Jangan pernah main-main dengan pelangganmu jika tak ingin kehilangan dia. Meski pelanggan bisa dicari lagi namun bila pelanggan lama yang setia lenyap, alangkah sayangnya. Ini tentu saja akan merugikan bisnis mengurangi keuntungan, bahkan meskipun hanya satu pelanggan yang hilang.

Sate ayam Pak Joni sebenarnya enak. Di antara para pedagang sate ayam Madura yang ada di sekitar tempat tinggal itu, sate dialah yang paling lezat baik sate maupun bumbu kacangnya. Oleh karena itu, orang-orang lebih suka membeli di tempat dia. Meskipun tempatnya sederhana, bagi para pelanggannya bukan masalah karena bukan itu yang mereka cari. Satenyalah yang mereka perlukan, bukan tempat mangkalnya. Apalagi mereka jarang makan di tempat. Pernah sekali dua para pelanggan itu makan di tempat, itu pun bukan sate yang mereka santap melainkan mi rebus dan nasi goreng. Pak Joni selain menjual sate ayam juga menyediakan mi rebus atau goreng dan nasi goreng yang juga lumayan sedap. Sayangnya, akibat tindakan sepihak dan sembrono yang dia lakukan, seorang pelanggan memutuskan untuk tidak membeli lagi darinya.

Pelanggan itu tetap berpikiran positif bahwa Pak Joni bermaksud baik ketika melakukan itu. Namun demikian, pikiran positif itu tidak mampu mengubah keputusan pelanggan itu untuk berhenti menjadi pelanggan setianya. Yang Pak Joni lakukan sampai membuat pelanggan tersebut berhenti membeli satenya barangkali sepele buat dia maupun orang lain tetapi tidak bagi si pelanggan yang telah dikecewakan itu. Memberi barang yang tidak dibeli (tidak diinginkan) dengan sengaja adalah tindakan fatal. Mengganti kekurangan lima tusuk sate ayam dengan sate kambing tanpa memberi tahu pembelinya dianggap oleh pelanggan itu sebagai perbuatan curang. Seperti yang pernah pelanggan itu bilang, maksudnya mungkin baik tetapi perbuatan itu di matanya lebih terlihat sebagai upaya untuk mendapatkan uang atau keuntungan. Tindakan itu mencerminkan penjual yang lebih mementingkan omzet daripada pembeli yang memberikan omzet tersebut. Dan ini, entah sadar atau tidak, akan menjadi bumerang bagi dirinya.

Pelanggan itu sempat komplain perihal sate kambing yang disisipkan ke dalam sate ayam di hari berikutnya. Dengan santainya Pak Joni mengakui perbuatan itu. Dia berharap pembeli yang sudah sekian lama menjadi pelanggannya ini bisa memaklumi perbuatannya. Bagaimanapun juga, pelanggan itu salut dengan kejujuran Pak Joni tetapi sayangnya dia termasuk pelanggan yang tak bisa menolerir kecurangan. Apa pun motifnya, pelanggan itu menganggap Pak Joni telah berbuat curang. Bila memang berniat baik, harusnya Pak Joni memberi tahu sebelumnya jika dia akan menggenapi sate ayam yang kurang dengan sate kambing. Meskipun baru sekali, bagi pelanggan itu, Pak Joni telah menodai kepercayaan yang telah dia berikan. Dengan demikian dia memutuskan untuk tidak pernah beli lagi sate Pak Joni yang sebenarnya lezat. Buat pelanggan itu, kelezatan itu seketika hilang bersama hilangnya kepercayaan yang pernah dia berikan.

Sumber gambar: di sini

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here