fakir bandwidthFakir miskin sering saya jumpai. Fakir Bandwidth? Ini istilah baru bagi saya. Barangkali istilah Fakir Bandwidth sudah masuk EPD atau Ejaan ‘Pisuhan’ yang Disempurnakan. 😎

Istilah Fakir Bandwidth saya temukan ketika mengikuti acara workshop bertajuk Nganggur Itu Anugerah beberapa waktu lalu. Makna dari istilah itu entah apa. Mungkin terkait dengan ketidakpunyaan bandwidth, atau justru tidak ada hubungannya dengan kepemilikan bandwidth. Yang jelas, Fakir Bandwidth merupakan kosa kata baru dan menarik bagi saya. Barangkali sahabat-sahabat saya dari Gelatik Selam Yogyakarta bisa menjelaskan. Silakan.

Acara workshop yang saya ikuti di Kaliurang Yogyakarta beberapa hari yang lalu betul-betul sangat berkesan. Kekaguman saya tidak ada habis-habisnya dengan para sahabat dari komunitas Gelatik Selam yang menjadi tuan rumah acara itu. Barangkali merekalah yang disebut dengan Fakir Bandwidth atau pernah menjadi si fakir itu. Sharing pengalaman mereka membuat decak kagum sekaligus menimbulkan keheranan para peserta workshop. Kok ya bisa, dengan bahasa Inggris yang minim bahkan ada yang sama sekali tidak ’dong’ mereka mampu mendulang dolar secara gemilang dari dunia maya.

Workshop yang diadakan secara tidak serius ini sangat mencerahkan. Ketidakseriusan itu ditunjukkan dengan pelaksanaan acara yang mengalir dengan santai dan tanpa aturan-aturan yang baku dan kaku seperti biasa terjadi pada workshop pada umumnya. Orang yang berbicara di depan audience ada yang bercelana pendek, memakai kaos buntung, atau berkalung sarung. Duduknya juga tidak di atas kursi tetapi lesehan di atas tikar dan karpet yang dihampar sambil menikmati teh atau kopi dan kudapan yang tersedia. Hanya ada satu meja pendek yang digunakan untuk menaruh proyektor, laptop dan mikrofon untuk pembicara yang sedang menyampaikan materi. Sangat santai dan penuh kekeluargaan. Ini sebuah contoh bagus untuk mereka yang akan menyelenggarakan workshop, rapat, atau kegiatan lain yang sejenis.

Meskipun santai dan penuh canda tawa, dampak yang dihasilkan sangat menginspirasi dan memotivasi. Bagaimana tidak? Semua yang menjadi pembicara adalah orang-orang sukses di dunia maya. Mereka adalah orang-orang tidak masuk akal yang dengan kemampuan juga keterbatasannya mampu membuat Google Adsense menyerahkan ribuan dolarnya. Abiyoso yang bertampang katrok alias ndeso misalnya, yang menjadi orang paling memotivasi dan inspiratif, dengan bahasa Inggris ’Yes Father’nya dia bisa memperoleh jutaan rupiah per bulan. Melalui situsnya yang sangat sederhana, Adsense yang dipasang bisa menjadi mesin uang yang bisa menghidupi diri dan keluarganya.

Kesuksesan para mantan Fakir Bandwidth itu ditunjukkan dengan benda-benda yang mereka bawa saat menghadiri workshop. Wawan atau lebih dikenal dengan nama Pogung karena dia kos di daerah Pogung datang dengan membawa Harley Davidson barunya. Motor Amerika yang berharga ratusan juta ini dia beli dari uang Adsense. Mobil dan motor dari berbagai jenis lainnya juga terlihat di tempat parkir. Selain itu mereka yang sebagian masih mahasiswa terlihat membawa kamera digital standar fotografi yang harganya sudah barang tentu tidak murah. Doneeh yang webmaster malah saat itu sedang menyelesaikan rumahnya yang berharga 2 milyar. Kalau sudah begitu, masihkah bisa disebut fakir?

Barangkali itulah yang membedakan mantan fakir online dengan fakir offline. Jika mantan fakir online, sumber penghasilan diperoleh dari dunia maya. Sedangkan mantan fakir offline, kekayaannya diperoleh dari dunia fana.

Apakah anda merasa masih fakir di dunia maya sekarang?

