>Terjadi peristiwa yang termasuk ghaib di tempat saya kerja pada Senin, 6 Februari kemarin. Ada salah satu mahasiswi yang kemasukan jin. Entah jin muslim atau kafir. Meskipun ketika disapa oleh pak ustadz yang didatangkan untuk meruqyah, jin tersebut menjawab ‘wa’alaikumsalam’ melalui mulut mahasiswi tersebut.

Bagi saya menyaksikan secara langsung peristiwa seperti ini bukan untuk yang pertama kalinya. Tapi entah kenapa ketika melihat kejadian kemarin, hati saya jadi gentar. Saya sendiri kasihan melihatnya. Namun saya tidak berdaya (mungkin lebih tepatnya tidak berani) untuk menolong. Saya merasa dalam tubuh sendiri juga ada jin. Hal ini bisa terjadi karena saya dua bulan terakhir pernah mengikuti sebuah perkumpulan senam pernapasan yang bernama Mahatma. Entah di dalam tubuh saya ini benar-benar ada jinnya atau tidak saya sendiri nggak tahu. Saran dari teman agar diruqyah untuk memastikannya sampai sekarang belum saya laksanakan.


Mungkin kalau anda membaca tulisan ini dan kebetulan juga ikut Mahatma, anda tidak setuju dengan saya. Ketidaksetujuan anda saya junjung tinggi penuh penghormatan. Saya sendiri sebenarnya juga tidak tahu apakah senam tersebut disertai jin atau tidak. Saya hanya menjadi ragu-ragu terhadap kegiatan tersebut setelah mendapat masukan dari beberapa teman bahwa kegiatan yang menggunakan tenaga dalam seperti Mahatma ini kadang-kadang bisa ada jin yang masuk ke dalam tubuh manusia. Disamping itu, kegiatan yang disebut oleh perkumpulan ini dengan istilah ‘pendadaran’ atau ‘buka energi’ yang telah saya jalani menambah keraguan saya. Pendadaran/buka energi adalah semacam bai’at, upacara peresmian menjadi anggota. Dapatkah anda pikirkan ketika saya yang baru ikut latihan kurang dari dua bulan bisa memecahkan teh botol yang ada isinya hanya dengan memukul tutupnya? Yaitu dengan tangan kiri memegang leher botol, telapak tangan kanan memukul tutup botol. Saya terus terang kaget dan takjub saat itu. Dalam perjalanan pulang baru saya berpikir, apa memang iya itu tenaga saya sendiri, bukan dari mahluk lain?

Saya tidak bermaksud mendiskreditkan Mahatma atau mempengaruhi anda untuk keluar dari perkumpulan ini. Semua kembali ke diri anda sendiri. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa keraguan tersebut akhirnya membuat saya mengambil keputusan untuk keluar dari Mahatma. Nabi Muhammad juga mengatakan untuk lebih baik meninggalkan apabila ragu-ragu.

SHARE
Previous article>Jyllands-Posten
Next articleBerita Kehilangan

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here