kebohongan penulisSeperti ini barangkali yang dinamakan tidak memiliki ide tulisan. Semua terasa buntu. Berusaha keras hingga jidat berkerut tetap tidak membuahkan hasil. Yang katanya menulis jadi mudah jika yang dijadikan bahan tulisan adalah pengalaman pribadi juga tidak terbukti. Nyatanya, pengalaman sehari-hari menghilang tanpa bekas. Seolah-olah mereka sengaja menghindar karena tahu akan dijadikan bahan tulisan. Apa yang biasa anda lakukan ketika tidak ada ide untuk ditulis?

Sering saya mendapati ketidakberdayaan seseorang dalam menulis dikarenakan, katanya,  tidak memiliki ide. Benarkah? Jika saya katakan tidak benar dan itu bohong, anda mungkin marah dan tersinggung. Bisa jadi anda akan memberi saya label orang tidak punya empati. Anda sakit hati karena saya tidak peduli perasaan anda. Faktanya, anda memang tidak mempunyai ide tulisan. Sekali lagi, betulkah?

Bagaimana bila saya benar-benar mengatakan anda bohong? Serius! Jika anda bilang tidak punya ide, saya dengan tegas akan mengucapkan, ”Bohong!” Anda sedang melakukan kebohongan yang memakan dua korban yaitu orang yang anda ajak komunikasi dan diri anda sendiri. Mungkin anda tidak menyadari hal itu. Bagaimana mungkin? Baiklah, agar jelas duduk persoalannya serta anda berhenti membuat dosa karena berburuk sangka terhadap saya, sudah saatnya saya tunjukkan kebohongan anda. Sekarang masalahnya tinggal anda mau legowo atau tidak, mau menerima atau justru  makin bertambah-tambah kebencian anda kepada saya. Banyak omong ya saya? Jika itu yang anda rasakan, yes!, berarti saya yang pendiam ini telah berhasil membohongi anda. Bingung? Sudahlah, lupakan saja selingan yang saya buat ini. Kan sekarang kita bersama-sama ingin mengungkap kebohongan anda? Kebohongan anda lho, bukan saya.

Bicara tentang hilang atau tidak ada ide dalam menulis sering diulas dalam buku teknik menulis. Tip dan trik mengatasinya juga diutarakan. Namun, saya sampai saat ini belum pernah menemukan tulisan tentang kebohongan para calon penulis dalam buku yang mengajari si pembaca menjadi penulis itu. Padahal hal itu juga penting diketahui mereka yang sedang belajar menulis. Dengan demikian, mereka akan terhindar dari perbuatan yang tidak baik, yaitu berbohong.

Mari kita mulai membuka tabir kebohongan anda yang suka mengeluh tidak mempunyai ide menulis. Saya beri analogi saja untuk menjelaskan hal tersebut. Karena saya suka berpetualang mencari makanan enak maka analoginya saya ambilkan dari dunia kuliner. Setuju? Harus setuju! 😎 Menurut anda, percaya nggak bila teman anda bilang tidak ada bahan baku untuk membuat masakan sementara di sekelilingnya terdapat berbagai bumbu, sayur-sayuran, tahu, tempe, daging ayam dan lain-lain? Masalahnya jelas bukan ketiadaan bahan baku untuk membuat suatu makanan tetapi bagaimana meramu semua itu menjadi masakan yang lezat. Jadi, what’s the point? Keahlian meracik itulah yang menjadi penyebab utamanya.

Jelaskan? Jika anda mengatakan tidak memiliki atau kehilangan ide menulis, yang terjadi sebenarnya adalah kebingungan memilih ide yang tersebar di sekeliling anda. Mungkin juga yang terjadi adalah anda tidak mempunyai teknik mak nyus meramu ide yang keleleran itu menjadi tulisan. Dengan demikian, saat anda mengatakan tidak mempunyai ide dan saya bilang anda bohong, apakah masih belum mau terima juga?

Saya tahu waktu anda mengucapkan tidak ada ide untuk ditulis, anda tidak bermaksud berbohong. Jika anda menyangkal kebohongan itu, saya anggap wajar. Toh anda tidak berniat seperti itu. Dan bisa dibilang anda tidak salah-salah amat. Namun bila yang diucapkan tidak sesuai dengan faktanya, apalagi kalau bukan disebut bohong?

Tentang siapa yang melakukannya, kebohongan ini lebih sering ditemukan pada calon penulis. Hal itu bisa dimaklumi karena alasan tidak mempunyai ide itulah yang paling gampang diucapkan. Jika penulis kawakan yang mengucapkan kebohongan itu, mungkin saja terjadi. Namun hal tersebut lebih dikarenakan kebiasaan mengucapkan kata-kata itu, bukan karena ketidakmampuannya meramu ide-ide yang ada. Bila penulis kawakan mengatakan tidak mempunyai ide, itu artinya dia sedang malas mengembangkan ide apapun yang dia bisa pilih.

Apapun alasannya, disengaja maupun tidak, bohong tetap bohong. Terus apa untungnya membuat tulisan ini buat saya? Nggak ada! Lalu, ngapain saya menuliskannya? Itulah. Barangkali anda masih ingat atau perlu anda ketahui tentang salah satu prinsip saya dalam menulis: ”Yang penting menulis, bukan menulis yang penting-penting.” Bila tulisan ini dianggap nggak penting, anggapan itu juga nggak penting buat saya. Karena bagi saya, yang penting saya menulis.

Satu lagi, jika saya menggunakan kata ’kebohongan anda’ itu bukan berarti saya tidak pernah melakukan kebohongan itu. Saya juga bukan penulis kawakan atau handal. Hanya saja, ketika tulisan ini saya buat, saya sadar bahwa mengatakan tidak mempunyai ide untuk ditulis adalah sebuah kebohongan. Jadi, karena saya tahu itu, kan berarti saya tidak termasuk golongan anda?

Sumber gambar: di sini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here