Sumber gambar: di sini

29 COMMENTS

  1. Nah kalo si Wira itu hobinya kalo ‘tangu tiri njuk nglemput kemil nek wetenge mumet terus nguntil pal mas’ ..
    hahahaha
    (tangi turu njuk nglempit kemul nek wetenge mumet terus nguntal pil mas)

  2. @Antoni: syg ya? padahal klo dtg kita bisa ketemu dan jadi kenal. tapi kita dah kenal kok, meski baru online 8) btw, mksih pujiannya.
    salam persahablogan

  3. Ah nyesel saya gak ikutan, padahal pengen bgt tuh kmaren pas d ajakin temen,
    MOga2 aja kedepannya ada lg acara kyk gini & bisa ikutan…
    Oya Blognya bgus mas, postingannya menarik2…

  4. selain fakir bandwidth masil banyak lagi istilah2 aneh yg sering kita jumpai misal :

    nangis munyuk = ini si sebut ketika earning kita turun dan nggak naik2.
    berdarah2 = perlu kerja keras banget
    how much yesterday = kata yg sering di gunakan untuk menyapa, bkn apa kabar,asslamualikum tapi how much yesterday
    nyontong = jadi pembicara
    0 km = tempat kumpul gelatik selam lokasi di dpn kantor pos lebih detailnya di 0 km.
    endok-e wis pecah = earningnya sudah tidah nol koma lagi
    wisuda = kalo earning sudah mencapi 1 k/ $1000
    jendral bintang 5 = earning nya sudah 5 digit diatas 10.000 dollar

  5. @mitsikuri: saya juga baru pertama kalinya dan langsung klepek-klepek 😆
    @iqbal rekarupa: wah, tau gitu saya ajak mas 😉
    @firman: sama mas, sy juga baru sekalinya ikut dan saya saat itu janji untuk kembali…

  6. saya baru pertama kali ikutan ngumpul barengnya kesannya sipp.. top bgt acaranya, dibandingkan dengan workshop sejenis yg perna saya ikuti. saya yakin tahun depan diworkshop selanjutnya saya pasti berhasil di dunia ga, setelah mendapat beberapa formula, tips, triks nya… thanks buat semua…

  7. @Kamil: satujuh 😎
    @jenggot: mohon doanya deh 😉
    @yainal: wah, sebuah undangan yang merangsang dan menggairahkan. mau banget mas 😆

  8. lah.. mo nambah istilah lagi? ikut gelar tiker aja di nol kilometer tiap selasa malam.. dijamin nambah deh daftar pisuhan yang disempurnakannya.. :))

  9. @Anto: makasih doaya 😉
    @wekop: hloh? emang ada ya komen negatif? manah orangnyah? *nggulung baju dan celana… mau wudhu 😉 *
    @wira: injih ndoro 😎
    @dharmo: silakan, dg senang hati dan senang ampela 😆
    @Spica: amin, mengko sang angkringan entokno yo 😆 …piss ah

  10. Tulisannya mantab om.. semoga cepat tercapai ‘wisudanya’ di bulan kedua & traktir makan-makan temen-temen gelatik selam, hehehehe .. (Salah satu fakir bandwidth juga)

  11. alhamdulillah, masih ada komentar positif untuk kegiatan “nganggur itu anugerah”. Semoga ilmu yang didapatkan pada acara tersebut dapat bermanfaat bagi kita semua… dan semoga tetap terjalin silaturahmi baik di dunia on-line maupun off-line. amiiinn….

  12. @John Hario: thanks 😎
    @andi: yang datang banyak, salah satunya mas isnaini yang ikut komen tuh 😉
    @Isnaini: makasih mas info tambahannya. saya boleh nggak jadi fakir bandwidthnya mas is? 😀
    @yudhis97: mas is emang terbukti berhati mulia 😉

  13. isitilah fakir bandwith sempet digunakan ketika masih banyak rekan-rekan yang belum punya koneksi internet sendiri, masih numpang ama temen yg udah berlangganan internet. Bukan hanya koneksi, makan, tidur dan lain-lain juga numpang di rumah teman-teman yang udah senior, makanya disebut fakir bandwith. Dengan usaha dan kerja keras, akhirnya sekarang bisa sukses dan menghasilkan, nggak numpang lagi.

  14. siapa aja yg datang bos? itu nama2 yg disebut diatas, ID & website / blognya mbok di share. biar bisa belajar nih…matur nuwun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here