(foto: @PelancongMalas)
(foto: @PelancongMalas)

Acara kumpul-kumpul bareng sahabat yang dinamai #NgopiKere telah usai seminggu yang lalu. Namun demikian, kegembiraan itu masih saja ada. Euforia #NgopiKere masih mewujud di media sosial. Twitter. Itu media sosial yang saya amati.

Bukan apa-apa. Ini hanya iseng saja. Sampai seberapa jauh sih hestek #NgopiKere digunakan dalam perbincangan di galur waktu. Dengan aplikasi Tweet Binder, saya temukan rupanya para sahabat yang datang maupun yang tidak hadir di Gunung Kelir masih membincangkannya. Ada apa ini? Jawaban sederhananya tentu saja mereka, khususnya yang hadir di #NgopiKere, masih diliputi kegembiraan dari acara tersebut. Kenangan tentang #NgopiKere masih menari-nari dalam ingatan. Mereka masih berada dalam euforia #NgopiKere.

euforia #ngopikere

euforia #ngopikere

euforia #ngopikere

Data tersebut di atas diambil dari Sabtu (11 Mei 2013) yang merupakan hari ke-2 #NgopiKere sampai Jumat (17 Mei 2013). Selama tujuh hari itu, tagar #NgopiKere telah digunakan sebanyak 2049 kali oleh 247 pengguna Twitter atau oleh Tweet Binder disebut kontributor. Dari para kontributor tersebut, tagar #NgopiKere menjangkau 3.147.652 pengguna Twitter yang merupakan total jumlah pengikut mereka. Dari data yang bisa Anda lihat di atas, sebagian kontributor yang menggunakan tagar #NgopiKere tidak datang ke acara. Jika tidak datang, mengapa ikut membincang? Itulah Twitter. Apa pun bisa diomongkan di galur waktu. Itulah pula, dan tak salah, jika Twitter disebut media sosial. Wadah penghuni jagat ini berinteraksi di dunia maya.

Beberapa kopi dari 14 jenis kopi nusantara yang tersaji di #NgopiKere. (foto: @banyumurti)
Beberapa kopi dari 14 jenis kopi nusantara yang tersaji di #NgopiKere. (foto: @banyumurti)

Lewat tulisan ini, saya pribadi ingin mengucapkan terima kasih kepada @gunungkelir dan keluarga yang telah dengan tulus menyediakan tempat tinggalnya untuk di-iyak-iyak. Para sahabat yang menjadi teman ngobrol di grup WhatsApp (@maztrie, @denkenthir, @profijo, @bimosaurus, @kabartersiar, @Lutfiretno, @gunungkelir, dan @mataharitimoer) dalam rangka menyiapkan acara #NgopiKere wajib juga saya ucapi terima kasih. Begitu juga teman-teman yang tak berada dalam grup tersebut tetapi keterlibatannya dalam persiapan begitu berarti, besar maupun kecil, yang tak bisa saya sebutkan satu per satu. Siapa pun yang hadir di Gunung Kelir juga menjadi pihak yang harus saya salam takzimi. Selain itu, pihak yang tak boleh diabaikan perannya dalam acara #NgopiKere adalah teman-teman yang berpartisipasi menyediakan kopi seluruh nusantara. Sebagian kopi mereka sebenarnya bukan khusus diperuntukkan bagi acara #NgopiKere tetapi dikirim ke #KandangKambing. Kopi-kopi itu kemudian saya bawa untuk dinikmati bersama di #NgopiKere. Para penyumbang kopi itu sebagian hadir, sisanya tak bisa muncul di lokasi karena satu dan lain hal. Mereka adalah @MubaRika_D, @banyumurti, @teguhpradekso, @angkus_, @tomytaslim, @naizzira_, @Lutfiretno, @escoret, munsyi dan kritikus sastra Maman S. Mahayana, dan teman @mataharitimoer entah siapa namanya yang mengirimi kopi Papua. Bisa jadi masih ada nama yang terlewat. Kepada mereka yang tersebut itu dan mungkin yang terlewatkan karena kealpaan saya pribadi, saya sangat berterima kasih. Saya perlu berterima kasih pula kepada @blontankpoer karena ada satu teh yang nyelip di antara 14 jenis kopi. Ya teh racikan beliau itulah. Dan teh Blontea menjadi teman nggambleh bareng konco-konco di Sabtu pagi.

Nggambleh (ngobrol) bareng sahabat di Sabtu pagi. (foto: @PelancongMalas)
Nggambleh (ngobrol) bareng sahabat di Sabtu pagi. (foto: @PelancongMalas)

#NgopiKere memang sudah berlalu. Minggu kemarin, kemeriahan acara saya nikmati bersama teman-teman di Gunung Kelir. Saat ini, kemeriahan itu masih saya rasakan di galur waktu. Euforia #NgopiKere masih saya rasakan di jagat maya. Entah sampai kapan. Mungkin sampai #NgopiKere berikutnya. Bisa jadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here