Kalau anda perempuan dan ingin membuat laki-laki mau mengeluarkan emosinya, barangkali saran ini bisa dicoba. Mungkin tidak berlaku untuk semua pria. Tapi, yah, nggak ada ruginya kalau mau dipraktekkan.

  1. Bicaralah bersebelahan, bukan berhadap-hadapan. Berbicara sambil berhadapan membuat laki-laki merasa dikonfrontasi.
  2. Lakukan kegiatan fisik bersama-sama. Saat berjalan atau bersepeda bisa menurunkan sikap defensif laki-laki.
  3. Perhatikan kapan emosi laki-laki berubah. 95 persen laki-laki akan berkaca-kaca saat menyaksikan film sedih, terutama yang berkisah tentang olah raga. Bagi laki-laki, olah raga merupakan ikatan dasar antara anak laki-laki dan bapaknya. Sebuah bentuk hubungan yang paling primitif dan penting dalam kehidupannya. Jangan menginterupsi saat menonton film, atau menganalisa masa kecilnya.
  4. Jangan memaksa dia untuk menceritakan hari buruknya. Tetapi, biarkan dia tahu bahwa anda peduli dengan suasana hatinya. Dan juga, beri kesempatan bila dia ingin bercerita.
  5. Bagi istri, berbicara mungkin wujud foreplay yang disukai, tapi seorang suami melihat sex sebagai bentuk sebuah komunikasi. Laki-laki lebih banyak mengekspresikan emosinya secara fisik, termasuk sex yang bagi dia merupakan wujud rasa sayang.
  6. Beritahukan bentuk dukungan emosi yang anda butuhkan. Berdasarkan riset seorang psikolog dari the University of Toledo, Lisa Neff, para suami dapat sesensitif dan sesuportif istrinya tetapi sering waktunya yang tidak pas. Para istri perlu menyampaikan apa yang mereka inginkan dan kapan.
  7. Katakan betapa berartinya dia. Laki-laki akan terdiam saat anda mengatakan betapa beruntungnya ada dia di kehidupan anda dan merasa menyesal bila tidak cukup sering memberitahukan hal tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here