Karena tuntutan pekerjaan, hari ini saya jadi anggota tim sar lagi. Menyenangkan memang. Saya bisa jalan ke mana-mana dan ketemu banyak orang. Dan ketika jadi tim sar, yang seharusnya saya sebel saya bikin enak saja. Saya bawa senang meskipun jadi anggota tim sar ini saya lakukan setiap tahun dan sudah beberapa tahun ini saya jalani. Anda barangkali bingung dengan kalimat yang saling berlawanan tersebut. Saya bilang horrreee yang konotasinya menyenangkan tetapi saya juga bilang sebel yang berarti tidak suka karena menjadi tim sar. Ya begitulah kalau belum membaca tulisan ini sampai selesai.

Saya jamin akan menjadi jelas bila anda tidak menghentikan membaca sampai di sini. Tuntaskan dulu membacanya. Anda akan menemukan kejutan di akhir tulisan. Ada makna tim sar yang lain yang rasanya, saya merasa, kok sudah menjadi bakat sekaligus nasib saya. Julukan tim sar memang pantas saya sandang jika mengingat nasib saya selama ini.

Barangkali menjadi sebuah kebanggan bagi seseorang jika bisa terlibat dalam penyelamatan nyawa manusia lain. Nampak begitu berjasa dan gagah berani setiap anggota tim sar saat sedang beraksi. Rasa kemanusiaan yang tinggi yang bisa dipastikan dimiliki semua anggota tim menimbulkan rasa simpati dan hormat orang lain. Begitulah kira-kira yang terjadi dan dialami anggota tim sar yang sesungguhnya. Tim sar beneran, bukan tim sar yang macam saya. πŸ˜‰

Saya katakan saya bukan tim sar beneran. Memang benar. Pekerjaan yang saya lakukan tidak sedang menolong orang hilang ditelan banjir atau terkubur reruntuhan akibat gempa bumi. Pekerjaan saya ini memang menuntun saya bertemu banyak keluarga dhuafa. Ada tujuh keluarga dhuafa yang saya temui hari ini. Mereka berada di wilayah Sirnagalih, Sukajaya, Sukamantri, Tamansari, Rangga Mekar, dan Cipelang. Semua masuk wilayah Bogor. Mereka baik-baik saja di rumahnya. Keluarga-keluarga itu semua berada dalam keadaan sehat. Saya menjumpai mereka karena saya ditunjuk menjadi petugas survei, bukan tim sar, untuk melihat kondisi mereka sebenarnya.

Hampir semua tempat yang saya tuju itu tidak langsung saya temukan. Saya harus bertanya-tanya dulu untuk mencari dan memastikan alamat tersebut sudah benar. Dalam pencarian dan perjalan ke alamat yang dituju itulah yang kemudian membuat saya menjadi anggota tim survei sekaligus tim sar. Bukan tim search and rescue, tetapi tim kesasar. Bagaimana tidak? Saya sering nyasar ke mana-mana. Yang paling parah adalah saat mencari rumah yang ada di wilayah Cipelang, Cijeruk. Jauuuuuhhhhhhhhhh… banget saya kesasarnya. Gara-garanya saya malas bertanya. Setelah jalannya menyempit dan menghilang serta tempatnya terpencil banget dan sepi karena ada di kaki sebuah perbukitan yang menjadi perkebunan teh, barulah saya bertanya ke seseorang yang sedang mencuci motor. Ternyata, tempat yang saya tuju sudah kelewat jauh sekali. Beginilah nasib anggota tim sar yang sok tau.

Bagaimanapun juga, saya tetap menikmati kesasar-kesasar yang saya alami hari ini. Menjadi anggota tim sar memang membanggakan, tetapi bukan tim sar yang satu ini. Anda yang anggota tim sar beneran, maksud saya anggota tim search and rescue, terimalah salam hormat saya. Atau jika anda bukan yang saya maksud tetapi anda mengenalnya, tolong sampaikan salam saya ini. Mau? Terima kasih. πŸ˜‰

Catatan:
Cerita lain tentang petualangan saya menjadi anggota tim sar bisa dibaca dalam tulisan berjudul Tong Kosong Berbunyi Nyaring.

Sumber gambar: di sini

15 COMMENTS

  1. […] Saya ini anggota tim SAR. Maaf, bukan tim yang suka mencari orang hilang atau orang kesasar, saya sendirilah orang yang sering kesasar itu. Jadi, tim SAR yang saya maksudkan adalah tim yang suka tersesat alias kesasar. Entah sudah berapa kali saya tersesat, baik di tengah hutan maupun di tengah kota. Cerita terakhir petualangan kesasar saya tuliskan dalam Horrreeee… Jadi Tim Sar Lagi. […]

  2. SAR = nya-sar… wekekek.. mesem-mesem saya mbacanya kang… :mrgreen:

    Hampir mirip, sayapun kmrn jadi tim sar, bersam 2 rekan say..nyasar hampir 2 jam ketika mau menuju Muara Bekasi… nyasar ke tanah antah berantah….

  3. @arman: untungnya kemarin nggak ngrepotin orang, cuma ngrepotin nanya doang πŸ˜‰
    @febriy: mohon doanya hehehehe…
    @ridwan: itulah nikmatnya kesasar πŸ˜€
    @creszent: sangat, sangat menyenangkan, jika dibikin susah, rugi sendiri πŸ˜€
    @bundadontworry: hiya bun, nyambung kali hati saya dengan bun, ketika saya kangen komen2 bunda yang menyejukkan yg tdk hadir beberapa hari ini eh bundanya nongol πŸ˜‰

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here