya penuh kesenangan maupun kedukaan, kaya ataupun miskin.

Michael akhirnya menyadari bahwa hidup ini begitu bermakna. Hidup ini adalah kopi, bukan cangkirnya. Kopi itulah yang seharusnya diprioritaskan dan dinikmati. Kisah tentang kehidupan seorang laki-laki yang bernama lengkap Michael Newman ini merupakan contoh bagus untuk metafora kopi dan cangkirnya. Saya sangat merekomendasikan cerita kehidupan Michael (diperankan Adam Sandler) yang dikisahkan dalam film Click untuk anda tonton. Jika anda belum pernah menontonnya, cobalah cari filmnya dan simaklah. Ada pelajaran bagus tentang nilai kehidupan yang akan anda dapatkan di sana.

Click memang mengisahkan kopi kehidupan. Seperti yang disampaikan oleh film itu, salah satu bentuk kopi yang wajib dinikmati adalah kehidupan bersama keluarga kita. Sudah seharusnya kehidupan kita bersama keluarga menjadi prioritas. Di situlah seharusnya cinta duniawi kita limpahkan. Jangan sampai ketika saat berkumpul dan saling membahagiakan dengan anggota keluarga (orangtua, kakak, adik, dan saudara kita) sudah tidak ada lagi, baru kita menyadari bahwa bersama mereka itu penting. Jika seperti itu, kita sudah terlambat.

Kasih sayang antar anggota keluarga adalah batu permata yang tidak bisa dibandingkan batu mulia apapun. Nilainya tidak mungkin bisa dinominalkan dengan mata uang dari negara manapun. Jika cinta untuk keluarga ini bisa diwadahi, tidak ada tempat yang bisa menampungnya. Cinta keluarga adalah cinta tak bersyarat. Tidak ada seorang ibu yang mengklaim penggantian biaya untuk semua jerih payah yang dia lakukan selama membesarkan anak-anaknya.

Hubungan antar anggota keluarga adalah hubungan emosi, bukan hubungan penjual dan pembeli. Saya masih ingat ketika anak pertama saya jatuh dari kamar mandi. Mulutnya jontor dan berdarah, jidatnya benjol sebesar telor puyuh. Dia yang kesakitan dengan musibah itu tetapi saya yang menangis tersengal-sengal. Bahkan setiap ingat kejadian itu atau menuliskannya seperti sekarang ini, dada saya tiba-tiba menjadi sesak dan air mata langsung menggenang di pelupuk. Saat anak kedua saya dicabut giginya, saya yang gentar. Jantung ini empot-empotan. Kejadian ini saya abadikan dalam sebuah tulisan berjudul Ujian. Ketika dia disunat, dada saya kembali sesak dan berlinang air mata merasakan kesakitan yang dialaminya. Untuk yang satu ini saya malah sempat membuat dua tulisan yaitu Anakku Dilaser dan Pertanyaan yang Tertinggal.

soulmateEmosi saya juga selalu terlibat dengan seorang perempuan cantik yang sekarang menjadi ibu kedua anak saya. Apapun yang dia alami, saya turut merasakannya. Bahkan di suatu April, saya pernah menyempatkan diri membuat sebuah tulisan berjudul Soulmate untuknya meskipun saya tidak menuliskanya pas di Hari Kartini. Untuk perempuan yang satu ini, seandainya cinta saya bisa dimasukkan ke dalam tas, saya yakin cinta saya akan bertas-tas jumlahnya.

Adakah pesan moral yang bisa anda ambil dari tulisan ini?

Sumber gambar: universal remote control

13 COMMENTS

  1. wah, ungkapan isi hati kayanya nih kang? hhe
    memang kalau rasa sayang apa lagi cinta kalo udah masuk sampai tulang sumsum (lebay) kita apapun yang dia rasakan kita pasti merasakannya juga.. bukan begitu kang? hhe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here