imhoIMHO (in my humble opinion), ini hanyalah tulisan biasa saja. Jika anda tidak mendapatkan apa-apa, mohon dimaafkan. Tapi saya berharap, ketika anda selesai membacanya, ada sesuatu yang bisa anda petik. Mudah-mudahan.

IMHO (in my hesitating opinion), meskipun harapan sudah saya sampaikan di atas, terus terang saya tetap tidak yakin dengan tulisan saya sendiri ini. Apa kira-kira yang bisa saya bagikan kepada anda, pembaca tulisan ini, karena anda telah bersedia meluangkan waktu. Anda, yang telah sudi menelisik kata demi kata, sudah sepantasnya mendapat sesuatu yang sepadan dari bacaan ini. Setidaknya hal yang dapat mencerahkan, atau gagasan yang merangsang datangnya gagasan lain entah itu apa. Yang pasti, dan ini perlu anda ketahui, mumpung belum terlalu jauh tulisan ini berlanjut, saya akan berusaha membagikan sesuatu yang baik walaupun hanya sesuatu yang sepele.

IMHO (in my honest opinion), memang bila harus berucap jujur, saya membuat tulisan ini karena sebuah kejadian sepele. Apa itu? Tidak menarik jika saya sampaikan sekarang. Dan anda mungkin akan menyudahi membaca tulisan ini karena sudah tahu dulu. Biasanya seperti itu kan? Akan menjadi membosankan saat kita sudah tahu ending-nya. Di bagian ini barangkali anda akan menebak-nebak, ”Oh, mungkin ini kali inti dari tulisan ini.” Jika tebakan anda seperti itu, saya akan katakan ya. Memang, di bagian inilah sebenarnya inti dari seluruh tulisan yang sedang anda nikmati ini. Di paragraf inilah yang menyampaikan kepada anda bahwa sebuah ide yang tidak penting telah memaksa saya menulis artikel ini. Tetapi sekali lagi, saya belum akan mengatakannya sekarang. Lanjutkan saja membacanya. Saya pasti akan memberi tahu semua. Itu janji yang tidak akan saya ingkari. Bagi saya janji adalah hutang. Meskipun sayangnya, hutang-hutang saya tidak bisa dibayar dengan janji karena itu berarti hutang dibayar hutang. Percayalah, percayalah bahwa saya pasti akan menepati.

IMHO (in my hottest opinion), bukan hanya sekali atau dua saya dikatakan ’gokil’. Berkali-kali. Anda bisa melihatnya dalam komentar yang dibuat teman-teman saya sesama blogger terutama yang bernama MT (mataharitimoer). Nampaknya kosakata yang ada di kepalanya terkait dengan saya ya kata itu, gokil. Tulisan dalam komentar itu yang bisa saya jadikan bukti buat anda. Belum yang diucapkan, terlalu sering. Sayangnya saya tidak dapat membuktikan ke anda karena anda tidak ada di sebelah saya saat kata itu dilafalkan. Saya juga tidak merekamnya. Lagian untuk apa direkam? Ya toh? Kecuali memang itu sebuah kerjaan yang sangat perlu dilakukan. Itulah, saya dibilang ’gokil’ karena saya merasa kadang-kadang telah membuat tulisan yang menyakiti meskipun itu bukan tujuan saya. Mengapa saya bilang bukan tujuan karena tulisan itu saya buat sebetulnya sekedar untuk memaparkan apa yang sedang terjadi di depan mata saya atau yang sedang ada dalam kepala saya. Semoga saja anda tidak tersakiti dengan tulisan ini.

IMHO (in my horrible opinion), kadang-kadang nggak enak hati juga ketika menuliskan ketidakbaikan seseorang, sebuah komunitas, atau organisasi. Bukan apa-apa, saya ngeri dengan efek yang diakibatkan tulisan yang saya buat. Sebegitu dahsyatkah dampaknya? Ah, nggak juga sih. Itu hanya khayalan saya semata. Tapi mungkin saja kan? Nyatanya saya pernah diteror lewat komentar oleh orang yang nggak suka dengan tulisan saya.

IMHO (in my honky-tonk opinion), saya maklum jika anda berpendapat tulisan ini murahan setelah anda sampai di bagian ini. Saya sendiri juga akhirnya merasa bahwa tulisan ini tidak berbobot, tidak ada apa-apanya. Satu hal yang menyebabkan saya tetap menuliskannya, karena saya ingin tunjukkan ke anda bahwa yang namanya tulisan adakalanya tidak bermutu. Ya seperti yang sedang anda baca inilah. Dan di bagian ini juga saya akan membuka rahasia yang sebenar-benarnya tentang asal-muasal tulisan ini lahir. Baiklah, biar tidak kelamaan, saya mengaku. Tapi tolong, jangan diketawai bila sudah tahu. Ah, terserah anda sajalah. Mau tertawa, ingin ngomel, apapun, silakan saja. Saya akui bahwa tulisan ini saya buat hanya gara-gara sebuah kata. Kata yang merupakan sebuah singkatan. Bisa menebak? Ya, kata yang selalu saya jadikan awal setiap paragraf tulisan ini, IMHO.

IMHO (ieu moal hayamna odang), hlah kok nyampai ke sini? Ada mang Odang segala. Sebaiknya anda lewati saja yang satu ini. Ini pasti gara-gara ingatan saya yang ngelantur ke cerita yang pernah saya buat saat ikut bergabung dalam chain posting. Akan tetapi terserah anda, mau tetap dibaca ya silakan. Jika sampai di sini, hehehe… anda memang telah membacanya.

IMHO (ieu mah opini oge), agak maksa ya kepanjangannya? Sebelumnya saya ingin katakan, inilah tulisan yang saya buat karena iseng. Jadi, seperti harapan saya di awal, adakah sesuatu yang anda peroleh setelah membaca sampai di sini? Bukannya besar kepala, tetapi saya berani jamin anda pasti telah mendapatkan sesuatu sekarang. Setidaknya anda mendapatkan kosakata IMHO, ya kan? Maaf, saya tidak akan peduli apakah kosakata itu baru atau basi bagi anda. Itu urusan anda. Urusan saya adalah menutup tulisan ini.

Salam hangat dari Bogor.

Sumber gambar: wikihow.com

20 COMMENTS

  1. @andinoeg: jadi ngerti berarti 😉
    @achoey: IMHO (Ih Mani Hebring Om), nah yang ini gak ngerti artinya 😉
    @maschay_justice: miss you too 😉

  2. orang yang mau belajar, akan mendapatkan pelajaran dari artikel di atas. bukan cuma soal IMHO, tetapi tentang pertautan dan pemicu ide. tulisan ini bisa memicu ide baru untuk mengupdate blog. selain itu, dari tulisan yang dibuat isengpun setiap blogger bisa menyampaikan pesan, seperti tulisan yang dianggap “sepele” ini… ternyata mengandung pesan tak sepele.

    tapi tetep, cara penyajian WKF tetap saja “gokil”. Jangan-jangan itu memang merepresentasikan dirinya 😀 piss!

  3. dapet istilah baru nih,, 🙂 harusnya lebih tepat judulnya… the various meanings fo IMHO 🙂 but,, so far.. this article makes me smile… on and on. till, the end of word in this writing

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here