kesepianJika anda merasa tulisan ini hanyalah sebuah ‘curhat’an, anda betul. Dan bila anda menilai yang saya sampaikan ini begitu personal, anda betul lagi. Yang saya tulis dan sedang anda baca ini memang sebuah bentuk ungkapan perasaaan dan bersifat personal, sangat personal. Sahabat, saya kesepian.

Silakan anda tertawa bila menganggap hal ini lucu. Saya tidak akan tersinggung dengan respon apapun yang anda berikan. Terus terang, saya saat ini memang sedang dirundung kesepian. Saya begitu lonely. Entah mengapa tiba-tiba perasaan itu menyergap tanpa bisa dicegah. Saya tidak berdaya untuk menghindar. Dengan menuliskannya seperti ini mudah-mudahan di antara anda yang membaca ada yang berbaik hati membagi tips menyingkirkan rasa sepi ini. Mudah-mudahan.

Rasa ini dipicu kondisi dua minggu yang lalu ketika saya jatuh sakit. Bukan sakit berat, hanya gangguan saluran pernafasan dan demam. Tetapi meskipun demikian, efek yang ditimbulkan lumayan mengganggu aktifitas. Tenaga terasa tersedot dari badan. Yang bisa saya lakukan hanyalah tergolek di tempat tidur selama tiga hari. Bila diibaratkan makanan, kondisi saya saat itu seperti habis dipresto. Anda tahu ayam tulang lunak? Seperti itulah kira-kira. Hasrat untuk berbuat sesuatu tetap menyala-nyala, seperti keinginan menulis, tetapi semua hasrat itu dipupuskan ketiadaan tenaga untuk mewujudkannya. Badan ini bagaikan tak bertulang. Akibatnya, tidak ada apapun yang sanggup saya kerjakan selain berbaring.

Keadaan mulai membaik. Keinginan melakukan apapun tetap menggebu-gebu. Sayangnya, lemasnya badan tak mau diajak kompromi untuk bergiat berbuat sesuatu. Bahkan untuk memegang alat tulis atau sekedar membuat coretan. Itulah sebabnya mengapa sampai dua minggu blog ini seperti tak tersentuh. Celakanya, kesehatan yang mulai membaik malah mengosongkan perasaan ini. Seperti yang saya katakana di atas, tiba-tiba saja kesepian menyergap. Kondisi terparah yang saya rasakan terutama pagi ini. Hati ini tiba-tiba begitu sedih. Mata saya berkaca-kaca merasakan kesedihan yang tak bersebab itu. Hingga akhirnya saya putuskan untuk menguatkan diri terutama tenaga untuk menuliskannya hari ini. Ya, tulisan yang sedang anda baca inilah. Sebuah tulisan yang berisi curahan perasaan dan yang saya mulai dengan air mata yang menggantung.

Jika anda membaca tulisan ini, itu artinya saya telah memenangkan rasa sepi meski sesaat. Saya berhasil meminggirkan kesepian dan kesedihan hati untuk membuat tulisan ini. Apakah kesepian tanpa sebab yang saya alami ini merupakan gejala depresi? Entahlah. Saya sendiri tidak tahu mengapa tiba-tiba saya merasa kesepian. Yang bisa saya pikirkan dan saya anggap masuk akal, kesepian ini timbul sebagai akibat dari beberapa hari sakit minggu kemarin. Sakit yang kemudian menyebabkan saya tidak bisa ngapa-ngapain. Sakit yang membuat saya menjadi manusia tanpa tulang.

Tidak adakah orang-orang yang menyayangi saya? Banyak! Mereka ada di sekitar saya. Sayangnya, kehadiran fisik mereka ternyata tidak bisa mengobati kesepian saya. Saya tetap merasa kesepian, tetap bersedih hati meskipun mereka di dekat saya. Selain itu, saya sudah coba mengenang kembali hal-hal menyenangkan yang pernah saya lakukan bersama mereka. Hasilnya justru membuat saya semakin terpuruk. Menyebabkan saya semakin bersedih dan sangat kesepian. Mungkin saya harus membaca buku La Tahzan tulisan Dr. Aid Al-Qarni agar kesepian dan kesedihan saya hilang.

Sahabatku, saat tulisan ini saya buat, saya sedang dirundung kesepian. Namun bila anda saat ini sedang membacanya, mudah-mudahan rasa sepi saya itu telah hilang dan kesedihan hati saya sirna. Saya tidak tahu mengapa saya merasa kesepian (lonely) dan merasa begitu sedih. Pernahkah anda mengalaminya?

Sumber gambar: di sini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here